BLOG
COOL SHARING SUPPLEMENT Mei 2017 #1 – SINGKIRKAN PENGHALANG DALAM MEMBERI!

ON 9 May 2017, BY GBI Jl. Gatot Subroto - POSTED IN: Artikel

“Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” (Lukas 9:13)

Pesan TUHAN yang disampaikan oleh Gembala Jemaat Induk / Gembala Pembina kita dalam Menara Doa Pelayan Jemaat (MDPJ) bulan lalu, “salah satu arti dari Tahun Penuaian Mujizat adalah penuaian berkat melalui mujizat!” dan salah satu bukti penuaian berkat melalui mujizat adalah peristiwa TUHAN YESUS memberi makan 5000 orang laki-laki sampai kenyang dan sisa 12 keranjang hanya dari 5 roti dan 2 ikan (Matius 14:13-21; Markus 6:30-44; Lukas 9:10-17 dan Yoh 6:1-14). Penuaian berkat melalui mujizat dalam peristiwa ini merupakan berkat istimewa bagi murid-murid YESUS. Salah satu kunci untuk mengalami penuaian berkat melalui mujizat adalah seperti yang dikatakan TUHAN YESUS kepada murid-murid-Nya : “Kamu harus memberi mereka makan!” (Matius 14:16; Markus 6:37; Lukas 9:13), artinya : KAMU HARUS MEMBERKATI ORANG LAIN!

Jadi, bagi Anda yang ingin mengalami penuaian berkat melalui mujizat harus belajar untuk memberi dan tidak egois. Hari ini kita akan merenungkan dan mempelajari ada 2 penghalang dalam memberi atau memberkati orang lain yang harus kita singkirkan.

1. “Berkat yang Saya terima hanya sedikit”

Ungkapan ini bukan sekedar perkataan dari mulut saja, melainkan sudah menjadi kubu dalam pikiran sebagaian orang sehingga menghalangi mereka dalam memberi dan menjadi berkat bagi orang lain. Mereka berpikir bahwa memberi itu nanti saja kalau kita sudah diberkati dengan berlimpah. “Kalau sekarang saya belum bisa memberi, sebab gaji/penghasilan saya tidak seberapa.” Memang tidak persis, tetapi kira-kira itu juga yang ada dalam benak murid-murid YESUS ketika mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan,…” artinya bagaimana kami bisa berbagi dengan segini banyak orang dengan yang kami miliki yang tidak seberapa ini?

Berkat/Gaji/Penghasilan/Keuntungan yang sedikit bukanlah penghalang untuk kita dalam memberi!(pelajari dan renungkan juga kisah tentang janda miskin yang memberi dari kekurangannya, Markus 12:41-44 dan bagaimana kemurahan hati jemaat di Makedonia, 2 Korintus 8:1-4).

Bagaimana kita menyingkirkan penghalang ini? Dengan cara seperti yang dinyatakan dalam peristiwa tersebut : MEMBAWA KEPADA KRISTUS & MENGUCAP SYUKUR! Tanpa kita membawa kepada KRISTUS dan tanpa ucapan syukur kepada-NYA atas segala berkat yang kita terima, penghasilan sebesar apapun akan terasa kurang! Dan perasaan itu menjadi kubu dalam pikiran kita yang menghalangi kita dalam memberi atau memberkati orang lain.

2. “Saya saja masih membutuhkannya”

Melalui ungkapan ini dengan kata lain, “jangankan untuk memeberi, saya saja masih perlu untuk saya sendiri”. “sudahlah, jangan pikirin orang lain dulu, pikirin diri sendiri dulu aja”. Jika disederhanakan dengan satu kata : EGOIS. Orang yang egois tidak pernah memikirkan orang lain sebab yang ada dalam pikiannya hanyalah : “saya, aku, dan gue”. Ini adalah halangan terbesar di dalam memberi.

“Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yohanes 6:8-9).

Ayat ini kembali dikutip agar kita menyadari bahwa peristiwa penuaian berkat melalui mujizat juga ada unsur seorang anak yang memberikan bekal makan yang dibawanya dari rumah berupa 5 roti jelai dan 2 ikan. Bagaimana seandainya anak dalam ayat tersebut memiliki sifat egois dan berkata : “saya membutuhkannya, ini bekal makan untuk saya”. Selama sifat egois masih menguasai hidup kita, selamanya kita akan sulit belajar untuk memberi atau memberkati orang lain.

Bagaimana kita bisa menyingkirkan penghalang ini? BERTOBAT.

Filipi 2:4 “…,dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

“Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. Seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” (2 Kor 8:13-15).