Acara

Healing Movement Camp - Youth & Dewasa Muda
Kegerakan Pemulihan Allah dalam Healing Movement Camp belum berakhir. Kali ini, giliran anak-anak muda, Youth dan Dewasa Muda, mengalaminya. Ketika sepertinya tidak ada harapan untuk dipulihkan, maka tiba-tiba janji Pemulihan itu nyata dalam Healing Movement Camp. Daftarkan segera diri Anda!
26, 28, 29, 31 Agustus 2010, GBI Tanjung Duren lt.3 - Jl. Tanjung Duren Barat 1 Blok G No. 1D-1L
- Praise & Worship night "Giving Our Best"
- Dewasa Muda [DM]: When It's Hard to Say I Love You
- Salt N' Light Youth : "True Worshippers" - Empower Night
Acara lainnya
Warta sepekan
Pendaftaran di Counter COOL setelah Ibadah Raya
Selasa, 24 Agustus 2010 - Pukul 19.30-21.00 WIB - GBI Tanjung Duren lt.2
26, 28, 29 Agustus dan 2 September 2010 - GBI Tanjung Duren (Tidak menginap)
Jadwal Ibadah
Minggu, 8.00 - 10.00, 10.00 - 12.00 & 17.30 - 19.00 WIB
Ruang Ibadah Sekolah Minggu, Lt.3
Senin - Minggu, 11.00 - 17.00 WIB
Ruko Metro Lt. III, Jl. Tanjung Duren Barat I Blok G3 No. 1P
Senin s/d Jumat (Hari Raya Libur), Senin s/d Jumat, Jam 8.00 - 10.00
Ruko Klinik & Study Club Lt.1
PESAN GEMBALA

Menyongsong Akhir Jaman
Pdm Agustinus Puspawiguna
Ibadah Siang 02 Agustus 2009
Bacaan Firman Tuhan: I Korintus 7:29-31, Roma 14:17-19, Yoel 2:28-32, Yoel 3:9-10, II Timotius 3:2-4, II Samuel 23:8-17.
Shalom saudara, mari kita baca bersama dari I Korintus 7:29-31. Perikop ini adalah berbicara mengenai akhir jaman. Banyak hamba Tuhan yang mengkonfirmasikan mengenai hal ini, bahwa Yesus datang segera.
I Korintus 7:29-31 mengajarkan bahwa pada saat yang sudah sangat dekat ini, kita yang beristeri harus berlaku seolah tidak beristeri, yang menangis seolah tidak menangis, yang bergembira seolah tidak bergembira, yang membeli seolah tidak memiliki apa yang dibeli. Apa maksudnya ?
Sebagai contoh kalau suatu saat kita sedang di bandara, dan berada di Airport Lounge. Karena fasilitas khusus yang kita miliki, kita mendapatkan fasilitas yang begitu mewah di airport lounge tersebut. Tiba-tiba terdengar panggilan bahwa pesawat kita sudah akan tinggal landas. Apa yang kita lakukan ? Maka kita harus tinggalkan semua kemewahan fasilitas yang kita terima, dan bergegas untuk naik pesawat.
Contoh lainnya adalah apabila kita hendak berangkat dengan pesawat ke suatu tempat yang lain, maka kita harus berpelukan dan berpisah dengan orang-orang yang kita kasihi. Sekalipun kita begitu menyayangi mereka, namun tetap kita harus berpisah dengan mereka. Seperti itu jugalah pada saat-saat akhir, di mana kita harus meninggalkan segala keduniawian ini.
Roma 14:17 mengajarkan bahwa pada saat-saat akhir jaman ini, kita jangan memusingkan mengenai makanan, minuman dan segala keduniawian, tetapi kita harus pikirkan mengenai kebenaran Allah.
Yoel 2:28-32 menceritakan mengenai apa yang akan terjadi di akhir jaman, yaitu akan ada pencurahan Roh Kudus yang luar biasa, mukjizat kreatif akan terjadi, dan akan ada penuaian besar-besaran.
Apa yang harus kita lakukan pada akhir jaman ? Yoel 3:9-10 mengajarkan kita untuk menjadi prajurit Tuhan dan berperang. Pada jaman perang, orang yang siap maupun yang tidak siap, sama-sama merasakan perang. Hanya ada 2 pilihannya yaitu kita mau jadi prajurit atau rakyat biasa. Jadilah prajuritnya Tuhan.
II Timotius 3:2-4 menyimpulkan bahwa pada akhir jaman, manusia akan lebih cinta kepada dirinya sendiri dan lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.
Bagaimanakah sikap seorang prajurit atau pahlawan ? II Samuel 23:8-17 menceritakan mengenai 3 orang pahlawannya Daud. Sikap seperti itulah yang diinginkan Tuhan, yaitu sikap penerobos, bukan sekedar terima terobosan.
Ketiga pahlawan Daud berperang melawan orang Filistin sekalipun tentara-tentara Israel yang lainnya telah melarikan diri. Padahal mereka hanyalah mempertahankan sebidang tanah yang penuh kacang merah. Tetapi kalau Tuhan menghendaki demikian, kita harus melakukannya dengan segenap hati dan sungguh-sungguh, maka Tuhan akan memberkati hidup kita.
Mungkin dalam hidup, kita merasa bahwa yang kita kerjakan adalah hal yang sepele. Tetapi kita harus tetap mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hati, sebab Tuhan mencari orang yang tekun dan gigih. Tuhan pasti memberkati hidup kita. Marilah kita setia kepada perkara yang kecil, maka Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar lagi bagi kita.
II Samuel 23:15 menceritakan bagaimana Daud tiba-tiba memiliki kerinduan untuk minum air dari perigi Betlehem. Sebenarnya Daud tidak memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk mengambilkan air tersebut, tetapi hanyalah kerinduan yang diucapkannya saja. Tetapi ketiga pahlawan Daud langsung mengambilkan air sebagaimana kerinduannya Daud.
Kita harus mengerti kerinduan Tuhan. Mengapa kita jarang mendengar suara Tuhan ? Karena mungkin kalau kita mendegar suara Tuhan, belum tentu kita lakukan. Penting bagi kita untuk bisa menangkap kerinduan Tuhan.
Setelah pahlawan-pahlawan Tuhan memberikan air tersebut kepada Daud, Daud tidak mau meminumnya, dan mempersembahkannya kepada Tuhan. Daud berkata bahwa inilah darah orang-orang yang telah pergi mempertaruhkan nyawanya. Daud mempersembahkan darah, yaitu perngorbanan. Apakah kita lebih sering mempersembahkan darah atau air kepada Tuhan ? Apakah kita berkorban melakukan sesuatu untuk Tuhan ? Dalam pelayanan, apakah kita berpikir, "yah kalau sempat kita layani", atau dalam keadaan apapun juga, sekalipun berat, kita tetap melayani Tuhan ? Itu artinya kita bukan lagi memberi air buat Tuhan, tetapi darah. Persembahkanlah senantiasa darah (pengorbanan) buat Tuhan.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter
