BLOG
COOL SHARING SUPPLEMENT Mei 2017 #3 – “ITU TUHAN !”

ON 22 May 2017, BY GBI Jl. Gatot Subroto - POSTED IN: Artikel

“Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalui terjun ke dalam danau.” – Yohanes 21:7

Kisah TUHAN Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di danau Tiberias adalah kisah yang menarik dan baik untuk dipelajari, seperti halnya semua kisah TUHAN Yesus bersama murid-murid-Nya yang lain. Kisah ini terjadi setelah kebangkitan Yesus dari kematian. Saat itu beberapa murid hendak menangkap ikan namun setelah semalam-malaman berupaya, mereka tidak mendapatkan satu ikan pun. Ketika hari menjadi siang, mereka hendak kembali ke pantai. Saat sudah dekat dengan tepi pantai, Yesus menampakkan diri kepada mereka, namun mereka tidak mengenali-Nya. Yesus bertanya adakah ikan pada mereka, yang tentu mereka jawab tidak ada. Yesus meminta mereka menebar jala ke sisi kanan, di tempat yang sudah sangat dekat dengan pantai. Apa yang terjadi? Mujizat! 153 ekor dan dibutuhkan murid-murid dan perahu-perahu lain untuk membawa ikan-ikan tersebut ke pantai, Yohanes mengenali mujizat ini hanya bisa dilakukan oleh TUHAN, langsung mengenali bahwa itu adalah Yesus TUHAN! Petrus langsung bereaksi: ia mengambil pakaian dan langsung berenang ke pantai menemui Yesus.

Pembahasan minggu ini akan mengangkat beberapa hal penting yang dari kisah perjumpaan ketiga TUHAN Yesus dengan murid-murid-Nya setelah kebangkitan dari kematian-Nya:

1. Jangan frustasi, jangan putus asa (21:3-6, 8-10)

Para murid-murid Yesus adalah para nelayan yang handal. Itulah pekerjaan mereka saat Yesus memanggil mereka menjadi murid-Nya. Mereka sangat menguasai kondisi perairan di danau Tiberias. Namun pada hari itu, mereka tidak mendapatkan ikan sama sekali. Adakah mereka putus asa dan frustasi karena hal itu? Tidak. Mereka terus berusaha, bahkan Alkitab mencatat mereka terus berusaha sampai siang hari. Nelayan mengerti bahwa pagi, bahkan siang hari bukanlah waktu yang baik untuk menjala ikan, namun para murid tetap bekerja. Mereka tidak putus pengharapan dan tetap lakukan yang terbaik yang mereka bisa. Bahkan ketika mereka harus kembali ke pantai, pengarahan Yesus pun mereka ikuti. Melalui tindakan-tindakan ini, ada suatu pesan yang luar biasa yang hendak disampaikan kepada kita:

Jangan frustasi dan jangan putus asa; tetaplah kerjakan yang terbaik karena semua talenta dan kemampuan yang TUHAN berikan kepada kita tidak pernah akan sia-sia.

Terbukalah kepada pengarahan dan nasihat orang lain; bisa saja mereka melihat dan mengetahui sesuatu yang tidak kita mengerti dan justru itulah yang menjadi jalan keluar dari permasalahan kita. Seringkali TUHAN memberi pertolongan dan bantuan melalui orang-orang yang ada disekeliling kita, hanya saja kita sering pula tidak memperhatikan dan mendengarkan masukan dari mereka.

Sebagai anak-anak TUHAN, percayalah bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Justru di dalam kelemahan kitalah TUHAN akan menunjukkan betapa besar kasih dan kuasa-Nya. Percaya bahwa TUHAN pasti akan bertindak dan tidak meninggalkan kita dalam keadaan putus asa dan putus pengharapan.

2. Mujizat adalah upah ketaatan (21:6)

Sekalipun awalnya mereka tidak mengenali Yesus, namun karena mereka memiliki mentalitas sebagai murid, maka ketika Yesus memerintahkan mereka untuk menebarkan jala dengan cara yang tidak lazim, mereka taat dan melakukannya. Roh di dalam mereka tentu bisa merasakan bahwa yang memberi perintah ini bukanlah “orang biasa”. Disini kita melihat suatu kualitas murid Kristus yang benar: secara naluriah mereka akan taat dan lakukan apa yang TUHAN perintahkan, sekalipun tidak terlalu mengerti.

