SERMONS
Berhenti Mementingkan Diri Sendiri

ON 11 JUNE 2017, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA

Gereja modern sekarang ini banyak yang lebih terfokus kepada mengisi gerejanya dengan banyak manusia, padahal sesungguhnya injil diberitakan untuk mengisi manusia dengan Tuhan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satunya karena gereja sendiri hari-hari ini memiliki kebutuhan yang besar, misalnya uang sewa tempat yang mahal sehingga gereja seakan-akan harus mengejar jumlah jemaat.

Gereja sesungguhnya tidak bicara tentang tempat tapi justru setiap orang yang ada di dalamnya. Apakah setiap anggota gereja juga lebig mementingkan kepentingannya sendiri? Atau bisa menaruh kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi?

Di tengah konsumerisme dan persaingan dunia ini, banyak orang yang menganggap mementingkan kepentingan pribadi adalah hal yang wajar. Misalnya saja kita boleh merenungkan, apakah sebagai orang tua kita lebih bangga punya anak yang baik karakternya atau anak yang berprestasi? Seringkali kita lebih menghargai anak yang punya prestasi.

Kita cenderung lebih menghargai sesuatu yang kelihatannya hebat di dunia tapi bukan apa yang Tuhan puji. Mari kita merefleksikan kembali apakah kita hari-hari ini lebih mengejar ketulusan dan kejujuran dibanding dengan kekayaan? Atau sah bagi kita berlaku tidak jujur demi harta yang berlimpah?

Sikap hati setiap anggota gereja menentukan warna gereja tersebut. Bila anggota gereja mementingkan diri sendiri, maka warna gereja juga akan mengikuti. Sehingga setiap kita harus berani mengambil langkah untuk berubah lebih seruoa Kristus.

Yakobus 3:16 (TB) Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

2 Timotius 3:2-7 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.

Perlu kita sadari bahwa ayat diatas bicara tentang orang yang bergereja. Kehidupan kekristenan kita sejatinya bukan tentang setia ke gereja atau setia melayani saja tapi bagaimana kita hari demi hari semakin serupa Kristus. Yang akan menyongsong Tuhan di kedatangannya yang kedua adalah murid-murid Tuhan. Murid-murid berarti orang yang hidup seperti Kristus telah hidup.

Mari kita belajar untuk hidup berkorban demi orang lain, karena Tuhan Yesus selama hidup juga melakukan pengorbanan yang besar bagi setiap kita manusia.

Ayat ke 7 berkata, “yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak dapat mengenal kebenaran”. Inilah yang terjadi pada orang yang mementingkan dirinya sendiri, mereka tidak dapat mengenal kebenaran yang berarti tidak menerima keselamatan. Betapa mengerikan apabila hal ini terjadi di dalam hidup kita.

The wisdom in Hot Chocolate

Ada sebuah cerita mengenai sekumpulan sarjana S2 yang sedang berkumpul di rumah profesornya. Pada awalnya mereka bercerita tentang pencapaian-pencapaian mereka, tetapi saat obrolan berlanjut topik beralih menjadi keluhan-keluhan tentang beratnya kehidupan. Lalu sang profesor datang dengan coklat panas dan banyak cangkir dengan jenis yang berbeda. Ada cangkir-cangkir yang mahal ada juga cangkir sederhana yang murah. Profesor mempersilahkan anak-anak didiknya ini untuk mengambil coklat panas dengan cangkir yang mereka pilih sendiri. Tersisalah cangkir-cangkir yang sederhana dan murah. Sang profesor memberi pengertian bahwa cangkir itu adalah perlambang posisi, jabatan, dan harta yang kita miliki, sedangkan coklat panas adalah kehidupan kita. Seringkali kita fokus pada memilih cangkir yang paling baik dan membandingkannya dengan orang lain, tetapi lupa bahwa coklat panas itulah yang seharusnya kita nikmati. Rasa coklat panas itu ada kehidupan yang Tuhan sudah berikan dan harus kita syukuri.

Live simple
Love generously
Care deeply
Speak kindly
Leave the rest to God

The richest person is not the one who has the most but the one who needs the last

Bagaimana caranya kita bisa fokus pada kehidupan?

Yang pertama, kita harus fokus pada Tuhan. Jangan pernah belajar memahami hidup ini dari perkataan dunia, karena Tuhan yang memberikan hidup. Kenali Tuhan lebih lagi lewat esensi dari semua kehidupannya. Dia Allah yang berkorban, kita harus mencontohnya.

Yang kedua, takut akan Tuhan.

Mazmur 111:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Takut akan Tuhan berarti keseganan akan Dia dan kita sungguh-sungguh ingin menyenangkan hati Tuhan lewat hidup kita.

Hidup kita harus diisi yang terutama dengan prinsip-prinsip kerajaan Allah, bukan dengan hal-hal yang remeh dan kecil. Membesarkan hal-hal yang kecil (kebiasaan kita, hobi kita, hal yang kita suka) di dalam hidup kita membuat permasalahan yang besar saat kita berbagi hidup dengan orang lain.

Kita harus terus berjuang untuk tidak menempatkan kepentingan diri kita sendiri diatas segalanya, tapi menempatkan kepentingan Tuhan dalam hiduo kita.

SELECT SERMON

Belajar dari 7 Jemaat

21 May 2017 | Pdp. Andy Auric
SELECT SERMON

Mendidik Anak

1 May 2016 | Pdt. Jarot Wijanarko
SELECT SERMON

Pemulihan Hati Anak

10 April 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna