SERMONS
Anugerah yang Menyelamatkan

ON 27 MARCH 2016, BY PDP. JOSHUA SUDARSONO


Kita semua ingin mendapatkan anugerah, kasih karunia yang berlimpah dari Tuhan. Kita harus mengerti bahwa setiap kita sudah mendapatkan kasih karunia yang paling utama yaitu pengorbanan Yesus di kayu salib yang menebus dosa kita, setiap orang percaya menerimanya dengan cuma-cuma.

Setiap dari kita pasti ingin bisa menerima hidup yang penuh anugerah Tuhan dan memiliki hidup yang menjadi berkat kepada banyak orang.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Korintus 15:10)

Apabila kita sudah menerima kasih karunia dari Tuhan, maka kita akan hidup dengan kerja keras seperti Paulus. Akan tetapi kerja keras ini bukan oleh kekuatan kita, tapi juga dari pemberian Allah. Seringkali kita jauh lebih mudah bergantung kepada diri kita sendiri daripada kepada Tuhan. Bahkan kita merasa puas oleh apa yang kita bisa lakukan, bukan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Pada saat kita bergantung pada diri sendiri, kita sedang menahan kasih karunia Tuhan.

Dalam sharing iman ini, kita perlu lebih lagi menyadari bahwa kehidupan kita sekarang ini bukan hasil usaha kita tapi semata-mata kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan kita.

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. (2 Petrus 1:5-7)

Iman adalah dasar dari segala kasih karunia yang Tuhan ingin berikan, setiap orang yang penuh kasih karunia akan memiliki:
KEBAJIKAN, PENGETAHUAN, MENGUASAI DIRI, TEKUN, SALEH, KASIH FILIA (kasih akan saudara), KASIH AGAPE (kasih akan semua orang).

Bila kita tidak memiliki semua hal di atas, maka 2 Petrus 1:9 berkata: “Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.”

Seringkali pengorbanan Tuhan menjadi tidak berarti karena kita tidak merasa berdosa dalam hidup kita, kita tidak berpikir bahwa pengorbanan Tuhan adalah untuk kita secara pribadi. Mungkin banyak di antara kita yang dulu saat belum mempercayai Tuhan, merasa diri kita cukup baik meskipun kita tidak memiliki Tuhan. Kita perlu merenungkan kembali, apakah setiap kita sungguh-sungguh adalah orang yang baik? Bukankah seringkali kita hanya baik kepada orang-orang tertentu yang juga baik dan memberi keuntungan kepada kita?

Setiap dosa sekecil apapun pasti menghalangi kita untuk masuk dalam kerajaan Allah. Sehingga tidak akan pernah ada manusia yang sanggup melakukan hal ini. Apakah setiap kita sudah benar-benar menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita? Kita perlu sungguh-sungguh merenungkan hal ini dan benar-benar mempercayainya. Kasih karunia itu kita dapatkan pada saat ada kerendahan hati dalam diri kita. Lawan dari rendah hati adalah kesombongan, betapa berbahaya kesombongan ini dalam kehidupan kita.

Orang yang sombong, memiliki:
KEKUATIRAN, KEGALAUAN, RASA MALU YANG TIDAK PADA TEMPATNYA, MINDER, TIDAK SABAR, MENGINGINI, KEPAHITAN.

Kesombongan adalah akar dari segala dosa. Kesombongan berarti merasa bisa mandiri atau punya kemapanan tanpa adanya Tuhan. Orang yang miskin di hadapan Tuhan lah akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah, kita harus terus berpikir bahwa kita tidak dapat hidup tanpa kepuasan di dalam Tuhan.

Tidak ada orang satupun yang berkewajiban masuk ke dalam dosa, tidak ada juga orang yang tidak dapat diubahkan oleh Tuhan. Kuncinya adalah merendahkan diri kita di hadapanNya dan membuka hati kita selebar mungkin, dengan iman percaya menerima kasih dan anugerah dari Yesus. Maka hidup tidak hanya diselamatkan tapi juga mendapatkan anugerah yang besar selama kita hidup.

Mari kita merendahkan diri selalu di hadapan Tuhan dan menjadikan kesenangan di dalam hidup kita. Maka kasih karunia Tuhan pasti ada di dalam hidup kita, memberikan kita masa depan yang gilang gemilang.

SELECT SERMON

Arti Sebuah Pekerjaan

8 November 2015 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Menghadapi Ketakutan

18 June 2017 | Pdt. Aruna Wirjolukito
SELECT SERMON

Tugas Roh Kudus bagi Orang Percaya

17 May 2015 | Pdt. Trivena Sardjono