BLOG
YOUTH SHARING SUPPLEMENT April #2 – Forgive and Forget

ON 10 April 2016, BY GBI Jl. Gatot Subroto - POSTED IN: Artikel

Yesaya 64:9, “Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu.

Youthers, dalam ayat di atas, bangsa Israel berdoa memohon pengampunan dari Tuhan, agar Tuhan jangan mengingat-ingat kesalahan mereka dan mau mengampuni mereka. Tentunya kita tahu bahwa Tuhan pastilah mengampuni dan melupakan semuanya. Tetapi bagaimana dengan kita? Apakah kita juga melupakan semua kesalahan yang orang lain pernah perbuat kepada kita begitu saja? Kebanyakan dari kita mungkin sudah mengampuni, tetapi belum bisa melupakan kesalahan orang lain kepada kita bukan?

Youthers, perhatikan Firman Tuhan dalam Matius 18:22, “Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan [mengampuni] sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”. Dalam ayat ini diceritakan bagaimana Petrus yang adalah salah satu murid Yesus yang paling menonjol dan salah satu yang paling mengerti tentang Firman Tuhan, tiba-tiba bertanya kepada Yesus tentang berapa kali ia harus mengampuni saudaranya ketika ia berbuat dosa kepadanya. Saat itu dia justru membuat standar sendiri: apakah sampai tujuh kali sudah cukup (ay. 21)? Akan tetapi Yesus membuat standarNya sendiri, yaitu kita harus memaafkan sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali yaitu 490 kali (ay. 22).

Youthers, 490 kali di sini hanyalah sebuah kiasan saja, yang artinya kita harus mengampuni sebanyak-banyaknya dan seterusnya. Ini adalah inti dari mengampuni. Mengampuni tidak hanya sekedar memaafkan (forgive) tetapi mengampuni juga mengandung unsur melupakan (forget). Teladan terbesar dari mengampuni adalah Tuhan sendiri. Ketika Tuhan mengampuni kita, Ia tidak hanya sekedar memaafkan kita tetapi juga melupakan segala dosa-dosa kita.

Marilah Youthers, setiap kita belajar tidak hanya mengampuni tetapi juga mau melupakan kesalahan-kesalahan yang orang lain perbuat kepada kita.

Ketika kita mengampuni orang lain, mintalah agar Tuhan yang mengganti hati kita dengan hati yang baru (Yeh 36:26). Hanya Tuhanlah yang dapat mengganti hati kita, Ketika hati kita sudah penuh dengan luka akibat kesalahan orang lain, maka ketika kita mau mengampuni orang tersebut dengan cara memaafkan (forgive) dan melupakan (forget), maka Tuhan akan mengganti hati kita dengan hati yang baru.

Pengajaran dan Renungan: Sanctification Love

ON 13 September 2015, BY Yonathan Cahyadi
POSTED IN: Renungan