Perhatikanlah ayat 21:6. Di dalam ayat tersebut Yesus memberi perintah dan di ayat yang sama murid-murid langsung melakukan. Mereka tidak berunding dahulu atau berdebat dahulu atau mengomel-ngomel dahulu, melainkan mereka langsung melakukan ketika diperintah. Ketika perintah itu dilakukan, maka lihatlah apa yang terjadi berikutnya:

Mujizat terjadi
Mata mereka terbuka dan mereka menyadari bahwa itu adalah TUHAN Yesus
Mereka menikmati jamuan bersama dengan Yesus

Lebih lanjut di ayat 21:9 dan 13, Yesus meneguhkan mujizat ini dengan jamuan roti dan ikan. Ini tentu mengingatkan murid-murid akan mujizat penggandaaan roti dan ikan untuk 5000 orang lebih di beberapa waktu sebelumnya.

Kita tidak hidup dengan mengandalkan kekuatan logis. Kehidupan kita sebagai anak-anak TUHAN adalah berdasarkan kebenaran Firman TUHAN dan berdasarkan iman. Seringkali kita bingung dan tidak mengerti bagaimana melakukan apa yang TUHAN perintahkan, namun segala sesuatunya menjadi jelas saat kita melangkah taat dengan iman. Percayalah bahwa apa yang TUHAN perintahkan tidak akan merugikan kita, tidak akan mempermalukan kita, tetapi ada mujizat yang akan dinyatakan dan rahasia yang dibukakan kepada kita (21:11). Amin!

3. Berfokuslah pada TUHAN Yesus dan bukan pada berkat (21:7,11)

Yohanes selalu memandang dirinya-lah yang paling dikasihi Yesus, padahal seluruh murid-Nya Ia kasihi sama. Namun ada sesuatu yang luar biasa dari Petrus sehingga Yesus seringkali meluangkan waktu pribadi dengannya. Ketika mujizat terjadi dan ikan berlimpah-limpah mereka dapatkan, apa yang dilakukan Petrus? Begitu ia tahu bahwa orang yang berdiri di tepi pantai itu adalah Yesus, maka Petrus langsung mengenakan pakaian, meninggalkan ikan dan perahunya dan segera berenang menemui Yesus. Petrus menganggap rendah dan tidak berarti semua berkat itu karena ia mengejar yang jauh jauh jauh lebih berharga dari semua berkat TUHAN, yaitu TUHAN Yesus itu sendiri. Petrus tidak salah fokus, mata dan hatinya hanya tertuju kepada Yesus Kristus semata.

Petrus sadar ia telah berbuat dosa yang fatal. Yohanes 18 mencatat bahwa 3 (tiga) kali Petrus menyangkali Yesus, bahkan dengan bersumpah! Petrus menjadi sangat hancur hati karena dosa yang ia buat. Saat Yesus datang di tepi danau Tiberias itu, Petrus menyadari betapa dosa dan telanjang-nya ia di hadapan Allah yang perkasa ini. Petrus segera mengenakan pakaian, tetapi tidak lari dari TUHAN, ia malah mendekat kepada Yesus. Petrus menyadari bahwa ia berdosa dan ia membutuhkan pengampunan dari TUHAN. Itulah sebabnya ia segera menemui Yesus dan kisah selanjutnya dalam 21:15-19 terjadi kisah pengampunan dan rekonsiliasi antara seorang manusia biasa dengan Allah yang perkasa. Ini suatu pembelajaran yang baik untuk kita semua:

Hiduplah dengan fokus kepada TUHAN; bukan masalah, bukan berkat, tetapi arahkan hidup kita kepada Dia, untuk Dia dan bagi Dia, maka segala sesuatu yang kita butuhkan akan Ia penuhi.

Saat kita melakukan kesalahan dan dosa, jangan menjauh dari TUHAN. Justru sebaliknya, baiklah kita mendekat kepada tahta kasih karunia-Nya karena hanya Kristus yang dapat mengampuni, memulihkan dan memberikan kesempatan-kesempatan yang baru kepada kita.

Peneguhan

Bukankah pesan TUHAN minggu ini luar biasa? Ia menguatkan, menghibur saat kita rasanya mungkin tidak ada harapan, saat kita rasanya ingin kompromi terhadap kehendak-Nya dan juga mengingatkan kita agar tidak menjadi salah fokus dalam hidup ini. Saat kita lemah, dengarlah Dia dan datang kepada Dia. Saat kita berbuat kesalahan, datang kepada Dia, mohon pengampunan-Nya dan dengan iman terima pengampunan itu. TUHAN Yesus baik dan TUHAN Yesus sungguh luar biasa. Amin! (CS)

Diskusi

Begitu banyak yang bisa kita dapatkan dari kisah luar biasa ini. Mari, masing-masing orang membaca kembali kisah ini dan sharing-kan apa yang saudara dapat dari kisah ini.

COOL SHARING SUPPLEMENT Juni #1 – ROH KUDUS : ALLAH DALAMKU!

ON 14 June 2016, BY GBI Jl. Gatot Subroto
POSTED IN: Artikel

BAHAGIA KARENA MEMBERI

ON 17 March 2015, BY Felicya Wijaya
POSTED IN: Renungan