Acara


Healing Movement Camp - Youth & Dewasa Muda


Kegerakan Pemulihan Allah dalam Healing Movement Camp belum berakhir. Kali ini, giliran anak-anak muda, Youth dan Dewasa Muda, mengalaminya. Ketika sepertinya tidak ada harapan untuk dipulihkan, maka tiba-tiba janji Pemulihan itu nyata dalam Healing Movement Camp. Daftarkan segera diri Anda!

26, 28, 29, 31 Agustus 2010, GBI Tanjung Duren lt.3 - Jl. Tanjung Duren Barat 1 Blok G No. 1D-1L



Acara lainnya

Warta sepekan


Ibadah Minggu 12 September 2010

Pukul 10.00 & 17.00 WIB - GBI Tanjung Duren lt.3

Doa Pengerja Rayon 1B September 2010 Diliburkan

September 2010 - GBI Puri Indah - Ditiadakan

Departemen Diakonia GBI Tanjung Duren: Pembagian Perkakas Rumah Tangga

Pendaftaran di Counter COOL setelah Ibadah Raya

Family & Couples Community: Multiple Intelligence - Sharen Winar

Selasa, 24 Agustus 2010 - Pukul 19.30-21.00 WIB - GBI Tanjung Duren lt.2

Healing Movement Camp GBI Tanjung Duren

26, 28, 29 Agustus dan 2 September 2010 - GBI Tanjung Duren (Tidak menginap)

Audisi & Pelatihan Choir GBI Tanjung Duren

Setiap hari Minggu di Counter COOL

Warta lainnya

Jadwal Ibadah


Ibadah Raya I

Minggu, 07.30 - 09.30 WIB

Ruang Ibadah Utama, Lantai 3

Ibadah Raya II

Minggu, 10.00 - 12.00 WIB

Ruang Ibadah Utama, Lantai 3

Ibadah Raya III

Minggu, 17.00 - 19.00 WIB

Ruang Ibadah Utama, Lantai 3

Ibadah Youth

Sabtu, 17.30 - 19.30 WIB

Ruang Ibadah Lantai 2

Ibadah Junior Church

Minggu, 10.30 - 12.00 WIB

Ruang Ibadah Junior Church Lt. 2

Ibadah Sekolah Minggu

Minggu, 8.00 - 10.00, 10.00 - 12.00 & 17.30 - 19.00 WIB

Ruang Ibadah Sekolah Minggu, Lt.3

Doa Pengerja GBI Tanjung Duren

Setiap Rabu, 19.30 - 22.00 WIB

Ruang Ibadah Sekolah Minggu, Lt.3

Rumah Doa

Kamis dan Sabtu , Kamis pkl 10.30 WIB dan Sabtu pkl 06.30 WIB

Ruang Doa Lt.2

Study Club

Senin - Minggu, 11.00 - 17.00 WIB

Ruko Metro Lt. III, Jl. Tanjung Duren Barat I Blok G3 No. 1P

Klinik Kesehatan

Senin s/d Jumat (Hari Raya Libur), Senin s/d Jumat, Jam 8.00 - 10.00

Ruko Klinik & Study Club Lt.1

Couples Community (Komunitas Suami Istri)

Selasa, 19.00 - 21.30

GBI Tanjung Duren Lt. 2

Penyerahan Anak

Minggu kedua tiap bulan, 07.30 & 10.00 WIB

GBI Tanjung Duren lt.3

Konseling

Minggu, 12.00

GBI Tanjung Duren

Kegiatan lainnya

SERBA-SERBI


Couples Community - Mengatasi Konflik Dalam Rumah Tangga - bersama Pdt Samuel Gunawan


Tanjung Duren - 19 Januari 2010. Komunitas Pasangan Suami Isteri atau yang dikenal dengan Couples Community GBI Tanjung Duren mengadakan gathering dengan tema "Mengatasi Konflik Dalam Rumah Tangga" yang menampilkan Bapak Pdt Samuel Gunawan sebagai pembicara. Acara diadakan pada pukul 19.30 sampai 21.30 WIB. Berikut ini adalah intisari yang disampaikan kepada belasan pasangan suami isteri yang hadir malam itu.

Dalam Matius 24: 37-39, ada 2 hal yang utama yang jadi fokus dalam menjelang kedatangan Tuhan Yesus:
  • Makan dan minum ~ lifestyle
  • Kawin dan mengawinkan ~ keluarga
Pada sesi ini, hal yang akan dibahas adalah mengenai keluarga.

Pernikahan berbicara sesuatu yang rohani. Jadi menyelesaikan konflik dalam pernikahan harus dengan cara yang rohani, dengan cara yang Tuhan gunakan.

