BLOG
YOUTH SHARING SUPPLEMENT April 2017 #2 – LEARNING TO DEAL WITH TEMPTATION

ON 1 April 2017, BY GBI Jl. Gatot Subroto - POSTED IN: Artikel

Baca: Kejadian 39:9- 10, “..bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia”

Suatu ketika, Leo sedang main ke rumah Jerry untuk mengerjakan tugas akhir kelompok kampusnya. Sebenarnya Leo tidak berniat untuk mengerjakan tugas, karena notabennya dia adalah mahasiswa yang malas dan suka mabuk-mabukan. Berbeda dengan Jerry yang sangat rajin dan hidup takut akan Tuhan. Ketika itu, orang tua Jerry sedang bertugas ke luar kota dan ia sendirian di rumah, maka kesempatan ini dimanfaatkan Leo mengajak Jerry untuk pergi ke pub untuk mabuk-mabukan. Karena Jerry adalah anak yang taat dan teguh pendirian, ia pun menolak ajakan Leo, sehingga Leo marah kepada Jerry dan pergi sendiri.

Youthers, ilustrasi di atas mengajarkan kita bahwa diperlukan iman teguh kepada Tuhan untuk menghalau setiap godaan yang dapat menjerumuskan kita jatuh dalam dosa. Jerry tidak menerima ajakan Leo, karena ia takut akan Tuhan dan tahu bahwa itu akan menjerumuskannya ke dalam dosa.

Sama halnya dengan kisah Yusuf yang digoda oleh istri Potifar. Pada saat itu Yusuf sedang sendirian bersama istri tuannya di rumah. Istri Potifar berusaha menggoda Yusuf untuk tidur dengannya. Yusuf bisa saja tergoda, karena tidak ada orang yang akan melihatnya, tetapi nyatanya Yusuf tidak menanggapinya. Ia menolak dengan tegas godaan istri Potifar itu meski kesempatan sudah begitu terbuka di depan mata. Youthers, coba kita perhatikan ayat ke-10-12, ternyata berulang kali dari hari ke hari istri Potifar tidak menyerah untuk terus membujuk Yusuf untuk bersetubuh dengannya, tetapi Yusuf tidak mendengarkannya dan memilih untuk menjauh darinya. Hal ini membawa kegeraman pada istri Potifar, sehingga Yusuf difitnah. Potifar kemudian memenjarakan Yusuf atas tuduhan perbuatan yang sebenarnya sama sekali tidak ia lakukan.

Youthers, mungkin timbul pertanyaan dibenak kita, mengapa Yusuf memiliki pertahanan yang kuat terhadap godaan istri Potifar itu? Ada dua alasan. Pertama, Yusuf mau memegang teguh kepercayan yang telah diberikan tuannya Potifar terhadap dirinya (ayat 8-9). Dan kedua, Yusuf tahu bahwa biar bagaimanapun Tuhan akan melihat segala sesuatu yang dilakukannya. Meski ketika ia sendirian dan tidak ada satupun manusia yang melihat, tetapi Yusuf tahu bahwa Tuhan melihat, maka dari itu dalam ayat 9b, ia berkata: “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Youthers, Yusuf mau menjaga kepercayaan yang telah ia terima, tapi lebih dari itu ia tidak mau terjebak untuk melakukan kejahatan yang besar yang artinya berbuat dosa terhadap Tuhan. Ini kualitas luar biasa dalam diri Yusuf. Ketika kita diperhadapkan dengan godaan yang dapat melemahkan kita, sekalipun itu terasa nikmat dan menyenangkan secara kedagingan tetapi satu hal yang kita harus ingat bahwa biar bagaimanapun Tuhan tetap mengetahui segala sesuatu yang kita lakukan. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12)

Renungan: Iman yang Menetap

ON 9 September 2015, BY Fiona Tivania
POSTED IN: Renungan

YOUTH SHARING SUPPLEMENT April #2 – Forgive and Forget

ON 10 April 2016, BY GBI Jl. Gatot Subroto
POSTED IN: Artikel