BLOG
MASALAH HATI

ON 25 March 2015, BY Felicya Wijaya - POSTED IN: Renungan

“Seperti air mencerminkan wajah, demikian hati manusia mencerminkan manusia itu” Amsal 27:19

Tidak mudah ketika seseorang ingin mengevaluasi diri sendiri, karena hal ini menyangkut soal kejujuran yang merupakan unsur utama dalam melakukan evaluasi. Kendala terbesar yang menjadi penghalang ketika seseorang melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri adalah adanya keangkuhan yang besar, kesombongan diri, kemunafikan atau keengganan untuk berubah. Tidak banyak orang yang mau mengevaluasi diri tentang kondisi hatinya, karena hal ini membutuhkan kerendahan hatinya untuk mengakui kekurangan atau kesalahannya yang sebenarnya dia sendiri sudah mengetahuinya. Seringkali kita berpura-pura dan berusaha menutup-nutupi hati kita dengan berbagai upaya agar orang lain tidak tahu yang sebenarnya. Ingat Firman Tuhan berkata: “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (1 Samuel 16:7b). Mari kita belajar dari hidup Daud yang tidak pernah berhenti memohon kepada Tuhan agar Ia senantiasa menyelidiki hatinya. Daud berseru: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku” (Mazmur 139:23). Walaupun Daud adalah seorang pemimpin besar, tetapi ia juga sadar bahwa sebagai manusia biasa hidupnya penuh dengan kekurangan, secara khusus dalam hal ini adalah menyangkut hati dan pikirannya yang mungkin saja bisa dipenuhi dengan kebencian dan sakit hati atas berbagai masalah dan peristiwa yang tidak mengenakkan, yang dialaminya. Akhirnya, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). Daud tidak mau membiarkan hal-hal negatif itu menguasai hati dan pikirannya, karena itu dia selalu memohon kepada Tuhan untuk menyelidiki hatinya dan sekiranya dia menyimpang, biarlah Tuhan yang mengingatkannya untuk kembali lagi ke jalan-Nya. Hati dapat menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan, karena segala tindakan kita berasal dari hati dan pikiran, termasuk di dalamnya perbuatan dosa. Apakah kita telah menggunakan pikiran kita secara efektif dan benar? Apakah kita sedang memikirkan kejelekkan orang lain ataukah kita sedang merancang kejahatan di dalam hati kita? Filipi 4:8 berkata: “Jadi akhirnya, saudara-saudara semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Bila hati kita masih dipenuhi dengan segala jenis kejahatan seperti ketakutan, kekuatiran dan juga kedegilan, datanglah segera kepada Tuhan, akuilah dengan jujur dan mohonlah agar Tuhan menyelidiki hati kita, maka Dia pasti sanggup memulihkan!

Hati yang dipenuhi dengan kebenaran Firman Tuhan akan selalu memancarkan kasih dan kebaikan bagi sesama.

Sumber diambil dari: http://sinodegbi.or.id/