BLOG
COOL SHARING SUPPLEMENT Oktober #2 – HIDUP DALAM KEROHANIAN YANG TERUS BERTUMBUH

ON 1 October 2016, BY GBI Jl. Gatot Subroto - POSTED IN: Artikel

Saat seseorang menerima TUHAN YESUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT, maka orang tersebut menerima kuasa sebagai anak-anak Allah (Yoh 1:12) dan mengalami keselamatan karena anugerah TUHAN (Roma 10:9-10). Namun demikian tahapan ini bukanlah akhir dari segalanya, sama seperti halnya seperti seorang mempelai wanita berkata kepada mempelai prianya : “Aku menerima engkau sebagai suamiku” yang merupakan tahap awal dari kehidupan berumah tangga dimana janji nikah yang singkat ini merupakan suatu pernyataan penerimaan,namun dibutuhkan perjalanan seumur hidup untuk mengimplementasikan pernyatan itu.

Orang yang telah menerima TUHAN YESUS harus terus menerus belajar mengenal-NYA secara lengkap dan utuh. Inilah yang disebut dengan hidup dalam kerohanian yang terus bertumbuh. Untuk dapat hidup dalam kerohanian yang terus bertumbuh, orang percaya harus melawan musuh besar dari pertumbuhan rohani yakni RASA NYAMAN. Rasa nyaman yang muncul karena menganggap seluruh proses keselamatan sudah selesai (tuntas/genap) seperti yang diajarkan oleh hyper grace. Rasa nyaman seperti ini menghalangi pertumbuhan rohani, membuat mereka tidak lagi memiliki keinginan untuk mengerjakan keselamatan yang sudah Allah berikan.

Dalam Alkitab ada 2 (dua) contoh tokoh Alkitab yang berkaitan dengan rasa nyaman :

1. Abraham Meninggalkan Rasa Nyaman (Kejadian 12:1)
Abraham diperintahkan oleh TUHAN untuk pergi dari negerinya ke satu tempat yang baru. Dimana tempatnya dia tidak tahu, yang dia tahu adalah siapa yang menyuruh dia pergi pada waktu itu. Padahal pada waktu itu Abraham adalah seorang tuan tanah di Ur-Kasdim, memiliki banyak ternak dan budak. Namun apa yang dilakukan Abraham? Dia tetap meninggalkan kehidupannya yang nyaman untuk memulai sebuah perjalanan iman. Abraham adalah contoh orang yang demi menanggapi rencana Tuhan, berani menempuh perjalanan hidup yang penuh tantangan.

2. Daud Mempertahankan Rasa Nyaman (2 Samuel 11:1-13)
Ketika tentaranya berperang dengan sengit di musim peperangan , Raja Daud malah menikmati rasa nyaman dalam hidupnya dengan tetap tinggal di Istana. Dengan kedudukan sebagai raja, apapun yang menjadi keinginan Daud bisa diperolehnya. Rasa nyaman membuat Daud lupa pada tanggung jawabnya sebagai raja untuk memimpin peperangan.

Tidak ada yang salah dengan menikmati zona nyaman kita, tapi jangan menjadi statis, tidak mau melakukan apa-apa karena terbuai dengan rasa nyaman. Kehidupan rohani yang statis dapat membahayakan keselamatan.

YOUTH SHARING SUPPLEMENT April #4 – WALKING BY FAITH

ON 24 April 2016, BY GBI Jl. Gatot Subroto
POSTED IN: Artikel

COOL SHARING SUPPLEMENT April 2017 #3 – KASIH TUHAN TANPA BATAS

ON 1 April 2017, BY GBI Jl. Gatot Subroto
POSTED IN: Artikel