BLOG
COOL SHARING SUPPLEMENT April #3 – MENYEMBAH DAN MENYENANGKAN HATI TUHAN JANGAN “SETENGAH-SETENGAH”

ON 17 April 2016, BY GBI Jl. Gatot Subroto - POSTED IN: Artikel

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” ~ Roma 12:1

Kita sedang memasuki hari-hari dimana bagaimana kita hidup untuk menyembah dan menyenangkan TUHAN hendak di goncang oleh iblis. Semenjak manusia pertama ada di atas muka bumi, iblis senantiasa mengeluarkan bujukannya agar manusia tidak menyembah dan menyenangkan TUHAN secara total. Sesungguhnya mengenai menyembah dan menyenangkan hati TUHAN itu juga berbicara bagaimana kita menjalankan hidup kita dan bagaimana kita menggunakan segala sesuatu yang ada dalam hidup kita. Rev. Rick Warren pernah berkata, “Apapun yang engkau lakukan untuk menyenangkan TUHAN adalah tindakan penyembahan.” [Eng: Anything you do that brings pleasure to God is an act of worship.]

Kisah “negosiasi” Musa dengan Firaun menggambarkan bagaimana iblis berusaha untuk membuat anak-anak TUHAN tidak total dalam menyembah dan menyenangkan hati TUHAN. Firaun adalah gambaran iblis, yang membelenggu Israel dengan perbudakan. Perbudakan Israel dulu adalah secara fisik, tetapi akarnya adalah melarang mereka beribadah kepada TUHAN. Kita kini adalah “Israel rohani” yang kalau tidak hati-hati, dapat kembali dibelenggu oleh iblis. Ketika Musa meminta agar Firaun melepaskan bangsa Israel, maka Firaun (“iblis”) menawarkan kompromi:

Tawaran kompromi iblis #1 : Boleh menyembah TUHAN, tetapi gaya hidup tetap duniawi.

Keluaran 8:25 mencatat, “Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini.” Setelah di dera empat tulah, Firaun sepertinya menyerah. Tetapi sebebanrnya tidak. Ia menawarkan Israel boleh menyembah TUHAN, tetapi tetap di Mesir. Dengan kata lain, gaya hidup mereka tetaplah budak. Saudara-saudara, berhati-hatilah. Tidak ada gunanya kita ke Gereja, ke COOL, memuji dan menyembah TUHAN kalau ternyata gaya hidup kita tidak sesuai dengan apa yang TUHAN kehendaki. Jangan ikuti perkataan dunia yang berkata: tidak ada hubungan antara apa yang diajarkan Firman dengan apa yang dilakukan seseorang di dunia. Itu jelas salah! Semua Firman yang kita dengar justru adalah pedoman dan petunjuk bagaimana kita hidup di dunia ini. Jika kita masih bergaya hidup sama dengan dunia, yaitu orang-orang yang belum mengenal TUHAN, itu sama saja kita tidak menyembah/menyenangkan hati Dia.

Tawaran kompromi iblis #2 : Boleh menyembah TUHAN, tetapi tidak usah melakukannya dengan sungguh-sungguh/serius.

Musa menegaskan kepada Firaun bahwa Israel harus menyembah TUHAN di padang gurun, sesuai kehendak TUHAN waktu itu, dan hal tersebut membutuhkan sedikitnya 3 (tiga) hari perjalanan (Keluaran 8:27). Firaun menjawab dalam ayat 28, “…Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. …” Ini jelas tawaran yang menyesatkan! Tawaran ini di zaman modern adalah sama dengan mengatakan: boleh jadi Kristen, tetapi tidak usah terlalu serius! Tidak usah belajar Firman dalam-dalam. Yang biasa-biasa saja dan ambil ayat-ayat yang enak-enak saja. Ini jelas salah dan menyesatkan! Ini juga yang sebenarnya menjadi andalan pengajaran murahan seperti hypergrace yang hanya mengambil ayat seenaknya, menginterpretasikan ayat seenaknya dan menggambarkan TUHAN tidak sebagaimana Ia menggambarkan diri-Nya. Jika kita mengaku sebagai pengikut Kristus, justru kita perlu lebih dalam mengenal Dia, lebih dalam mempelajari Dia dan benar-benar sungguh-sungguh bersama dengan Dia.

