Acara

Healing Movement Camp - Youth & Dewasa Muda
Kegerakan Pemulihan Allah dalam Healing Movement Camp belum berakhir. Kali ini, giliran anak-anak muda, Youth dan Dewasa Muda, mengalaminya. Ketika sepertinya tidak ada harapan untuk dipulihkan, maka tiba-tiba janji Pemulihan itu nyata dalam Healing Movement Camp. Daftarkan segera diri Anda!
26, 28, 29, 31 Agustus 2010, GBI Tanjung Duren lt.3 - Jl. Tanjung Duren Barat 1 Blok G No. 1D-1L
- Praise & Worship night "Giving Our Best"
- Dewasa Muda [DM]: When It's Hard to Say I Love You
- Salt N' Light Youth : "True Worshippers" - Empower Night
Acara lainnya
Warta sepekan
Pendaftaran di Counter COOL setelah Ibadah Raya
Selasa, 24 Agustus 2010 - Pukul 19.30-21.00 WIB - GBI Tanjung Duren lt.2
26, 28, 29 Agustus dan 2 September 2010 - GBI Tanjung Duren (Tidak menginap)
Jadwal Ibadah
Minggu, 8.00 - 10.00, 10.00 - 12.00 & 17.30 - 19.00 WIB
Ruang Ibadah Sekolah Minggu, Lt.3
Senin - Minggu, 11.00 - 17.00 WIB
Ruko Metro Lt. III, Jl. Tanjung Duren Barat I Blok G3 No. 1P
Senin s/d Jumat (Hari Raya Libur), Senin s/d Jumat, Jam 8.00 - 10.00
Ruko Klinik & Study Club Lt.1
PESAN GEMBALA

Mengalami Pemulihan Dari Tuhan
Pdm. Agustinus Puspawiguna
Ibadah Siang 10 Januari 2010
Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 3:17-21, Kisah Para Rasul 3:21, Ulangan 30:19, Markus 6:5-6.
Shalom saudara. Saya ingat satu statement dari Pak Andi Imam, bahwa tidak ada kelimpahan tanpa pemulihan terlebih dahulu. Hari ini kita akan fokus mengenai pemulihan. Apakah yang dimaksud dengan pemulihan ? Pemulihan adalah dikembalikan kepada keadaan yang seharusnya ada, yang mana keadaan itu pasti lebih baik daripada keadaan kita sekarang. Kalau kita jujur saudara, pemulihan di dalam bayangan kita seperti apa ? Mungkin kita bayangkan, kalau kita sakit maka kita akan mengalami kesembuhan. Mungkin kalau kita miskin dan berkekurangan, bayangan kita, Tuhan akan membuat kita kaya. Kalau keluarga kita berantakan, mungkin dalam bayangan kita, Tuhan membuat keluarga kita menjadi harmonis.
kalau kita perhatikan, apa yang kita pikirkan mengenai pemulihan adalah segala sesuatu yang membuat enak diri kita. Fokusnya masih diri kita sendiri. Tetapi seharusnya pemulihan berfokus kepada Tuhan.
Kejadian 3:17-21 menceritakan mengenai manusia jatuh dalam dosa, sehingga mereka diusir dari Taman Eden. Kejadian 3:21 menceritakan bagaimana Tuhan membuat dan mengenakan kulit binatang untuk manusia. Padahal sebelumnya manusia telanjang dan tidak merasa malu.
Kulit binatang yang dikenakan Tuhan kepada manusia, memiliki beberapa makna :
1.) Manusia baru bisa berhubungan dengan Tuhan melalui persembahan korban.
2.) Suatu korban yang melambangkan akan adanya korban anak domba untuk
manusia.
3.) Kejatuhan manusia membuat tujuan hidup manusia bukan lagi untuk memulikan
Tuhan, tetapi fokusnya adalah untuk mencari makan.
Sebenarnya yang ada di dalam bayangan kita mengenai pemulihan Tuhan, itu adalah kelimpahan yang akan kita terima, ketika kita sudah dipulihkan Tuhan. Tetapi apa sebenarnya yang akan dipulihkan Tuhan ?
Pemulihan yang Tuhan rencanakan adalah :
1.) Pemulihan hubungan dengan Tuhan
= Keintiman
2.) Pemulihan tujuan hidup / menemukan panggilan kita
= Visi Kerajaan Allah
Tujuan hidup kita adalah untuk memuliakan Tuhan.
Ada beberapa point yang menghalangi untuk kita bisa mengalami pemulihan :
A. Tidak Adanya Keintiman
Tidak adanya keintiman dengan Tuhan akan mengakibatkan hal-hal berikut :
1. Tidak Berani Mengambil Sikap
Ulangan 30:19 menjelaskan bahwa berkat dan kutuk adalah masalah pilihan kita. Kita bisa memilih berkat, maupun juga kutuk. Kita harus berani mengambil sikap untuk memilih berkat. Kita harus memilih, apakah kita akan berpihak kepada Allah, atau kita berpihak kepada iblis. Kita harus berani mengambil sikap.
Sebagai contoh, apabila kita berada di tengah orang percaya dan tidak percaya. Misalnya di tengah keluarga kita. Kemudian kita diminta untuk berdoa. Bagaimanakah doa kita ? Apakah kita berani berdoa kepada Bapa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus ?
Saya ambil contoh dari kitab Markus mengenai Herodes dan Herodias. Herodes sebenarnya segan dan hormat terhadap Yohanes Pembaptis. Tetapi Herodes tidak pernah mengambil sikap. Dikatakan bahwa hatinya bimbang. Akibatnya, melalui tipuan dari Herodias, membuat Herodes harus membunuh orang yang disukainya. Kalau kita tidak pernah berani bersikap, maka cepat atau lambat, kita akan membunuh iman kita. Kita harus berani mengambil sikap untuk mempertahankan iman kita, sekali Yesus tetap Yesus.
2. Tidak Percaya Sungguh-sungguh
Markus 6:5-6 menjelaskan bahwa Yesus tidak dapat mengadakan satupun mukjizat disana, karena mereka tidak percaya kepada Yesus. Seperti seorang anak kecil yang pasti akan lebih percaya kepada orang tuanya yang menjanjikan sesuatu kepada dia daripada kepada tetangganya yang tidak dia kenal. Begitupun dengan kita, kita harus terus lebih lagi dekat dengan Tuhan, sehingga kepercayaan kita kepada Tuhan semakin hari semakin besar.
3. Tidak Berani Ambil Resiko
Elia disuruh Tuhan untuk pergi kepada seorang janda di Sarfat dan meminta roti daripadanya. Janda Sarfat tersebut berani mengambil resiko untuk tetap melakukan perintah Tuhan, di mana dia kemungkinan tidak akan bisa makan lagi. Karena janda Sarfat ini berani mengambil resiko, oleh karena itu ia mengalami mukjizat. Elia juga berani mengambil resiko, dengan meninggalkan sungai kerit. Elia juga mengalami mukjizat. Kenapa Elia berani mengambil resiko? karena dia mempunyai keintiman dengan Tuhan.
Ini adalah kisah nyata dari seorang pendaki gunung yang mendapat masalah dalam pendakian. Pendaki tersebut jatuh dan dia tergantung pada sebatang pohon. Pendaki ini kemudian berteriak kepada Tuhan lalu Tuhan memberitahukan kepadanya agar memotong tali pengikat yang menggantung dia. Keesokan harinya tim penolong datang menolong dia, tapi yang terjadi adalah pendaki tersebut mati beku. Penolong tersebut berkata kalau seandainya pendaki tersebut memotong tali pengikat yang mengikat dia dan pohon, maka pendaki tersebut pasti selamat, karena jarak antara pohon dan tanah tidak terlalu jauh. Kenapa pendaki tersebut tidak mau memotong tali pengikat tersebut? Karena pendaki tersebut takut karena melihat keadaan yang sangat gelap. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hidup, hati kita.
B. Tidak Mengerti Tujuan Hidup / Tidak Menemukan Panggilan Kita
(Tidak Punya Visi Kerajaan Allah)
Tidak mengertinya kita akan esensi tujuan hidup kita, yaitu untuk memuliakan Tuhan, akan mengakibatkan hal-hal berikut :
1. Tidak Menangkap Cara Kerja Allah
Kita harus bisa menangkap visi Kerajaan Allah dalam hidup kita. Kalau kita sakit dan disembuhkan oleh Tuhan, maka kita harus bisa menangkap apa esensi dari segala hal yang dilakukan Tuhan dalam hidup kita.
Kita semua tahu lagu "God Will Make a Way". Lagu ini diciptakan oleh Doen Moen yang melihat saudaranya mengalami masalah. Saudara dari Doen Moen sedang dalam perjalanan pergi kesuatu tempat. Tiba-tiba dari samping, mobil mereka ditabrak dan keempat anaknya terlempar keluar. Anak sulung mereka meninggal di tempat karena lehernya patah.Tapi mereka betul-betul percaya bahwa Tuhan itu baik, dan ternyata Tuhan sedang memulihkan keluarga in, karena ada suatu masalah dalam keluarga ini yang belum dibereskan oleh mereka sendiri dan ternyata anak sulung mereka yang meninggal dalam kecelakaan ternyata belum benar-benar percaya kepada Tuhan. Beberapa minggu sebelum kejadian, ternyata anak sulung ini mengaku di depan teman-teman komunitasnya bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Tuhan dalam hidupnya. Dan seluruh komunitasnya dimenangkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Dari hal ini, kita harus semakin belajar percaya kepada Tuhan dan percaya Jalan dan Cara Tuhan pasti yang terbaik buat kita.
2. Tidak Siap Menerima Sesuatu yang Baru
Kita harus bisa mempersiapkan diri kita agar mau di pulihkan oleh Tuhan. Bagaimana caranya agar kita bisa dipulihkan? Dengan cara mau diubahkan oleh Tuhan. Dipulihkan dan diberi kelimpahan itu harus berubah. kalau kita memilih untuk tidak mau berubah, maka pemulihan dan kelimpahan itu tidak akan terjadi dalam hidup kita.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter
