SERMONS
Belajar dari Kisah Simson

ON 5 NOVEMBER 2017, BY HARRY YUSUF

Bacaan Hakim-hakim 16:4-22
Hakim-hakim 16:19-20 “Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya. Lalu berserulah perempuan itu, “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang sudah-sudah aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.

Pada kitab Hakim-hakim pasal yang ke 16 mulai dari ayat ke 4, terdapat kisah mengenai Simson dan Delila. Simson seorang yang sangat kuat jatuh cinta pada seorang wanita dari lembah Sorek bernama Delila. Raja-raja kota orang Filistin yang mengetahui hubungan Delila dan Simson, bermaksud memanfaatkan Delila untuk mengetahui kelemahan Simson untuk mengalahkannya. Diceritakan, hingga tiga kali dilakukan usaha untuk melemahkan Simson, tapi ketiganya gagal.

Usaha pertama dan kedua, Simson diikat dengan tujuh tali busur baru (ayat 7-9) dan dengan tali baru yang belum terpakai untuk pekerjaan apapun (ayat 11-12). Dari kedua usaha tersebut, Simson tidak menjadi lemah dan bisa melepaskan dirinya dengan mudah dari ikatan yang ada. Ikatan dan belenggu tidan mampu melemahkan Simson yang seorang Nazir Allah. Nazir Allah artinya orang pilihan Allah. Sebagai anak-anak Tuhan, tentunya kita semua adalah orang pilihan Allah. Hal yang berlaku pada Simson, tentu berlaku juga atas kita: tidak ada ikatan apapun yang mampu membelenggu dan melemahkan kita. Jika pada saat ini kita merasa terikat dan terbelenggu dengan sesuatu, ketahuilah bahwa hal tersebut tidak akan dapat melemahkan kita. Tidak ada serangan apapun yang berasal dari luar yang dapat melemahkan kita.

Setelah dua kali gagal, Delila kembali bertanya untuk ketiga kalinya, apakah yang bisa melemahkan Simson. Jawab Simson: “Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga.” (ayat 13). Simson mulai membahas mengenai rambutnya: dia membuka celah sekaligus bermain-main dengan kelemahannya. Hingga akhirnya pada ayat 17 Simson benar-benar menyampaikan kelemahannya kepada Delila.

Sesungguhnya hanya ada satu cara untuk mengalahkan Simson, yakni dengan memotong rambutnya. Bagi seorang Nazir Allah, rambut adalah tanda perjanjian dengan Allah: memotong rambut berarti memotong hubungannya dengan Allah. Simson jatuh cinta pada Delila, sehingga Simson mau menceritakan kelemahannya kepada Delila. Karena cintanya pada Delila, dia pun “kalah” dan membiarkan kelemahannya diketahui oleh Delila. Perhatikan pada siapa dan pada apa kita jatuh cinta. Jangan sampai cinta menyebabkan kita memotong rambut jalin kita sebagai Nazir Allah: meninggalkan Tuhan. Jangan mencintai segala sesuatu lebih dari pada Tuhan.

Pada Hakim-Hakim 16:21 ketika Simson sudah lemah, hal yang dilakukan oleh orang Filistin adalah mencungkil mata Simson. Demikianlah yang akan dilakukan iblis kepada kita saat kita menjadi lemah: mengambil pengelihatan kita, mengambil visi kita. Visi bicara tentang masa depan. Seperti Simson yang bekerja menggiling gandum di penjara, tanpa visi kita hanya akan berputar-putar di tempat seperti orang yang sedang menggirik gandum. Ketika kita kehilangan hubungan kita dengan Tuhan maka visi kita akan diambil oleh iblis , padahal dengan visi-lah kita dapat melakukan segala perkara yang besar. Visi juga berbicara tentang pengharapan. Ketika visi kita diambil, kita tidak bisa lagi melihat harapan, melihat cahaya yang ada di depan kita.

Dalam kelemahan dan ketidakberdayaannya, pada ayat 22 dikatakan bahwa rambut Simson mulai kembali tumbuh. Dalam kondisi tersebut, Simson mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan dan masuk dalam pertobatan. Saat Simson berseru kepada Tuhan (ayat 28), dia menunjukkan suatu penyerahan diri kepada Tuhan, meminta pertolongan dan mengakui bahwa hanya Tuhan yang punya kuasa dan kekuatan. Seperti Simson, ketika kita sudah memotong hubungan kita dengan Tuhan karena jatuh dalam dosa dan kita merasa berada dalam kelemahan, berserulah pada Tuhan. Akan ada pemulihan yang diberikan oleh Tuhan.

Meskipun telah kembali kepada Tuhan, menerima pemulihan, dan menerima kesempatan yang baru dari Tuhan, Simson tetap buta. Kebutaan yang dialami Simson merupakan satu konsekuensi atas tindakannya, dan kesempatan yang Tuhan berikan tidak akan meniadakan konsekuensi tersebut. Sama seperti dalam hidup kita, konsekuensi atas dosa yang telah kita perbuat akan tetap berlaku. Namun jangan biarkan kesalahan di masa lalu menghambat kita untuk kembali kepada Tuhan.

Hakim-hakim 16:30 (TB) Berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
Ketika kita menyerahkan seluruh visi kita kepada Tuhan, dan kita berani mati terhadap ego dan keinginan kita sendiri, maka Tuhan yang akan melaksanakan rencana-Nya dalam hidup kita. Saat kita mau mengikis dan mematikan kedagingan kita, saat itulah kita akan melakukan lebih banyak daripada ketika kita hidup untuk diri kita sendiri. Tuhan punya rencana untuk setiap kita, pegang itu dan jangan biarkan hubungan kita dengan Tuhan terputus. Jangan biarkan visi dan pengharapan hilang dalam hidupmu, tetapi jika itu sudah terjadi, kembalilah kepada Tuhan dan alami pemulihan.

Satu analogi yang menarik tentang bagaiman Tuhan bekerja:
Tuhan ibarat waze dalam hidup kita. Ketika kita melenceng dari jalan-Nya, Tuhan selalu rerouting jalan hidup kita untuk kembali kepada Tuhan dan rencana-Nya.

SELECT SERMON

Pribadi Berkarakter Kristus

8 October 2017 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Berdampak

12 November 2017 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Jangan Serupa dengan Dunia

20 March 2016 | Pdt. Jaliaman Sinaga