Acara

Healing Movement Camp - Youth & Dewasa Muda
Kegerakan Pemulihan Allah dalam Healing Movement Camp belum berakhir. Kali ini, giliran anak-anak muda, Youth dan Dewasa Muda, mengalaminya. Ketika sepertinya tidak ada harapan untuk dipulihkan, maka tiba-tiba janji Pemulihan itu nyata dalam Healing Movement Camp. Daftarkan segera diri Anda!
26, 28, 29, 31 Agustus 2010, GBI Tanjung Duren lt.3 - Jl. Tanjung Duren Barat 1 Blok G No. 1D-1L
- Praise & Worship night "Giving Our Best"
- Dewasa Muda [DM]: When It's Hard to Say I Love You
- Salt N' Light Youth : "True Worshippers" - Empower Night
Acara lainnya
Warta sepekan
Pendaftaran di Counter COOL setelah Ibadah Raya
Selasa, 24 Agustus 2010 - Pukul 19.30-21.00 WIB - GBI Tanjung Duren lt.2
26, 28, 29 Agustus dan 2 September 2010 - GBI Tanjung Duren (Tidak menginap)
Jadwal Ibadah
Minggu, 8.00 - 10.00, 10.00 - 12.00 & 17.30 - 19.00 WIB
Ruang Ibadah Sekolah Minggu, Lt.3
Senin - Minggu, 11.00 - 17.00 WIB
Ruko Metro Lt. III, Jl. Tanjung Duren Barat I Blok G3 No. 1P
Senin s/d Jumat (Hari Raya Libur), Senin s/d Jumat, Jam 8.00 - 10.00
Ruko Klinik & Study Club Lt.1
PESAN GEMBALA

Menjadi Tidak Tergoncangkan
Pdm Agustinus Puspawiguna
Ibadah Siang 01 November 2009
Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 18:1, Kejadian 19:2, Roma 12:1, Kejadian 19:8, Yakobus 1:26, Amsal 18:21, Kejadian 14:14, Yakobus 1:27, Kejadian 19:16, Kejadian 22:3.
Ada 4 syarat agar kita tidak tergoncangkan. Pagi ini saya akan menjelaskan mengenai hal ini. Ada hamba Tuhan yang mengatakan bahwa dari antara orang percaya, hanya 30% yang tidak tergoncangkan, sementara 70% akan mengalami goncangan seperti Lot. Walaupun Lot sama seperti Abraham, dipanggil keluar oleh Tuhan, tetapi hanya Abraham yang mengalami janji-janji Tuhan. Sementara Lot mengalami kehilangan banyak hal, isterinya, anaknya, hartanya.
Keturunan Abraham, yaitu bangsa Israel, sampai sekarang ini masih menjadi bangsa yang luar biasa. Ekonomi dunia dikuasai oleh bangsa ini. Sementara keturunan Lot, yaitu bangsa Moab, musnah dan sudah tidak ada lagi saat ini. Jangan sampai kita menjadi seperti Lot, tetapi biarlah kita menjadi seperti Abraham.
Agar kita tidak tergoncangkan, maka kita harus menempel pada pokok anggur yang tidak tergoncangkan. Jika kita menempel pada sesuatu yang dapat tergoncangkan, maka otomatis kitapun masih bisa tergoncangkan. Kalau kita sungguh ingin tidak mengalami goncangan, maka kita harus melepaskan pegangan kita kepada sesuatu yang masih dapat tergoncangkan, dan melekat hanya kepada yang tidak tergoncangkan.
Lot tergoncangkan, karena melekat kepada cara hidupnya sendiri. Cara hidup yang bagaimana yang Tuhan minta agar kita tidak tegoncangkan ?
1.) Ucapan syukur.
Hanya ucapan syukur yang membuat kita dapat melihat kehendak Allah. Dengan bersyukur, kita tidak lagi bertanya "mengapa Tuhan ?" Kalau kita masih bertanya "mengapa Tuhan ?" dan kita masih tidak bisa bersyukur, maka kita tidak akan bisa melihat kehendak Allah.
