SERMONS
God’s Momentum

ON 10 SEPTEMBER 2017, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA

Apa itu momentum? Momentum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti saat yang tepat. Ilmu Fisika mendefinisikan momentum sebagai massa dikali dengan kecepatan. Momentum baru ada buat kita bila ada kecepatan. Kecepatan bisa terjadi kalau ada pergerakan, apabila tidak ada pergerakan tidak mungkin dapat menghasilkan momentum. Kita harus memahami betapa pentingnya momentum di dalam hidup kita, setiap orang yang sukses membutuhkan momentum.

People who succeed have momentum. – Tony Robbins

Orang yang sukses pasti memiliki momentum. Bila diibaratkan kita menaiki gunung, untuk mendaki ke tempat yang tinggi tentunya kita butuh tenaga yang ekstra. Apabila dibandingkan antara berjalan kaki dengan mengendarai mobil, pilihan mana yang dapat membuat kita lebih nyaman dan cepat sampai ke puncak? Tentu saja dengan mobil, karena mobil memiliki momentum yang besar sehingga memudahkan kita menaiki puncak.

Momentum adalah tenaga dan gaya yang dapat mengatasi segala rintangan.

Momentum solves 80% of your problems. -John Maxwell

Bagaimana cara untuk mempertahankan momentum?

Consistency is the key to achieving and maintaining momentum. -Darren Hardy

Berkaca kepada pengalaman gembala sidang kita, Pdt. Ir. Niko, yang dari tahun 1988 lalu memulai dengan 400 orang jemaat dan sekarang sudah hampir mencapai angka 300.000 jemaat. Kesuksesan ini bisa dicapai karena konsistensi Pak Niko terhadap keinginan Tuhan dan dia berjalan selalu di dalam momentum Tuhan.

Mari kita belajar bagaimana cara untuk masuk ke dalam momentum Tuhan dari seorang raja yang sangat dikagumi bangsa Israel, yaitu Daud.

Daud adalah raja Israel yang paling dikasihi dan mengakhiri kepemimpinannya dengan baik. Kita perlu menyadari kalau Daud tidak memulai kehidupannya dengan posisi yang strategis sebagai anak raja, coba kita memperhatikan poin-poin yang dilakukan oleh Daud untuk masuk dalam momentum Tuhan.

1. Mulai segera dengan apa yang ada

(1 Samuel 17: 28) Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”

Daud memulai dengan posisinya sebagai seorang gembala, gembala adalah profesi yang paling rendah di masanya. Daud bahkan tidak menggembalakan banyak domba, tapi hanya 2 atau 3 ekor saja. Hari-hari ini banyak orang yang memilih justru menjadi pengangguran karena merasa tidak bisa meraih dan mendapatkan hasil yang sesuai keinginan, banyak orang di masa ini tidak mau memulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana.

Secara fisik, Daud tidak memiliki fisik yang tinggi dan gagah seperti saudara-saudaranya, sehingga dia dianggap sebelah mata dan diberi pekerjaan hanya sebagai gembala. Akan tetapi Daud mengambil kepercayaan itu dan mengerjakannya tanpa menunda serta memberikan yang terbaik dengan apa yang ada.

Start where you are. Use what you have. Do what you can. -Arthur Ashe

Kunci daripada momentum adalah kerjakan dengan apa yang ada padamu dan jangan berhenti. Kenapa tidak boleh berhenti? Kalau kita berhenti, momentum yang sudah kita kumpulkan selama ini akan hilang.

2. Terus maju, jangan biarkan siapapun menghentikanmu

(1 Samuel 17:33) Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

Daud ingin membela Allah bangsa Israel, tetapi pada saat dia datang kepada raja Saul. Raja mengatakan bahwa Daud tidak mungkin dapat mengalahkan Goliat, meskipun diremehkan sedemikian Daud tidak mundur. Daud mengetahui bahwa itu adalah rencana Tuhan dalam hidupnya, sehingga ia tidak gentar karena pendapat orang lain. Daud tahu bahwa peluang ini adalah momentum yang Tuhan berikan di hidupnya.

An pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty.

Seorang yang sukses, pada saat gagal akan maju dan bangkit kembali. Ada orang yang setelah gagal tidak lagi mencoba dan kecewa. Sikap yang tidak menyerah adalah hal yang harus diperjuangkan untuk mengambil bagian dalam momentum Tuhan.

3. Lakukan selalu yang terbaik, apapun dan dimanapun engkau ditempatkan.

(1 Samuel 17:34-36) Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

Kalau kita hitung-hitungan atas pekerjaan yang dipercayakan kepada kita, kita tidak akan dapat mengalami momentum Tuhan. Misalnya saja kita tidak mau berikan yang terbaik dalam pekerjaan karena merasa gaji yang diberikan kurang tinggi. Kita menghitung-hitung segala pekerjaan dengan imbalan yang diterima. Percayalah bila kita berada di posisi seperti itu, Tuhan ingin kita tetap memberikan yang terbaik karena itulah saat dimana Tuhan sedang melatih kita menjadi pribadi yang lebih cakap dalam berbagai perkara. Lakukan yang terbaik untuk segala pekerjaan yang Tuhan berikan dalam hidup kita, bukan berdasarkan imbalan tapi dengan kesadaran penuh bahwa Tuhan sendiri yang menempatkan kita untuk mengerjakan hal itu.

– Daud terbiasa melakukan yang terbaik, hal itu membuatnya percaya diri saat peluang itu ada
– Daud berani menghadapi Goliat bukan tanpa dasar
– (Matius 5:41) Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil
– There are no traffic jams along the extra mile.” -Roger Staubach

4. Akui Dia, yang berperang ganti kita

(1 Samuel 17:44) Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”

Saat kita melakukan bagian kita, mengakui Dia, Tuhan akan lakukan bagianNya.

(Zakharia 4:6b) Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Segala pekerjaan yang kita bisa lakukan itu semua semata-mata karena Tuhan, kalau kita merasa kita melakukannya dengan kekuatan kita sendiri maka momentum itu akan berkurang.

Jangan memakai sepatu orang lain untuk membandingkannya dengan kehidupanmu. Orang yang sukses dapat melihat tujuan dari kesuksesannya itu, orang yang gagal hanya bisa memandang kepada kesuksesan orang lain. Punyailah keberanian untuk mengikuti hatimu dan intuisimu.

5. Ciptakan momentum untuk kemenangan

(1 Samuel 17:48-49) Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

Sometimes thinking too much can destroy your momentum.

Mari kita berkaca dari reaksi Daud saat diperhadapkan dengna Goliat. Goliat diibaratkan adalah masalah yang besar di dalam kehidupan kita. Saat Goliat bergerak maju dan berlari dengan fisik yang begitu besar dan gagah, apa yang dilaukan oleh Daud? Apabila kita ada di posisi Daud, bisa jadi kita menyerah dan lari dari medan perang. Tetapi reaksi yang diberikan Daud adalah, “maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh menemui orang Filistin itu”. Hal inilah yang harus kita contoh dari Daud, kita menciptakan momentum untuk menang dengan memiliki keberanian untuk menghadapi lawan kita sebesar dan seberat apapun itu seperti Daud dengan berani menghadapi Goliat.

(Filipi 3: 14) dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Masuklah ke dalam momentum Tuhan, lakukan yang terbaik dan dengan segera tanpa menunda. Miliki keberanian untuk menghadapi segala sesuatu yang menghalangi kita tanpa menyerah dan berserah penuh karena Tuhan yang memberikan kemenangan.

SELECT SERMON

Siapkah Kita Menyambut Natal

13 December 2015 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Kesadaran akan Keselamatan

8 May 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Masuk Lebih Dalam

3 September 2017 | Pdm. Himawan Wongso Adam