BLOG
Pakai Aku

ON 12 January 2016, BY Raymond - POSTED IN: Renungan

Baca: 1 Samuel 17:1-50
1 Samuel 17:4 “Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.”

Seringkali para pendeta mengalami kekhawatiran setelah mereka selesai melakukan pelayanan ataupun berkhotbah. Kekhawatiran yang utama tentu saja adalah, apakah khotbah ataupun pelayanan yang dilakukan akan berhasil mengubah jemaat yang mendengar / dilayani? Dan apakah apabila perubahan itu terjadi, berapa lamakah perubahan itu akan bertahan? Kekhawatiran ini timbul bukan karena adanya intimidasi semata, namun karena memang sejujurnya sangat sulit untuk mengubah pola pikir dan perilaku manusia. Banyak di antara kita yang telah menjalani ret-ret pemulihan luka batin dan gambar diri (seperti HMC yang dilakukan di GBI Tanjung Duren), namun tidak lama setelahnya kembali ke kebiasan lama yang buruk dan merusak. Ada juga yang sudah mendengar khotbah mengenai kejujuran berulang kali, namun tetap saja melakukan “bohong – bohong kecil” setiap harinya. Bila mau jujur diakui, mungkin para pendeta di sekitar kita sudah capek dan desperate. Mungkin kita juga sudah capek dan desperate. Bila pendeta dan diri kita saja mungkin sudah capek dan desperate, kita harus sungguh-sungguh sadar dan bersyukur, kalau Tuhan Yesus kita belum capek dan desperate menangani kita yang kelihatannya tidak pernah ada perubahannya ini. Karena itu, salah satu pendeta saya percaya bahwa mukjizat terbesar memang saat kita diselamatkan Yesus, namun mukjizat kedua terbesar adalah saat hati kita mau dirubah.

Proses kita jatuh bangun dalam dosa juga bukan hal baru lagi, Diceritakan di kitab 1 samuel 17:1-16, orang-orang Israel terus menerus mengatur barisan, hanya untuk kembali merasa cemas dan takut saat Goliat datang dan menghardik mereka. Hal ini terjadi tidak tanggung – tanggung, sampai 80 kali mereka merapatkan barisan, hanya untuk merasakan kegentaran dan ketakutan setelahnya. Tanpa pernah melakukan apapun. Untunglah ada seseorang yang berbeda dari seluruh bangsa Israel ini. Seseorang bernama Daud. Di saat semua orang lain ketakutan dan gentar melawan raksasa di depan mereka, Daud berani berkata kepada Tuhan “Pakai Aku Tuhan”. Ada saat-saat di mana kita merasakan Takut dan Gentar menghadapi masalah-masalah kita. mungkin kita merasa pergumulan kita di dalam dosa dan kedagingan sebagai suatu raksasa yang sulit untuk dikalahkan. Mungkin Berkali – kali kita sudah berkomitmen dan membentuk barisan, hanya untuk jatuh dan kembali ke kebiasaan – kebiasaan lama kita. Kenyataan nya adalah, Doa seperti Daud lah yang akan lebih menggetarkan hatinya Tuhan. Bukan doa yang berbunyi “Tolong aku” atau “Lindungi aku”, melainkan doa “Pakai aku Tuhan”. Mungkin kita memang lemah, masih banyak kekurangan dan noda dosa. Mungkin ada orang – orang lain yang lebih cakap ataupun lebih pintar, Namun suatu keberanian untuk melangkah, keberanian untuk melawan Dosa ataupun melakukan hal-hal baru yang belum berani kita lakukan sebelumnya. Doa seperti itulah yang lebih menggetarkan hatinya Tuhan. Karena memang bukan kuat dan gagah kita, namun bila kita berani melangkah bersama Tuhan, pasti Tuhan akan berikan kemenangan.

So, beranikan lah dirimu dan melangkahlah bersama Tuhan. Hadapi Raksasamu, dan menanglah bersamaNya.

PS: disadur bebas dari Khotbah Pdt.Ricky dengan judul yang sama.