SERMONS
Hari Kenaikan Yesus Kristus

ON 5 MAY 2016, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA

Seringkali kita tidak terbiasa mengucapkan “Selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus”, tapi sangat fasih memberi ucapan “Selamat Paskah” ataupun “Selamat Natal”. Padahal hari Kenaikan Yesus ke surga juga adalah satu perayaan besar dalam karya penebusan Tuhan di dunia ini, kita semua perlu lebih lagi memaknai hari ini sebagai bagian dari karya Tuhan yang utuh.

Hal yang penting untuk kita renungkan adalah, mengapa tidak banyak orang dapat memiliki iman bahwa Tuhan saja sudah cukup dalam kehidupan mereka? Yang membuat kita dapat memiliki iman yang utuh adalah apabila kita menangkap karya penebusan Yesus secara utuh termasuk kejadian Tuhan diangkat ke surga.

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. (Kisah Para Rasul 1: 9)

Kejadian kenaikan Tuhan Yesus ke surga ini disaksikan oleh banyak orang, selain daripada murid-murid dan keluarga Yesus tapi juga seluruh penduduk Galilea. Perlu kita mengerti sungguh-sungguh bahwa kenaikan ini adalah kejadian yang historis, tercatat dalam sejarah dan bukan hanya dongeng atau karangan semata.

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. (Lukas 24: 51-52)

Perpisahan sewajarnya mendatangkan dukacita, tapi di ayat diatas perpisahan dengan Tuhan Yesus mendatangkan sukacita yang besar. Hal ini berarti ada suatu hal luar biasa yang diterima oleh murid-murid Yesus lewat peristiwa kenaikan Tuhan.

Kenaikan Tuhan Yesus ke surga diibaratkan sebagai sebuah materai daripada karya penebusan Tuhan, kejadian ini memberikan kita pengharapan yang pasti tentang kemana kita akan pergi pada akhirnya. Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 14 : 2, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Lewat ayat ini kita dapat menangkap hal yang pertama lewat kenaikan Yesus yaitu betapa spesialnya kita di mata Tuhan, sampai-sampai Tuhan Yesus secara pribadi menyediakan tempat khusus yang terbaik bagi kita.

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (1 Korintus 15: 20)

Hal yang kedua adalah, kenaikan Yesus ke surga membuktikan bahwa Yesus meninggalkan dunia tetapi Dia tidak mati. Sama seperti Yesus, Dia yang sulung dari setiap kita, kita juga akan meninggal dunia tetapi kita tidak mati. Kita akan hidup selama-lamanya bersama dengan Tuhan. Hal inilah yang mau disampaikan oleh Tuhan lewat kejadian dimana Dia terangkat pelan-pelan ke surga. Inilah pengharapan yang nyata dan kita harus menerimanya dengan iman yang utuh.

Kehidupan kita di dunia hanya sementara saja, setiap kita cuma singgah sebentar di dunia ini. Justru tempat tinggal kita yang sesungguhnya adalah di surga. Yohanes 15: 19 berkata, “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.”

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14: 1-4)

Setiap kita ini berasal bukan dari dunia, kita berasal dari surga. Kita harus memahami betul bahwa surga adalah kampung halaman kita. Apabila kita menganalogikan dengan peristiwa mudik, begitu banyak orang membayar harga lebih banyak semata-mata untuk sampai ke kampungnya. Begitu juga dengan setiap kita, kita harus merindukan untuk kembali ke surga. Yang terpenting dalam hidup kita adalah kita investasi kepada Kerajaan Surga bukan dengan apa yang kita dapat dinikmati di dunia.

Dalam perjalanan hidup kita, Tuhan sudah memberikan kita tiket ke surga bahkan dia berikan pemandu arah yaitu Roh Kudus yang dicurahkan dalam hidup kita. Yang perlu kita lakukan adalah, sungguh-sungguh kita memiliki kemauan untuk pergi ke sana.

Milikilah komitmen untuk kembali ke rumah kita yang sebenarnya yaitu di surga bersama Yesus, hidup kita adalah perjalanan menuju kepada surga.

SELECT SERMON

Hiduplah Bersungguh-sungguh di dalam Tuhan

19 April 2015 | Pdt. Pieter Faraknimella
SELECT SERMON

Kita sangat penting bagi Tuhan

24 April 2016 | Ev. Julia Halim