BLOG
Renungan: Iman yang Menetap

ON 9 September 2015, BY Fiona Tivania - POSTED IN: Renungan

Baca: Lukas 8 : 43 – 48

Dalam kisah ini,diceritakan bahwa ada seorang perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun.Tidak ada tabib yang sanggup menyembuhkan dia, bahkan setiap usaha yang dilakukan para tabib justru memperparah keadaan perempuan itu.Namun,dia memiliki iman yang sangat kuat. Ia percaya akan memperoleh kesembuhan saat ia mnjamah ujung jubah Yesus.Seketika itu juga,penyakitnya lenyap pergi meninggalkan tubuhnya. Untuk mengalami mujizat,kita harus menaruh iman dan pengharapan sepenuhnya pada Tuhan. Bukan iman yang bersifat sementara,melainkan iman yang bersifat menetap.Iman yang bersifat menetap itu juga harus terus bertumbuh setiap hari semakin kuat di dalam Tuhan. Perempuan yang sakit pendarahan itu akhirnya percaya pada Tuhan setelah menghabiskan seluruh hartanya untuk berobat pada tabib,bukankah seharusnya kita dapat menggantungkan hidup kita pada Tuhan bukan hanya saat kita terdesak dan sudah kehilangan segalanya?Memang saat kita didatangi masalah,iman kita terkadang bisa goyah.Karena itu penting untuk membaca dan merenungkan Firman.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus

Ada tertulis di dalam alkitab bahwa iman yang tidak disertai perbuatan pada hakekatnya adalah mati.Kita tidak bisa berkata “Saya beriman pada Tuhan.” namun tak ada perbuatan kita yang dapat membuktikan hal itu.Hidup orang beriman pasti berbeda dengan hidup orang dunia,mereka akan membenci hal-hal yang jahat dan melakukan hal-hal yang berkenan di mata Tuhan. :)

Milikilah iman yang tetap dan teguh, sebab kuat teguhlah Tuhan kita Yesus Kristus