Acara

Healing Movement Camp - Youth & Dewasa Muda
Kegerakan Pemulihan Allah dalam Healing Movement Camp belum berakhir. Kali ini, giliran anak-anak muda, Youth dan Dewasa Muda, mengalaminya. Ketika sepertinya tidak ada harapan untuk dipulihkan, maka tiba-tiba janji Pemulihan itu nyata dalam Healing Movement Camp. Daftarkan segera diri Anda!
26, 28, 29, 31 Agustus 2010, GBI Tanjung Duren lt.3 - Jl. Tanjung Duren Barat 1 Blok G No. 1D-1L
- Praise & Worship night "Giving Our Best"
- Dewasa Muda [DM]: When It's Hard to Say I Love You
- Salt N' Light Youth : "True Worshippers" - Empower Night
Acara lainnya
Warta sepekan
Pendaftaran di Counter COOL setelah Ibadah Raya
Selasa, 24 Agustus 2010 - Pukul 19.30-21.00 WIB - GBI Tanjung Duren lt.2
26, 28, 29 Agustus dan 2 September 2010 - GBI Tanjung Duren (Tidak menginap)
Jadwal Ibadah
Minggu, 8.00 - 10.00, 10.00 - 12.00 & 17.30 - 19.00 WIB
Ruang Ibadah Sekolah Minggu, Lt.3
Senin - Minggu, 11.00 - 17.00 WIB
Ruko Metro Lt. III, Jl. Tanjung Duren Barat I Blok G3 No. 1P
Senin s/d Jumat (Hari Raya Libur), Senin s/d Jumat, Jam 8.00 - 10.00
Ruko Klinik & Study Club Lt.1
PESAN GEMBALA

Bagaimana Kita Hidup
Ibadah siang, 11 Juli 2010
Pdm. Agustinus Puspawiguna
Suatu hari beberapa bulan yang lalu, saya bercakap-cakap dengan seorang rekan gembala tentang apa yang harus dilakukan ke depan. Dalam percakapan itu kami sadar bahwa kami sudah ada di 2/3 dari kehidupan kami, tinggal 1/3 lagi yang harus kami jalani. Kebetulan kami berdua sudah melampaui 1/3 bagian hidup kami di dalam pelayanan, tetapi secara jujur kami berdua sama-sama akui, kami belum melakukan yang terbaik.
Rm 12:2-4, Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,Kami masih sekedar melakukan banyak perbuatan baik, tetapi masih kurang melakukan yang berkenan pada Allah, apalagi yang sempurna. Kesimpulan yang berhasil kami ambil saat itu adalah kami harus lebih fokus pada apa yang menjadi prioritas Allah bagi hidup kami !
Dua tiga bulan yang lalu, saat membaca sebuah buku, Tuhan beri highlight dalam hati saya tentang sebuah penglihatan yang diceritakan disana. Sebuah gereja yang beranggota 3,000 orang ternyata hanya memiliki 9 orang yang bersinar bagi Yesus, sedang sebuah gereja di dekatnya yang hanya beranggota 200 orang, tetapi hampir semua anggotanya bernyala-nyala bagi Tuhan. Dan Tuhan nyatakan, sukses diukur dengan berapa banyak anggota yang benar-benar memiliki komitmen kepada Tuhan.
Akhir-akhir ini, saya sangat terkejut melihat kenyataan bahwa diantara pengerja yang senior sekalipun, ternyata belum sungguh punya komitmen dengan Tuhan. Tidak tahan akan goncangan. Tuhan juga singkapkan bahwa secara pribadipun, saya masih memiliki sisi-sisi yang belum sepenuhnya komitmen dengan Tuhan.
Terakhir Tuhan pertegas kembali, lewat seorang rekan gembala yang lain, yang jemaatnya 4-5 kali lipat dari kita. Tuhan bicara saat Tuhan suruh dia buka cool, ternyata 2 keluarga dalam cool tersebut, walau sudah 10 tahun lebih berjemaat dan rajin datang ke ibadah raya, ternyata masih sungguh sekedar bayi rohani, yang belum mengerti dan melakukan dasar-dasar firman Tuhan.
Secara sederhana Tuhan ungkapkan, kita semua punya tugas penuhi bumi dan menaklukannya.
Kej 1:28, Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Dalam bentuk memastikan bahwa anak-anak jasmani dan rohani yang Tuhan percayakan harus punya kwalitas yang lebih baik dari kita sendiri.