Kejadian 18:1 menjelaskan bahwa Abraham tinggal di kemah, sementara dalam Kejadian 19:2 menjelaskan bahwa Lot memilih tinggal di rumah. Ini berbicara mengenai seberapa kita berani kehilangan kenyamanan kita demi Tuhan. Seberapa kita berani bersyukur atas ketidaknyamanan yang dituntut Tuhan.
Abraham memilih tinggal di kemah karena ia sadar bahwa tugasnya adalah berjalan mengelilingi Kanan. Sebab Tuhan katakan bahwa setiap tanah yang Abraham injak akan menjadi miliknya. Abraham berani membayar harganya untuk panggilan Tuhan.
Bisakah kita berkata bahwa yang terpenting adalah yang Tuhan suka, dan bukan yang kita suka.
2.) Beribadah dengan cara yang benar, dengan hormat dan takut akan Tuhan.
Roma 12:1 mengajarkan bahwa ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Artinya kita mempersembahkan yang terbaik dari hidup kita untuk Tuhan.
Cara yang sederhana adalah dengan kita mulai untuk tidak datang terlambat ke gereja.
Kejadian 19:8 menceritakan mengenai Lot hendak memberikan anaknya untuk orang-orang dunia. Abraham mengorbankan anaknya untuk Tuhan, sementara Lot mempersembahkan anaknya untuk dunia. Kitapun seringkali berlaku seperit Lot. Misalnya kita ditanya, maukah anak kita menjadi pendeta atau hamba Tuhan full timer ? Atau kita lebih inginkan agar anak kita menjadi artis, pejabat, atau orang terkenal. Manakah yang lebih kita ijinkan ?
Kalau kita waktu ada undangan ke pesta, seringkali kita ke salon untuk make up dan mengenakan busana yang terbaik. Pernahkah kita memiliki kerinduan untuk make up dan mengenakan busana terbaik waktu kita ke gereja, bukan untuk dilihat manusia, tetapi untuk mempersembahkannya hanya untuk Tuhan.
3.) Latih hidup dan lidah kita.
Yakobus 1:26 dan Amsal 18:21 mengajarkan bahwa hidup dan mati dikuasai lidah, oleh karena itu kita harus menjaga lidah kita.
Kejadian 14:14 menceritakan bahwa seluruh yang lahir di rumahnya terlatih untuk perang. Kita juga harus latih diri, hidup dan lidah kita.
Pada waktu Abraham mempersembahkan Ishak, banyak hamba Tuhan yang percaya bahwa pada waktu itu Ishak sudah bukan kanak-kanak lagi, tetapi sudah dewasa. Oleh karena itu pada waktu Abraham mempersembahkan Ishak, sebenarnya Ishak bisa saja berontak dan melawan, karena Abraham juga sudah tua usianya. Tetapi Ishak memilih untuk taat. Maukah kita berlatih untuk taat kepada Tuhan.
4.) Lakukan pelayanan kasih.
Yakobus 1:27 menjelaskan bahwa ibadah yang sejati adalah melakukan pelayanan kasih. Contoh sederhana adalah waktu gempa Padang kemarin, apakah kita tergerak untuk memberikan persembahan secara khusus untuk mereka ? Apakah kita taat apabila Tuhan suruh kita untuk memberi ?
Ada kesaksian mengenai seorang konglomerat yang diminta Tuhan untuk memberikan 10M untuk sebuah KKR. Namun orang ini mengeraskan hatinya, karena beranggapan bahwa untuk apa uang sebanyak itu dihambur-hamburkan untuk acara KKR, sebaiknya untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Akhirnya orang ini hanya memberikan 200 juta untuk acara tersebut. Selang sekian waktu, ia mengalami kerugian 10M. Apabila kita tidak setia sebagai bendaharanya Tuhan, maka apa yang ada pada kita akan diambil kembali.
Kejadian 19:16 menceritakan bagaiman Lot berlambat-lambat ketika hendak diselamatkan Tuhan dari Sodom dan Gomora, sementara Kejadian 22:3 menceritakan bagaimana pagi-pagi Abraham bangun untuk mengorbankan Ishak. Apakah kita juga bersegera dan tidak berlambat-lambat apabila Tuhan berbicara kepada kita.
Pak Niko katakan bahwa pada akhir jaman ini kita tidak boleh korupsi. Jangan kita memakan benih yang seharusnya kita tabur.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter
