SERMONS
Hidup Tetapi Mati

ON 28 MAY 2017, BY PDT. AUDY ROCHADI

Baca Wahyu 3:1-2

Ada hal yang menarik dari kondisi jemaat di Sardis yang dikatakan secara fisik terlihat hidup tetapi sebenarnya mati.

Beberapa orang mengatakan bahwa dirinya kristen tapi tidak ke gereja, tidak baca alkitab setiap hari. Di depan lingkungannya menyatakan diri sebagai pengikut Kristus tetapi secara rohani tidak hidup.

Kita perlu merenungkan hari-hari ini, apakah setiap penyembahan kita sungguh-sungguh dari hati? Atau hanya dari luar kita terlihat di gereja sebagai orang kristen tapi hati kita tidak tertuju kepada Tuhan. Badan kita bisa berada di gereja setiap Minggu dan di saat yang sama pikiran serta hati kita memikirkan kehidupan dan kepentingan kita sendiri. Apabila Tuhan datang hari ini kepada orang yang demikian, sudah dapat dipastikan orang itu tidak masuk ke dalam kerajaan Allah.

Untuk masuk surga kita harus sungguh-sungguh membayar harga untuk hidup di dalam Tuhan dengan membangun hubungan bersama Tuhan dan membaca firmanNya setiap hari.

Tubuh kita butuh makan, tetapi di dalam tubuh kita juga ada roh yang butuh makan. Seringkali kita lebih suka memberi makan tubuh kita banyak-banyak tapi membiarkan roh kita berpuasa. Makanan untuk roh kita tidak tersedia di dunia ini, hanya ada 1 cara memberi makanan bagi roh kita yaitu di dalam hadirat Tuhan. Di dalam pujian penyembahan dan pembacaan firman tersedia makanan bagi roh kita.

Iblis tidak takut dengan kita secara jasmani, meskipun badan kita besar dan kekar. Yang iblis takutkan adalah roh yang menyala-nyala di dalam Tuhan. Untuk tetap menjadikan roh kita kuat kita harus memberinya makan, kalau roh kita kurang makan maka secara jasmani pun kita dapat merasakan sakit penyakit sering muncul, depresi, dan berbagai tekanan kita rasakan.

Seperti cerita saat Elia depresi setelah menang atas nabi-nabi Baal dan diancam oleh Izebel, dia tidak hanya makan roti untuk naik ke gunung Tuhan tapi dia menyantap juga makanan rohani di atas gunung itu. Saat berjumpa dengan Tuhan, Elia mengenyangkan rohnya dan ia turun dari gunung dengan kondisi rohani yang berbeda. Setelah itu lihatlah pekerjaan Tuhan yang Elia lakukan, ia mengurapi orang yang pada akhirnya mengalahkan Izebel.

Seringkali kita malas memberi makan roh kita dengan membaca firman karena tidak memahaminya. Meskipun kita tidak mengerti firman yang kita baca, kita tetap harus setia membacanya. Anggaplah seperti anak yang sedang disuapi oleh orang tuanya, terimalah apa yang Tuhan berikan untuk roh kita. Saat roh kita kuat maka tubuh kita juga akan kuat. Sehingga pada saat Tuhan datang biarlah Dia mendatangi setiap kita dengan kata-kata: “engkau dikatakan hidup dan engkau sungguh-sungguh hidup”.

SELECT SERMON

Hidup Sesuai Tujuan

18 June 2017 | Pdt. Tommy Simanjuntak
SELECT SERMON

Bangun dan Bangkitlah

12 March 2017 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Masuk Lebih Dalam

3 September 2017 | Pdm. Himawan Wongso Adam