BLOG
COOL SHARING SUPPLEMENT Juni 2017 #2 – UMAT TUHAN YANG PEDULI AKAN BANGSA

ON 31 May 2017, BY GBI Jl. Gatot Subroto - POSTED IN: Artikel

“Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,…” (Nehemia 1:3-4)

Nehemia, Satu-satunya sumber pengetahuan kita mengenai Nehemia adalah kitab yg membawakan namanya. Dialah juru minum raja Persia, Artahsasta I (465-424 SM). Juru minum merupakan kedudukan istimewa. Setelah menerima berita mengenai keadaan Yerusalem yang begitu menyedihkan (mungkin oleh kejadian-kejadian dalam Ezra 4:7-23), timbul rasa kepedulian yang sangat besar akan kota dan bangsanya.
Ada 2 (dua) wujud nyata dari rasa peduli Nehemia akan kota dan bangsanya :

1. Nehemia Berdoa untuk Kota dan Bangsanya
Respon yang spontan dari Nehemia saat mendengar kondisi kota dan bangsanya adalah berdoa. Kita bisa membaca doa yang dipanjatkan oleh Nehemia dalam ayat yang ke 5-11. Yang berisikan doa pertobatan, mohon pengampunan atas dosa pribadi, keluarga dan atas nama bangsanya. Nehemia sadar bahwa apa yang telah terjadi adalah karena bangsanya yang tidak mengikuti perintah, ketetapan dan peraturan TUHAN.

Mari kita refleksikan dengan diri kita masing-masing. Adakah kita peduli dengan kondisi kota dan bangsa kita? Apakah kita berdoa untuk kota dan bangsa? Sadarkah kita bahwa apa yang terjadi di kota dan bangsa kita juga tidak terlepas dari tanggung jawab kita?

Mungkin, sebagian diantara umat TUHAN ada yang menganggap remeh arti doa. Tapi Doa itu memiliki dampak yang luar biasa. Baca dan renungkan 2 Taw 7:13-14; Yak 5:16-18.

Mari nyatakan kepedulian kita dengan terus berdoa bagi kota dan bangsa kita melalui doa-doa pribadi kita, kubu-kubu doa di COOL, rumah doa di Cabang/Ranting dan di Menara Doa.

2. Nehemia Melakukan Tindakan Nyata Membangun Tembok (Neh 2-6).
Nehemia tidak berhenti sampai di doa saja, hatinya tergerak untuk berbuat sesuatu bagi kota dan bangsanya. Itu sebabnya Nehemia memberanikan diri meminta ijin kepada Raja yang akhirnya bukan hanya memberikan ijin kepadanya tapi juga mengutusnya bersama dengan orang Israel kembali ke Yerusalem untuk membangun tembok.

Membangun tembok Yerusalem merupakan suatu tindakan yang tepat, urgent dan dibutuhkan oleh kota dan bangsanya. Umat yang memiliki kepedulian terhadap kota dan bangsa dituntun TUHAN untuk mengenali secara persis apa yang menjadi kebutuhan utama, kebutuhan yang urgent yang dibutuhkan kota dan bangsa (Neh 2:11-16). Mari kita tengok sejenak keadaan kota dan bangsa kita, apa masalah, tantangan utama yang sedang dihadapi? Kemiskinan? Pengangguran? Intoleransi? Narkoba? Radikalisme? LGBT? Korupsi? Perkelahian dan pertumpahan darah?

Langkah nyata apa yang bisa kita perbuat untuk menanggulangi hal tersebut? Percayalah, asal kita mau meninggalkan egoisme kita dan mulai berkeliling memperhatikan kondisi kota kita seperti yang Nehemia lakukan, TUHAN akan menuntun kita dengan langkah-langkah nyata yang tepat.

Bergeraklah bersama dengan anggota COOL, langkah nyata sekecil apapun yang kita lakukan untuk kota akan berharga dan berdampak.

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yeremia 29:7)

Renungan: Alasan untuk Segala Sesuatu

ON 19 October 2015, BY Glory Artauli S
POSTED IN: Renungan

#18thGBITanjungDuren Instagram Photo Contest

ON 29 May 2016, BY GBI Tanjung Duren
POSTED IN: Pengumuman