SERMONS
3 Jebakan Penghalang Kemajuan

ON 30 JULY 2017, BY PS. ANTAKIRANA

3 Jebakan Penghalang Kemajuan yang Menghambat Pertumbuhan anda dan Bagaimana Mengatasinya

Tuhan Yesus adalah sosok teladan yang mengalami pertumbuhan yang pesat secara rohani dan juga sehat secara jasmani. Pertumbuhan yang pesat dalam rohani juga dialami murid Yesus setelah Tuhan Yesus naik ke surga dan roh kudus dicurahkan.

Kasih Tuhan dicurahkan dengan tidak bersyarat bagi setiap kita, tapi kita seringkali lupa bahwa janji Tuhan semuanya bersyarat. Kalau kita ingin mendapatkan lebih maka kita harus bertumbuh lebih lagi. Seringkali kita berharap mendapat berkat Tuhan yang besar tetapi mempersembahkan ketaatan yang kecil. Maka dari itu kita harus selalu bertumbuh terutama di dalam segi rohani.

Ada 3 jenis jebakan yang menghalangi pertumbuhan kita:

1. Asumsi.
Saya pasti akan bertumbuh secara otomatis.

Pertumbuhan tidak terjadi secara otomatis. Pertumbuhan rohani harus disengaja.
(1 Samuel 2:12) Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
Dursila memiliki arti berlaku kejahatan kepada Tuhan. Kita dapat melihat contoh dari kedua anak laki-laki dari imam Eli, meskipun ayahnya adalah seorang imam itu tidak membuat anaknya otomatis bertumbuh di dalam Tuhan.

Kita perlu sungguh-sungguh mempelajari dengan sengaja untuk mengalami pertumbuhan rohani.

(1 Korintus 9:26-27) Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Ini tips yang Tuhan berikan bagi kita untuk mengatasinya, yaitu lewat contoh dari kehidupan Paulus yang berjalan dengan tujuan dan melatih dirinya.

Cara Mengatasi: mempunyai target dan berlatih.
Buat target rohani dan berlatih dalam segala hal yang rohani. Misalnya berlatih berbahasa roh, berlatih memuji Tuhan, membaca firman setiap hari, dan sebagainya.

2. Waktu.
Saya merasa sekarang bukan waktu yang tepat.

Kapan waktu yang terbaik untuk memulai pertumbuhan rohani?

Sekarang.

Waktunya selalu tepat untuk bertumbuh di dalam rohani kita. Kapan kita harus mengampuni? Kapan kita harus berbagi kebaikan Tuhan? Kapan kita harus memberi lebih? Tuhan ingin setiap kita untuk tidak menunda dalam melakukan hal yang baik.

(Ibrani 3:7-8) Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

Tuhan dapat membalikkan hidup kita dengan sekejap mata. Hidup kita ini seperti rumput, hari ini ada dan besok bisa tidak ada. Dalam berbagai kesempatan seringkali kita berjanji untuk bertobat dan sungguh-sungguh kepada Tuhan saat kita mengalami hadirat dan lawatanNya, tetapi kita tidak benar-benar melakukannya dalam keseharian kita. Jangan kita hanya mahir dalam membuat janji kepada Tuhan, mahirlah melakukannya. Jadilah pribadi yang berintegritas.

Cara Mengatasi: jangan ditunda-tunda.
Misalnya bila Tuhan mendorong kita untuk memberi, mari memberi dengan ketulusan hati karena dikatakan di dalam (Amsal 11:24) Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

3. Ketakutan.
Saya takut jika saya melakukan kesalahan.

Hidup kita ini dibangun dalam kesalahan lepas kesalahan, jadi jangan takut melakukan kesalahan. Meskipun bukan berarti kita melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

Dapat merasakan ketakutan adalah hal yang wajar, itu berarti kita masih manusia dan bisa menghindari melakukan hal yang dapat membahayakan dalam hidup kita. Tetapi janganlah kita hidup dalam ketakutan, Tuhan tidak dapat membawa maju kehidupan kita bila kita hidup dalam rasa takut.

(Yesaya 41:10) janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Cara Mengatasi: berani mencoba dan tidak menyerah.

Kenali jebakannya dan atasilah, mari kita bertumbuh bersama di dalam Tuhan.

SELECT SERMON

Jangan Kuatir

19 March 2017 | Ps. Noel Risakotta
SELECT SERMON

Memenangkan Kekuatiran Hidup

14 February 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Christianity: from Inside to Outside

30 July 2017 | Dieter Nicholas Gunawan