SERMONS
Hidup dengan Kelimpahan

ON 9 AUGUST 2015, BY PDP. JOSHUA SUDARSONO

Pembicara hari Minggu ini adalah Pdp. Joshua yang kurang lebih 1,5 tahun lalu diutus ke Sungai Liat, Bangka untuk merintis gereja di sana. Gereja ini diberi nama House of Revival, biar sungguh boleh ada kebangkitan rohani terjadi di pulau Bangka. Pada kesempatan yang baik ini, pak Joshua membagikan tentang berbagai pengalaman yang dilalui selama perintisan gereja. Bermacam-macam respon dan cerita dari jiwa-jiwa di Sungai Liat sungguh memberikan berkat dan inspirasi bagi yang mendengar. Inti dari hidup kekristenan kita adalah soal hubungan pribadi kita dengan Tuhan, yang dimanifestasikan juga di dalam hubungan kita dengan sesama.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10: 10)

Tuhan Yesus menjanjikan kehidupan yang berkelimpahan, hidup berkelimpahan adalah hidup yang bermutu bukan hanya kuantitas tapi justru kualitas. Apakah setiap kita sudah mengenal sungguh-sungguh panggilan kita yang Tuhan tentukan? Kita tidak perlu kuatir akan segala aspek dalam hidup kita, karena Tuhan Yesus tidak hanya peduli terhadap hal-hal yang rohani saya tapi Ia peduli pada setiap sisi dari hidup kita. Jangan biarkan hidup kita menjadi tandus, melewati segala masalah seringkali kita menjadi tawar tapi ingatlah lagi kalau Tuhan ingin kita hidup berbuah-buah dan dia sanggup mengubahkan kita.

Rumus Kehidupan: EVENT + RESPON = HASIL

Dalam menghadapi berbagai kejadian (event) dalam hidup kita, kita dapat memberikan respon yang tepat untuk mendapat hasil yang baik. Janganlah kita terfokus menyalahkan peristiwa tanpa memperhatikan respon pribadi kita. Ada 2 beban hidup yang memberatkan hidup kita: penyesalan akan masa lalu dan kekuatiran akan masa depan. Kita dapat mengatasi penyesalan akan masa lalu dengan mengambil tanggung jawab 100%. Lawan dari tanggungjawab adalah menyalahkan, mencari alasan, mengasihani diri, dan membenarkan diri. Kekuatiran dapat diatasi dengan percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Dengan menaruh prioritas dan meletakkan hal-hal pada tempat yang benar, kita tidak akan merasa kuatir. Alasan orang menjadi frustasi: merasa tidak ada harapan di masa depan, setiap kali mencoba ia gagal lalu menyerah, lebih sering memikirkan diri kita sendiri, tidak memiliki tujuan dan perencanaan di dalam kehidupan. Agar hidup kita berkualitas, kita perlu menghindari hal-hal tersebut. Ingatlah selalu bahwa tujuan utama setiap kita adalah menjadi lebih lagi seperti Tuhan Yesus. Hidup ini seperti lego, ada yang diberi sedikit, cukup banyak, atau sangat banyak. Kita harus mengingat, lego ada untuk dibentuk demikian hidup kita juga pasti dibentuk oleh Tuhan terlepas dari sedikit atau banyaknya talenta yang diberikan. Apa yang selama ini membentuk hidup kita? Apa yang kita anggap paling berharga, nilai-nilai yang kita pegang. Matius 6: 24 berkata, Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”. Kalau kita bisa menempatkan nilai dari Tuhan di atas uang, karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Hal yang berarti dalam hidup manusia ada 6 hal yang penting, Allah dan uang, hidup dan makan, tubuh dan pakaian. Bagaimana kita menempatkan prioritas dalam hidup kita? Apakah kita selalu berpikir yang paling penting adalah mencari uang dahulu baru membuat hidup kita berarti? Saat kita membuat hidup kita berarti terlebih dahulu, sungguh setiap uang, makanan dan pakaian akan dicukupkan.

Milikilah hidup yang berkualitas/berkelimpahan dengan cara memiliki tujuan dan menempatkan kehidupan yang sudah Tuhan beri jauh lebih berarti daripada hal-hal yang materi.

SELECT SERMON

Yesus, Tuhan yang Tidak Pernah Curang

2 August 2015 | Pdt. Benny Gunawan
SELECT SERMON

Perjumpaan Pribadi

6 August 2017 | Harry Yusuf
SELECT SERMON

Pribadi Berkarakter Kristus

8 October 2017 | Pdt. Agustinus Puspawiguna