Acara

Healing Movement Camp - Youth & Dewasa Muda
Kegerakan Pemulihan Allah dalam Healing Movement Camp belum berakhir. Kali ini, giliran anak-anak muda, Youth dan Dewasa Muda, mengalaminya. Ketika sepertinya tidak ada harapan untuk dipulihkan, maka tiba-tiba janji Pemulihan itu nyata dalam Healing Movement Camp. Daftarkan segera diri Anda!
26, 28, 29, 31 Agustus 2010, GBI Tanjung Duren lt.3 - Jl. Tanjung Duren Barat 1 Blok G No. 1D-1L
- Praise & Worship night "Giving Our Best"
- Dewasa Muda [DM]: When It's Hard to Say I Love You
- Salt N' Light Youth : "True Worshippers" - Empower Night
Acara lainnya
Warta sepekan
Pendaftaran di Counter COOL setelah Ibadah Raya
Selasa, 24 Agustus 2010 - Pukul 19.30-21.00 WIB - GBI Tanjung Duren lt.2
26, 28, 29 Agustus dan 2 September 2010 - GBI Tanjung Duren (Tidak menginap)
Jadwal Ibadah
Minggu, 8.00 - 10.00, 10.00 - 12.00 & 17.30 - 19.00 WIB
Ruang Ibadah Sekolah Minggu, Lt.3
Senin - Minggu, 11.00 - 17.00 WIB
Ruko Metro Lt. III, Jl. Tanjung Duren Barat I Blok G3 No. 1P
Senin s/d Jumat (Hari Raya Libur), Senin s/d Jumat, Jam 8.00 - 10.00
Ruko Klinik & Study Club Lt.1
PESAN GEMBALA

Persiapan Mempelai Wanita Menyongsong Mempelai Pria
Pdm Agustinus Puspawiguna
Ibadah Siang 06 September 2009
Bacaan Firman Tuhan: Kidung Agung 5:2-7.
Kita adalah mempelai perempuannya Tuhan. Dalam Kitab Agung 5 diceritakan mengenai kerinduan mempelai perempuan di dalam menyongsong mempelai pria. Hal tersebut merupakan potret situasi agar jangan sampai gereja berlaku sebagaimana cerita di dalam Kidung Agung 5:2-5.
Apa akibatnya jika gereja berlaku seperti itu ? Ayat 6-7 menjelaskan akibatnya, yaitu gereja terlambat.
Kita akan bahas satu demi satu dari Kitab Kidung Agung 5:2-7.
Kidung Agung 5:2 menjelaskan mengenai apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai mempelai wanitanya Tuhan, yaitu sebagai berikut :
1.) Gereja yang berjaga-jaga !
Setiap dari kita harus berjaga-jaga, agar jangan sampai ketika mempelai pria kita datang, dan kita tidak sadar, dan kita terlambat.
2.) GerejaNya harus bisa mendengar suara pengantin pria !
Setiap dari kita pasti bisa mendengarkan suara Tuhan. Tuhan bisa berbicara kepada kita dengan banyak cara, termasuk lewat situasi dan keadaan. Gereja Tuhan pasti mendengar suara Tuhan, karena Ia pasti berbicara kepada setiap mempelaiNya. Hanya saja seringkali kita yang tidak mau mendengarkan suaraNya, karena seringkali suaraNya tidak sesuai dengan keinginan kita.
Banyak orang tidak bisa mendengar suara Tuhan dalam hidupnya, karena terlalu banyak 'raja' di dalam hidup kita, yaitu keinginan-keinginan daging kita. Kita harus matikan 'raja' - 'raja' tersebut, sehingga kita bisa mendengarkan kehendak Tuhan.
3.) Tuhan memerintahkan kita untuk segera membuka pintu !
Mempelai pria ingin agar kita membukakan pintu bagiNya. Perhatikan kepentingan Tuhan hari-hari ini. Matius 6:33 mengajarkan kita agar mencari kerajaan Allah terlebih dahulu, maka semuanya akan ditambahkan.
Selanjutnya apa yang yang harus kita lakukan sebagaimana yang tercantum di dalam ayat 3 :
1.) Jangan tanggalakan baju / jubah !
Jubah berbicara mengenai panggilan. Setiap dari kita pasti mendapatkan minimal 1 talenta dari Tuhan. Jangan pernah kita tanggalkan panggilan yang Tuhan telah berikan kepada kita. Ayat 3 menceritakan bagaimana mempelai wanita telah menanggalkan jubahnya dan ingin tidur. Jangan sampai kita terbuai oleh berkat dari Tuhan sehingga kita terlalu sibuk mengurusi berkat Tuhan sehingga kita menyia-nyiakan panggilan Tuhan. Kita semua harusnya berfungsi dalam Kerajaan Allah.
2.) Jangan taakut kakimu kotor !
Saat-saat ini masih banyak gereja Tuhan yang belum mengenakan jubah panggilanNya. Kalau gereja Tuhan sudah berfungsi semua, maka pasti kita akan powerful. Mungkin kita merasa sudah melakukan banyak hal, sehingga kita hendak membasuh kaki dan beristirahat dahulu. Tuhan minta agar kita jangan takut kaki kita kotor. Saya percaya, Tuhan punya rencana yang lebih besar lagi bagi setiap dari kita. Ini bukanlah suatu beban melainkan suatu kehormatan.
Ayat 4 menjelaskan sebagai berikut :
1.) Tanda kehadiranNya semakin nyata !
2.) Perhatikan kehendakNya !
Akhir-akhir ini tanda kehadiran Tuhan sudah semakin nyata, tetapi kita harus perhatikan sungguh-sungguh kehendakNya.
Ayat 5 mengajarkan kita sebagai berikut :
1.) Jangan hanya berkata, "aku mengerti Tuhan", tetapi lakukan !
Kita tidak cukup hanya mengerti saja, tetapi harus lakukan dengan segera, jangan ditunda. Kita mungkin berkata kita sudah mengerti bahwa Tuhan akan datang, tetapi kita tidak lakukan persiapan apapun juga untuk menyongsong kedatanganNya.
2.) Jangan terlambat, karena pakai asumsi sendiri !
Jangan pakai asumsi kita sendiri. Ini adalah waktunya untuk kita bertindak.
Ayat 6 menjelaskan bahwa semuanya sudah terlambat , dan ayat 7 menceritakan mengenai bagaimana kita harus mengalami masa aniaya.
Kita jangan berlambat-lambat, jangan berdalih, maka kita akan siap menyongsong kedatangan mempelai pria kita.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter
