PESAN GEMBALA

Sikap Yang Menentukan Masa Depan Kita
Pdm. Agustinus Puspawiguna
Ibadah siang, 11 April 2010
Bacaan Firman Tuhan : Ulangan 30:18-19; Filipi 4:2-13; Amsal 17:22; Amsal 14:34; Yesaya 32:17
Sikap kita yang akan menetukan masa depan kita. Di bulan Januari 2010, saya sudah memberikan contoh yaitu Ibu Elizabeth Philip yang berani berdoa di depan semua orang baik orang kristen maupun bukan orang kristen, berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Satu contoh dari sikap beliau yang kita patut contoh juga adalah bagaimana dia tetap bersyukur walaupun Tuhan mengijinkan dia buta. Tapi Tuhan mengembalikan dengan cara beliau bisa melihat sesuatu melebihi kemampuan kita sebagai manusia biasa.
Contoh dalam Alkitab pribadi yang tidak berani mengambil sikap adalah Herodes. Ketika firman Tuhan disampaikan ada sesuatu yang bergerak di dalam hatinya. Tapi karena beliau tidak berani mengambil sikap akhirnya beliau terhilang, bahkan beliau terpaksa menjatuhkan hukuman mati kepada pribadi yang dia kagumi yaitu Yohanes Pembaptis.
Masa depan kita seperti apa semuanya tergantung dari sikap yang kita ambil.
Hari ini kita akan belajar dari firman Tuhan, pribadi yang berani mengambil sikap yaitu Paulus. Kita semua tahu bahwa hampir semua surat Paulus, beliau tulis ketika beliau dalam penjara. Kalau kita telusuri ternyata semua Surat Paulus untuk Filipi adalah nasihat dan menguatkan banyak orang. Kita semua tahu, ketika seseorang berada dalam penjara, maka yang seharusnya keluar dari mulut lidah kita keluhan, kekecewaan, gerutu tapi Paulus adalah pribadi yang berbeda. Perkataan yang keluar dari dalam mulutnya adalah sebaliknya yaitu menguatkan yang lemah dan menghibur yang susah.
Pengertian dari sikap adalah
a. Tidak terlalu bergantung pada keadaan
kita harus punya sikap yang tidak pernah bergantung pada keadaan, baik itu baik ataupun buruk.
b. Mau berubah
contoh ikan barakuda yang ketika ditaruh dalam akuarium yang lama kelamaan mau memakan semua jenis ikan. Suatu saat akuarium tersebut dibagi menjadi 2 di mana sisi yang satu ikan barakuda dan sisi yang lain ikan-ikan kecil yang selama ini menjadi makanannya. Ikan barakuda tersebut langsung mencoba memakan ikan-ikan kecil tersebut, tapi karena ditengah akuarium tersebut telah di taruh kaca maka ikan barakuda tersebut tidak bisa memakan ikan-ikan kecil bahkan lama kelamaan ikan barakuda tersebut menjadi kapok. Ketika kaca yang di tengah akuarium tersebut diangkat, ikan barakuda tersebut tidak berani lagi memakan ikan-ikan kecil tersebut, bahkan ikan barakuda tersebut mati kelaparan.
Mungkin kita merasa lucu, tapi tanpa kita sadari kita sama seperti ikan barakuda tersebut. Ketika kita mengalami masalah, kita gagal dan ketika kita mencoba dan mencoba namun ketika gagal lagi, kita menjadi kapok. Sikap ini yang tidak di sukai oleh Tuhan.
c. Membutuhkan sumber kekuatan dari Tuhan
hal yang membuat kita selalu meragukan kemampuan Tuhan adalah pikiran-pikiran kira yang terlalu banyak. Ketika keadaan ini terjadi, mari coba kita cek keadaan diri kita sendiri apakah kita masih menerima suplai kekuatan dari Tuhan ?
Sikap Paulus yang dapat kita pelajari adalah
1. Sikap yang selalu berpikir positif
Kita dapat bersukacita adalah ketika kita berada dalam Tuhan. Untuk kita dapat bergembira dan bersukacita, punyailah sikap hati yang positif. Firman Tuhan berkata kalau kita memiliki hati yang gembira, maka itu adalah obat yang manjur untuk kita.
2. Sikap Berani Melakukan Kebenaran
Ketika kita melakukan kebenaran, maka Allah sumber damai sejahtera akan memenuhi kita semua. Firman Tuhan berkata Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa. Kita semua pasti mau agar derajat kita dinaikkan oleh Tuhan, tapi apakah kita sudah melakukan kebenaran? Kita semua rata-rata hanya mau melakukan hal-hal yang baik, tapi ketahuilah baik itu belum tentu benar tapi kalau benar pasti baik. Di dalam kebenaran, sangat banyak terdapat janji-janji Tuhan. Kalau kita mau janji-janji Tuhan tergenapi dalam hidup kita, maka lakukanlah kebenaran.
Mungkin kita berkata, ”Pak saya kan bekerja?” yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita menghidupi kebenaran itu? Dan apakah kebenaran itu hidup di dalam kita? Mari kita ambil sikap dan melakukan kebenaran dalam hidup kita setiap hari.
Seperti ketika kita bekerja, walaupun gaji kita kecil, tapi kalau kita menghidupi kebenaran percayalah pada suatu saat nanti Tuhan sendiri yang akan meninggikan kita.
3. Sikap Hati yang Mau Beriman
Ingat dunia tidak semakin baik, tapi sikap yang harus kita punyai adalah memiliki iman. Contoh Michael Jackson yang walaupun sudah terkenal memiliki pikiran-pikiran yang tidak positif. Banyak orang ketika berada di posisi atas, memiliki ketakutan dimana takut tidak terkenal lagi, takut tidak menjadi kaya lagi, dll. Ketakutan-ketakutan inilah yang Tuhan tidak sukai. Oleh sebab itu, ada baiknya kita berdoa dan meminta kepada Tuhan agar memberkati kita sesuai kemampuan kita dan kalau kita tidak mampu kelola kita tolak dalam Nama Tuhan Yesus. Kenapa? Ketika Tuhan memberkati kita, maka kita tidak akan menjadi sombong. Berani berjalanlah di dalam iman.
4. Belajar Berpikir yang Benar
kita perlu belajar untuk memiliki pola pikir yang benar. Untuk memiliki pola pikir yang benar, maka kita harus mempelajarinya sedikit demi sedikit. Seperti gosip, kita seharusnya tidak boleh dengar. Kenapa? Karena secara tidak langsung hal-hal ini akan mempengaruhi pikiran kita. Contoh istri yang mulai curiga ketika suaminya pulang telat, ketika suami kita memberitahu kita bahwa dia mendapat sesuatu yang baru – kita berpikir bahwa suami kita mendapat istri yang baru.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter