SERMONS
Gereja yang Tetap Mencari Kebenaran

ON 13 SEPTEMBER 2015, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA


Baca: 2 Timotius 4:1-5

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.” (2 Timotius 4: 2-3)

Semakin hari dunia terus mengejar popularitas dan banyak orang juga terobsesi dengan popularitas. Hal ini menggambarkan bahwa dunia yang didasarkan oleh popularitas dan yang pemenangnya didukung oleh mayoritas atau keputusan orang banyak. Yang terbaik bagi Allah bukan berdasarkan keputusan yang terbanyak yang dipilih manusia karena keputusan Allah itu jauh lebih baik daripada apa yang dipilih oleh manusia. Bahkan seringkali manusia hanya melihat dari fisik saja dan hari-hari ini dunia hanya mengikuti trend yang berlaku pada saat itu. Dalam 2 Timotius 4:1 berbicara soal pesan akhir Paulus kepada Timotius dan setiap kita. Jika seseorang memberikan pesan terakhir berarti itu suatu pesan yang penting. Yang paulus pesankan adalah kita harus sungguh-sungguh lakukan pesan atau perintah Paulus di bawah ini (pada ayat 2). Pada 2 Timotius 4:2 berbicara tentang memberitakan firman dan bukan sekedar sesuatu tentang firman. Apa bedanya? Banyak orang akhir-akhir ini memodifikasi firman tapi tidak sungguh-sungguh memberitakan firman. Hati-hati perhatikan apakah hari-hari ini kita mau mendengarkan firman atau hanya sekedar firman. Paulus berkata untuk terus beritakan firman Tuhan walaupun ada halangan dan masalah yang menghadang. Sebagai contoh nabi Yeremia yang melayani Allah. Dia memberitakan injil kepada bangsa Istrael agar bangsa itu bertobat. Tetapi banyak masalah yang dia hadapi, pergumulannya adalah bangsa Istrael selama 40 tahun lamanya tidak bertobat. Jika kita mau melihat cerita ini, bukankah ini sesuatu yang sia-sia ketika Yeremia telah memberitakan injil dan tidak ada yang bertobat? Tidak. Sebab upahnya besar di sorga karena dia setia. Kita melayani bukan karena hasilnya, tetapi kita melayani karena kita taat dan mengabdi kepada Allah. Dikatakan disini tegorlah, nasihatilah dan nyatakan kesalahan. Dan ketika kita ditegur, itu berarti kita harus merendahkan hati kita dan mengoreksinya. Tugas setiap orang percaya adalah mengingatkan satu dan yang lain agar kita bersama-sama tidak melenceng. Ini tidak mudah, saat kita menegur sesama kita pasti ada orang yang tidak menyukai kita, tapi itulah yang Paulus alami. Dalam 2 Timotius 2: 9-10, karena Paulus menegur dan menasihati disekitarnya akhirnya Paulus dijauhi oleh orang-orang disekitarnya. Pahadal tujuannya agar orang-orang diselamatkan. Tuhan Yesus juga mengalaminya, karena menegur dan tidak mau kompromi dengan dosa akhirnya Dia menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa setiap kita. Mari kita saling mengingatkan dan menegur agar kita semua sama-sama diselamatkan. Dalam 2 Timotius 4:3,4 berbicara kita sedang berada pada akhir zaman. Ayat 3 ini menggambarkan gereja-gereja pada akhir zaman ini yang hanya menjalankan dengan berdasarkan keinginannya dan tidak mau berkomitmen. Tapi kalau kita terus kompromi terhadap dosa, kita tidak akan pernah bisa belajar dan tidak bisa bertumbuh dengan baik. Ibrani 5:13-14 jika kita mau didewasakan oleh Tuhan maka kita harus sungguh mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, taat, dan mengabdi. Harus berkomitmen untuk sungguh-sungguh melakukan firman. Firman mengajarkan juga agar kita menjadi dewasa dalam Kristus agar kita lebih mengerti tentang kebenaran Kristus. Kita harus mengerti bahwa jabatan di gereja tidak mengukur kedewasaan rohani kita. Jika kebanyakan gereja kompromi tentang firman agar gereja itu disukai orang banyak maka itu salah, karena belum tentu yang disukai orang banyak itu baik dan benar bagi Allah. 2 Timotius 4:5 berkata sabar menderita bahwa segala sesuatu lakukan yang terbaik dan tetap lakukan yang terbaik. Dalam 1 Yohanes 2:17 juga berkata jika kita ingin hidup terus kekal dalam Kristus maka lakukan kebenaran firman Allah dengan baik. Artinya firman ada yang penuh kasih, ada juga yang menegur. Kita harus ingat juga bahwa Allah itu penuh kasih tapi Allah juga adil.
SELECT SERMON

Yesus, Tuhan yang Tidak Pernah Curang

2 August 2015 | Pdt. Benny Gunawan
SELECT SERMON

Kebebasan Dalam Kristus

26 April 2015 | Pdp. Andi Auric
SELECT SERMON

Menjaga Hati Setiap Hari

3 April 2016 | Pdt. Fendi Tantono