BLOG
YOLO?

ON 28 April 2016, BY Fiona Tivania - POSTED IN: Renungan

1 Korintus 15:50 Saudara-saudara,inilah yang hendak kukatakan kepadamu,yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Pernah dengar YOLO? YOLO adalah sebuah akronim dari You Only Live Once. Banyak orang yang mendasari tindakannya pada slogan tersebut. Mereka berpikir bahwa kehidupan ini hanya sekali,lakukan saja hal-hal yang membuatmu puas dan senang. Hidup hanya satu kali? Orang percaya memiliki dua kehidupan, bukan satu. Kehidupan pertama kita berasal dari debu tanah dan kehidupan kedua kita berasal dari Surga nantinya.

Tubuh jasmani kita sekarang ini merupakan tempat kediaman Tuhan. Maka dari itu, kita harus menjaganya agar tetap kudus. Saat kita hidup di dunia untuk melaksanakan tugas dari Bapa di Surga,tubuh jasmani kita masih bisa dirusak. Saat kuman penyakit menyerang,metabolisme tubuh terganggu. Saat terjatuh, kita bisa berdarah,patah tulang,dan sebagainya. Manusia juga dapat mengalami kematian.

Kematian adalah tubuh yang tertidur sementara. Saat kita mati, kita meninggalkan daging dan roh kita akan pergi sambil menunggu hari kebangkitan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang baru. Tubuh yang baru itu bersifat mulia dan serupa seperti tubuh Kristus.

Filipi 3:20-21,”Karena kewargaan kita adalah di dalam Sorga,dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini,sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia,menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukan segala sesuatu kepada diri-Nya.”

Hari itu akan datang, Tuhan akan mengangkat anak-anakNya ke Surga dan memberikan kita semua tubuh kemuliaan. Tubuh yang telah berubah ini tidak dapat hancur, tidak akan ada lagi rasa sakit. Apa yang binasa tidak dapat masuk ke dalam Surga. Tetaplah berpegang pada Yesus, God Bless! :)

Renungan: Mengumpulkan Harta di Surga

ON 7 November 2015, BY Fiona Tivatina
POSTED IN: Renungan

Kesaksian: Tuhan menggenapi Janji-Nya

ON 5 August 2015, BY Hanz & Amalia
POSTED IN: Kesaksisan