SERMONS
Arti Sebuah Pekerjaan

ON 8 NOVEMBER 2015, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA

Pekerjaan yang kIta miliki didunia ini tidak ada yang abadi, semuanya punya batas waktu dan ada saatnya kita akan berhenti atau pensiun dari pekerjaan itu.

Pada kotbah ini kita akan belajar bagaimana cara bekerja yang sesungguhnya dikehendaki Tuhan. Point pertama, lakukan pekerjaan dengan penuh syukur, kerendahan hati dan miliki konsep kerja yang benar. Jika kita hanya mau berkatnya saja dan tidak menyukuri pekerjaan itu, maka kita akan melakukan pekerjaan itu dengan asal-asalan saja. Dalam Amsal 14:23 dan Pengkhotbah 13 mengatakan, kita harus menikmati pekerjaan yang Tuhan beri dan tidak hanya menikmati berkatnyasaja. Karena dalam setiap jerih lelah yang kita lakukan ada keuntungan. Orang-orang merasa pekerjaan itu menyebalkan karena mereka memiliki pandangan yang salah tentang pekerjaan. Akhirnya kepuasan dalam bekerja hanya identik dengan materi. Akibatnya manusia bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup tetapi malah menumpuk materi yang ada dan ini membuat kita terikat serta membuat fokus hidup kita berubah dan kita mulai tidak menjadikan Allah sebagai fokus utama kita dalam hidup. Point kedua, lakukan pekerjaan dengan kesungguhan hati kita dan pakai pikiran Tuhan. Kita hari-hari ini kadang bekerja dengan tidak memiliki kesungguhan hati karena kita memiliki fokus untuk memperkaya diri. Inilah yang mengakibatkan kehancuran keluarga dan lain-lain. Bahkan ada yang menyampingkan pelayanan di gereja agar bisa menambah waktu kerja mereka. Apa yang harus dilakukan agar kita bisa melakukan pekerjaan dengan baik?
1.Miliki konsep kerja yang benar
2.Lakukan pekerjaan dengan kesungguhan hati dan pakai pikiran Tuhan
3.Cari Tuhan dahulu dan ketaatan pada pimpinan. Libatkan Tuhan dalam pekerjaan kita. Itu berarti tanya Tuhan apa yang harus kita ambil dan mana yang tidak
4.Bekerja bukan hanya untuk diri sendiri. Tapi serahkan seluruh pekerjaan kita dalam tangan Tuhan. Berani mengambil resiko dipekerjaan kita untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah.

Point ketiga, kita bekerja bukan hanya untuk menaikkan gengsi. Artinya siapkan diri kita dengan semaksimal mungkin karena jangan sampai kita bekerja hanya mengandalkan otak kita saja tapi tidak memiliki skill apa-apa. Miliki kerendahan hati saat melakukan pekerjaan sekecil apapun. Lakukan dengan kesungguhan hati dan percayalah saat kita telah melatih diri kita untuk merendahkan diri dengan pekerjaan yang kita miliki maka Allah pasti akan mempercayakan hal-hal besar kepada kita. Dalam Kejadian 1:26-31, kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah dan yang harus kita tahu bahwa Allah juga “bekerja” saat menciptakan kita. Jadi bila kita segambar dan serupa dengan Allah maka kita pun harusnya bekerja. Milikilah prinsip tetap bekerja walau mendapat hasil yang sedikit daripada tidak melakukan apa-apa samasekali. Kerja adalah hakekat Allah. Berarti kalau kita segambar dan serupa dengan Allah maka kita juga harus bekerja karena itu hakekat kita. Point keempat, sifat alami kita sebenarnya kerja jadi jangan pernah menganggur. Apapun kendalanya sekalipun orang-orang yang berusia lanjutpun, tetap bisa bekerja. Kita bisa berdoa untuk anak dan cucu kita dan juga bisa membagikan pengalaman-pengalaman kita kepada mereka. Itu juga pekerjaan
yang kita bisa lakukan. Dalam Yohanes 15:16, artinya hanya yang bekerja yang dapat menghasilkan buah. Tandanya ada halnya yang kita lakukan. Kerja manusia bagi Allah adalah pekerjaan yang berdampak pada kekekalan. Kolose 3:22 menggambarkan disiplin kita dengan pekerjaan dan menggambarkan ketaatan kita dengan Tuhan. Dalam ayat 23, lakukan dengan sepenuh hati dan dengan kehendak Allah. Percayalah Allah akan memberikan kita hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Dalam ayat 24, percayalah bahwa kita terima upah dari Tuhan. Mungkin didunia ini kita mendapat upah dari manusia tapi percayalah bahwa Allah juga memberi upah kita berkat jasmani dan rohani. Dalam ayat 25, ini berbicara tentang hati yang takut akan Tuhan. Jangan lakukan itu bila itu bertentangan dengan perintah Allah.

Miliki konsep yang benar tentang bekerja. Kerja bukan sekedar mencari uang dan mencukupi kebutuhan hidup. Kerja ada banyak arti yang lain dan sebenarnya arti kerja itu harus dicocokan dengan kehendak Allah. Yuk jadikan Tuhan sebagai nomor 1 dan jangan jadikan uang yang terpenting dalam hidup kita.

SELECT SERMON

Kekristenan vs Humanisme

9 October 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Gereja yang Tetap Mencari Kebenaran

13 September 2015 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Penyembahan yang Sejati

28 May 2017 | Harry Yusuf