Hati-hatilah dengan penyesatan pandangan hypergrace! Salah satu pandangan mereka adalah: Alkitab bukanlah tuntunan hidup orang percaya, tetapi Yesus-lah tuntunan hidup bagi orang percaya. Itu pandangan yang aneh bin ajaib: darimana kemudian tahu mengenai Yesus kalau bukan dari Alkitab? Marilah kita memiliki sikap yang benar: karena Kristus sudah begitu mengasihi kita, justru kita ingin lebih dalam lagi mengenal Dia, mengenal isi hati-Nya, dan menyenangkan Dia. Amin!

Tawaran kompromi iblis #3 : Boleh menyembah TUHAN, tetapi tidak usah melibatkan semua anggota keluarga.

Firaun kembali menawarkan kompromi kepada Israel. Israel boleh menyembah TUHAN tetapi hanya kaum pria-nya saja, kaum wanita dan anak-anak tidak boleh (bacalah Keluaran 10:10-11). Iblis tidak suka melihat keluarga-keluarga di menangkan bagi Kristus dan mengalami pemulihan. Organisasi pertama yang diserang iblis di dunia adalah keluarga. Iblis tahu jika keluarga tidak kuat, maka tubuh Kristus (Gereja)-pun tidak akan kuat. Mengenai keluarga, jangan sampai kita lengah. Kita harus berdoa dan mengajak seluruh anggota keluarga untuk bertobat, menerima Kristus dan menyembah Dia.

Pandangan dunia akan berkata: jangan ajarkan anak-anak kerohanian, biarkan mereka menentukan sendiri jika sudah dewasa. Itu salah! Justru semenjak kecil-lah mereka harus diperkenalkan kepada kebenaran Firman TUHAN. Dunia berkata itu adalah hak asasi, tetapi TUHAN menetapkan itu adalah tugas orang tua. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Amsal 22:6). Jaga keluargamu dan bawa semua anggota keluargamu menjadi penyembah-penyembah Allah yang sungguh-sungguh.

Tawaran kompromi iblis #4: Boleh menyembah TUHAN, tetapi tidak menggunakan berkat dan kekayaan yang ada pada kita.

Kompromi terakhir yang ditawarkan iblis supaya kita menjadi penyembah yang setengah-setengah adalah menyembah TUHAN tetapi tidak menggunakan berkat dan kekayaan yang ada pada kita. Tawaran yang sama sedang digemborkan iblis di dunia saat ini: tetaplah menyembah TUHAN, tetapi tidak dengan uangmu, tidak dengan talenta dan tidak dengan kemampuanmu. Saudara, jangan lupa, berkat dan kekayaan orang percaya berasal dari TUHAN. Memang betul TUHAN tidak membutuhkan kekayaan kita, tetapi untuk melakukan pelayanan/pekerjaan TUHAN di atas dunia ini memerlukan kekayaan kita. Amsal 3:9-10 jelas memerintahkan kita untuk mempergunakan berkat yang ada pada kita sebagai sarana memuliakan TUHAN. Kalau kita berpendapat bahwa harta kita tidak ada hubungannya dengan penyembahan dan hanya untuk digunakan bagi kita sepenuhnya, maka hati-hatilah, iblis mendapatkan kemenangannya. Ingatlah, TUHAN yang kita sembah adalah Raja diatas segala raja; Ia sanggup memenuhi apapun yang kita butuhkan (bacalah bersama-sama Filipi 4:19).

Pada akhirnya, saudara-saudaraku, jangan kita menyembah Dia setengah-setengah. TUHAN tidak pernah setengah-setengah dengan kita. Kristus menyatakan kasih-Nya secara total. Ingatlah salib-Nya, yaitu bagaimana Ia menyatakan cinta-Nya pada kita sampai mati. Ingatlah kepada kubur yang kosong karena Ia telah bangkit, sehingga kita yang percaya kepadanya memiliki pengharapan, mendapatkan kemenangan dan kuat di dalam Dia. Dia layak untuk menerima segala hormat, pujian dan kemuliaan untuk selama-lamanya. Amin!

Renungan: Mengumpulkan Harta di Surga

ON 7 November 2015, BY Fiona Tivatina
POSTED IN: Renungan

Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

ON 9 August 2015, BY Glory Artauli S
POSTED IN: Renungan