Waktunya sudah sangat singkat. Mari, kita sadar penuh akan hal ini, baik secara pribadi, maupun juga karena Ia segera datang. Angkatan ini tidak akan berlalu, jadi kalau umur 1 angkatan 70 tahun, berarti sekitar 2018, banyak hamba Tuhan, termasuk Ricardo Cid, yang berbicara sekitar tahun-tahun itu. Waktu-waktu ini sekedar waktu kemurahan Tuhan.
Oleh sebab itu, bukan kebetulan kalau saat ini gereja kita Tuhan tambahkan beberapa orang sebagai Pendeta Pembantu, orang-orang yang diberi otoritas secara resmi oleh gereja untuk melayani jemaat. Baik dalam hal-hal formal, kematian, pernikahan, pemberkatan rumah, kantor, dll. Tetapi khususnya untuk memuridkan seluruh jemaat yang Tuhan percayakan.
Ef 5:15-17, Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan
Pergunakan waktu yang ada, waktunya singkat ! Bagaimana kita harus hidup :
1. Perhatikan dengan saksama, bagaimana kita hidup !
Perhatikan sungguh2, seperti tuntunan di atas, pasti Tuhan beri. Syaratnya harus memperhatikan lebih sungguh, lebih teliti ! Apakah kita sudah jadi murid ? Maukah kita dimuridkan ? Maukah kita di disiplin oleh Tuhan atau guru ?
Contoh : bukan sekedar cool, kemarin contoh pak Alex adalah cool, tetapi sesungguhnya cool adalah sarana, bukan tujuan. Tujuannya tetap memuridkan, tetapi lewat cool. Jadi percuma saja bila dalam cool yang dicapai hanya komunitas/ kesatuan hati, tetapi tidak ada tumbuh bersama + memenangkan jiwa/ pemuridan.
2. Jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif !
Bebal = bodoh, goblog yang dipelihara, tidak mau berubah walau sudah diberi tahu.
Contoh A: Rubin Ong kemarin sudah contohkan dengan sangat baik, orang bodohlah yang mengejar bonusnya bukan mengejar yang utama. Mat 6:33, kalau hidup kita hanya mengejar tambahannya, tetapi tidak mengejar KA dan kebenarannya, maka kita bebal !
Contoh B: Menang versi dunia = lebih dibanding orang lain, pengusaha sukses kalau jadi orang terkaya, politikus sukses kalau jadi penguasa, sekolah sukses kalau juara 1 dst. Bagi Tuhan, kemenangan seseorang diukur dari seberapa maksimal ia berusaha memberikan apa yg ia mampu. Bukan seberapa hebat ia disbanding orang lain. Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi nomor 1, tetapi menjadi yang terbaik yang kita bisa.
Seorang pemenang yang sejati adalah seseorang yang berhasil memenuhi segala potensi yang Allah percayakan kepadanya.
Janda yang memberi 2 peser, adalah pemenang di hadapan Tuhan.
3. Jangan bodoh, lakukan kehendak Tuhan !
Tuhan sampai harus berkata agak keras, jangan bodoh ! Sebab seringkali kita memang terus bersikap seperti orang bodoh. Kita terus bertanya, apa sih kehendak Tuhan, terus berulang-ulang, padahal Tuhan sudah tulis dalam firmannya ber kali-kali.
Apa tujuan dimuridkan ? Jadi serupa Yesus ? Bagaimana sih Yesus/ Tuhan itu ?
Yoh 10:10, Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.Iblis hanya mengambil, apa yang aku dapat ? Tuhan adalah pemberi !
Contoh A: Pak, jangan sering2 jadwalkan pengerja kotbah, kita ngak dapat apa2 ! Orang yg cari sekedar pengkotbah, justru biasanya tetap bayi ! Seperti Kennedy, jangan tanya apa yang bisa kita dapat, tetapi apa yang kita bisa beri !
Contoh B: World Cup ! Pentingkah ? Ternyata yang menang biasanya :
A. Nasionalis, Brazil, Argentina, Jerman, Jepang, Korea
B. Punya pemain2 yang nasionalis juga, justru bukan team bertaburan bintang, tetapi team yang mau memberi yang terbaik, berani bermain habis-habisan, tidak takut cedera. Contoh : Park Ji Sung, di warning Ferguson, jangan sampai cedera
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter
