BLOG
Kuasa Tuhan Dalam Kelemahanku

ON 9 December 2015, BY Glory Artauli S - POSTED IN: Renungan

Baca: 2 Korintus 12:1-10
2 Kor 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa kristus turun menaungi aku.

Kelemahan merupakan bagian dari hidup manusia. Setiap hari kita dihadapi oleh berbagai masalah karena kelemahan, baik itu kelemahan fisik, emosional, intelektual, dan rohani. Dalam kehidupan ini penuh dengan hal-hal yang tak terduga, dan kerap kali terjadi sesuatu hal di luar kendali kita. Sebaik apapun kita berusaha ketika masalah hidup tidak bisa dikendalikan, kita merasa begitu lemah. Biasanya kita menyangkali kelemahan ini, mempertahankannya, memberikan alasan, menyembunyikan, dan membencinya. Hal inilah yang menghalangi Tuhan memakai masalah-masalah tersebut seperti yang diinginkan-Nya.

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat,dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.” (1 Kor 1:27)

Kelemahan kita bukanlah suatu kebetulan. Tuhan mengizinkan itu dalam kehidupan kita dengan tujuan menunjukkan kuasa-Nya melalui kita. Ketika kita berpikir tentang keterbatasan dalam kehidupan kita, kita mungkin pernah menarik kesimpulan, “Tuhan tidak akan pernah dapat memakaiku.” Tetapi Tuhan tidak pernah dibatasi oleh keterbatasan kita. Seperti keramik biasa, kita rapuh, kita cacat, dan mudah pecah, tetapi Tuhan akan memakai kita jika kita mengizinkan Dia bekerja melalui kita. Langkah pertama, akuilah kelemahan kita. Akuilah ketidaksempurnaan kita. Berhentilah berpura-pura memiliki semuanya dan jujurlah tentang diri sendiri jangan hidup dalam penyangkalan atau membuat berbagai alasan, tetapi luangkanlah waktu untuk mencari tahu kelemahan kita dan penting juga bukan hanya mengenal pribadi kita tetapi jauh lebih penting mengenal pribadi Yesus melalui kebenaran firman-Nya. Selanjutnya belajar lah untuk bermegah atas kelemahan kita dan jadikan itu sebagai kekuatan. Mungkin ini terkesan tidak masuk akal. Kita ingin dilepaskan dari kelemahan kita, bukannya puas dengan semua itu! Tetapi rasa puas adalah ekspresi iman dalam kebaikan Tuhan. Kepuasan berarti, “Tuhan, aku percaya bahwa Engkau mengasihiku dan mengetahui yang terbaik untukku.” Suatu keterbatasan dapat bertindak sebagai pengendali yang menjaga kita untuk tidak berjalan terlalu cepat dan berlari mendahului Tuhan. Di atas segalanya, kelemahan-kelemahan kita meningkatkan kapasitas untuk simpati dan pelayanan. Tuhan ingin kita mempunyai pelayanan seperti Kristus di bumi ini. Itu berarti orang lain akan menemukan kesembuhan dalam luka-luka kita. Dalam Hakim-Hakim 6:12, dimana kelemahan Gideon adalah rasa rendah diri dan tidak aman, tetapi Tuhan mengubahnya menjadi “pahlawan yang gagah berani.” Jika yang dilihat oleh semua orang hanyalah kekuatan kita, mereka akan berkecil hati dan berpikir, “Ya, baik untuk dia, tetapi aku tidak akan pernah dapat melakukannya.” Tetapi ketika mereka melihat Tuhan memakai kita walaupun ada kelemahan, itu akan membuat mereka terinspirasi dan berpikir, “Tuhan pasti akan memakaiku.” Kekuatan kita menciptakan persaingan, tetapi kelemahan kita menciptakan komunitas. Setiap titik dalam kehidupan kita, kita harus memutuskan apakah kita mau membuat orang lain kagum atau mempengaruhi orang lain. Kita dapat membuat orang lain kagum dari jauh, tetapi kita harus mendekat untuk mempengaruhi mereka, dan ketika kita melakukannya bukan dengan berpura-pura menjadi sempurna, melainkan dengan bersikap jujur.

So … jangan pernah berkecil hati, tetap lakukan terobosan-terobosan bersama Tuhan dalam hidupmu.

ALAMILAH KEPENUHAN ROH KUDUS

ON 24 May 2015, BY Felicya Wijaya
POSTED IN: Renungan