Dalam Kejadian 6: 5-6, dikatakan bahwa Tuhan menyesal menciptakan manusia karena kejahatan manusia yang besar di bumi. Tuhan bisa saja menghancurkan semua manusia di bumi, menciptakan bumi baru, taman Eden baru, Adam baru dan segala sesuatu yang baru. Tetapi Tuhan tidak lakukan itu dan membiarkan 4 keluarga untuk terus hidup dengan berharap keluarga tersebut dapat dipulihkan. Tetapi tetap saja keluarga terus berbuat jahat, sampai Tuhan Yesus datang yang harus membawa pemulihan.

Dalam rumah tangga, ketika terjadi konflik, kita sering mudahnya mengatakan cerai, mulai hidup baru lagi dengan pasangan yang baru, padahal pada kenyataannya cerai tidak menyelesaikan masalah. Di Amerika survey membuktikan bahwa pernikahan yang kedua lebih tinggi tingkat perceraiannya dibandingkan yang pertama.

Renovasi rumah lebih susah daripada membuat rumah. Tetapi Tuhan memilih untuk melakukan renovasi.

Hal lain yang membuktikan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang rohani adalah seperti dikatakan dalam 1 Petrus 3:7. Ada 3 hal utama:
  • Hidup bijakasana dengan istri
  • Hormati sebagai teman pewaris dari kasih karunia
  • Supaya doa jangan terhalang
Kalau hubungan suami istri tidak beres, hubungan dengan Tuhan pasti tidak beres. Bisa saja dia melayani, tetapi sebenarnya tidak ada keintiman dengan Tuhan.


Kenapa terjadi konflik dalam rumah tangga:

1. Karena adanya harapan-harapan yang tidak terpenuhi

Ketika tidak terpenuhinya harapan-harapan tersebut, maka akan timbul kekecewaan dan ujung-ujungnya saling menuntut.
 
Padahal menurut Tuhan, pernikahan tersebut adalah tempat dimana suami dan istri belajar untuk mempersembahan sesuatu (mezbah).
Semakin besar perbedaan antara suami dan istri, semakin besar itulah maka pengorbanan diperlukan.
 
Sebenarnya dalam pernikahan tidak ada masalah yang baru, tetapi hanya mengungkapkan masalah yang telah ada.
Yang penting dalam menghadapi masalah adalah respon terhadap masalah tersebut.

Ada 2 pilihan yang bisa kita ambil jika kita mengalami hal tersebut:

- Tetap hidup dalam mimpi mempunyai pasangan yang ideal/sempurna.

- Hidup dalam realita bahwa pasangan kita bukan pasangan yang sempurna, belajar menerimanya dan membiarkan Tuhan mengubahnya

 
2. Unexamined Self

Tidak pernah melihat diri sendiri. Cenderung kita lebih mudah melihat kelemahan orang lain daripada kita sendiri.

Ada 2 pilihan yang bisa kita ambil jika kita mengalami hal tersebut:

- Analisa blindspot
Kita memerlukan orang lain untuk membantu melihat kelemahan kita dan memberitahukannya kepada kita.

- Hidden Self
Kita mengetahui kelemahan kita tetapi kita tidak jujur kepada pasangan kita.
 
 
3. Tidak Terlatih

Contoh: kita tidak berpengalaman dalam hal mengelolah keuangan keluarga, berhubungan dengan mertua, bagaimana hubungan seks yang harmonis, bahasa kasih pasangan, dll.
 
Diantara kita tidak ada yang mau cari pasangan yang sudah berpengalaman. Juga tidak banyak yang orangtuanya bercerita mengenai pasangan.

 
4. Unhealthy choice

Ada pilihan-pilihan yang salah yang kita ambil. Setelah menikah, ada kesalahan dalam prioritas. 
Kebanyakan dari kita, lebih sayang kepada anak daripada sayang kepada pasangan.
Ketika anak kita sudah besar, dia akan menikah dan meninggalkan kita.

Sayangilah pasangan kita lebih daripada anak kita

 
5. Faktor-faktor lain yang tidak dapat diprediksi

Dibagi 2 hal:

- Yang dapat dikontrol
Contoh: 
Anak cacat, dapat diatasi dengan pre-marital check up.
Sperma lemah, jangan merokok

- Tidak dapat dikontrol
Contoh: bencana alam


KESIMPULAN

Setiap Pernikahan pasti mengalami konflik. Yang penting bagaimana kita meresponi konflik tersebut. Datang kepada Tuhan dan selesaikan dengan cara Tuhan: Tuhan datang untuk merestorasi dan memulihkan dan menerima kita apa adanya. (LW)



Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter



Yang lain di Serba-Serbi: