SERMONS
Hidup yang Berdampak

ON 4 JUNE 2017, BY PDP. YOSUA SUDARSONO

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (Ibrani 12:1)

Marilah hari-hari ini kita sungguh menanggalkan dosa dan beban yang ada di dalam kehidupan kita, bukan dengan kuat gagah diri kita sendiri tapi dengan kekuatan yang dari Tuhan. Kita harus berseru kepada Tuhan saat kita tidak mampu melakukannya.

Di dalam kehidupan kita pasti kita mengalami kekuatiran, sekarang ini banyak sekali berita-berita yang mengancam keamanan kita dan membuat hidup kita penuh dengan rasa kuatir. Kalau kita menaruh kepercayaan kepada Tuhan, rasa kuatir itu akan dapat kita atasi. Kita harus waspada tapi jangan kuatir.
Rasa kuatir itu bisa datang darimana saja, yang bisa menyelamatkan kita ada iman.

Bagaimana kita bisa mendapatkan iman yang cukup untuk hidup dengan aman di dalam Tuhan? Iman tidak dapat dibuat-buat, iman harus timbul dari keintiman bersama dengan Tuhan. Persekutuan bersama dengan Tuhan akan menimbulkan iman itu di dalam diri kita, karena kekuatiran itu datang dari rasa tidak percaya. Bila kita sungguh percaya kepada Tuhan, Bapa kita yang baik, maka kita tidak akan merasa kuatir.

Jangan sampai kita menjadi kristen yang “latah”, dalam artian hanya ikut-ikutan dengan orang lain. Ada 3 jenis jemaat di dalam gereja:
1. Atheis, tidak percaya ada Tuhan
2. Agnostik, percaya ada Tuhan tetapi tidak percaya bahwa kuasaNya dapat bekerja dalam kehidupan pribadi
3. Theis, kita tidak hanya punya pengetahun tentang Tuhan seperti orang agnostik tapi secara pribadi punya pengalaman yang mendalam kepada Tuhan.

Yang bahaya adalah apabila kita secara tidak sadar menjadi orang yang agnostik, kita beribadah kepada Tuhan tapi kita beriman kepada kuasaNya. Kita memiliki pengetahuan tentang Tuhan tapi tidak pernah mengalami pribadiNya di dalam hidup kita.

Dari jaman ke jaman Tuhan menginginkan gereja dibentuk menjadi mempelai Kristus yang sempurna, bukan secara individu saja Tuhan memanggil setiap kita. Tuhan ingin satu komunitas gereja bersatu dan bersama-sama masuk di dalam rencana Tuhan. Lewat roh kudus kita dapat masuk ke dalam visi dan rencana Tuhan, karena Tuhan punya tugas yang besar bagi setiap kita terutama gerejaNya. Dia sudah menyatakan amanat agungNya yaitu untuk kita pergi sebagai saksi dan menjadikan segala bangsa menjadi murid Tuhan.

Mari kita menjadi jemaat yang setia, yang mau keluar dari zona nyaman kita dan berdampak. Tidak melulu kita hanya jatuh dan bangun di dalam dosa kita sendiri, tapi kita menyatakan Tuhan kepada lingkungan dimana Tuhan menempatkan setiap kita.

Hari-hari ini sungguh tragis hal-hal yang terjadi di dunia, banyak orang menderita dan membutuhkan pertolongan. Gereja di waktu-waktu ini dipanggil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang berseru atas penderitaan yang mereka alami. Kita semua dipanggil untuk berdampak dan peduli dengan jiwa-jiwa di sekeliling kita. Rangkul sebanyak-banyaknya jiwa sebagai keluarga Allah, karena tujuan kita beribadah ke gereja bukanlah untuk diri kita sendiri.

Dunia sangat membutuhkan Tuhan, ini waktu yang crucial bagi gereja untuk menyatakan kasih. Memberikan kepedulian kepada jiwa-jiwa dan hidup bagi orang-orang lain. Di dunia ini ada 7 gunung, dimana Tuhan tentukan kita berada dan menjadikan setiap orang yang kita temui sebagai murid Tuhan:
1. Art, sport and entertainment
2. Business
3. Church
4. Delivery of media
5. Education
6. Family
7. Government

Kita harus berfungsi maksimal di salah satu dari gunung yang Tuhan tentukan bagi kita, misalnya saja kita berbisnis bukan untuk kaya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya tetapi kita memuridkan banyak orang lewat bisnis yang kita jalani.

Prioritasnya adalah kerajaan Allah, rencana Tuhan di dalam hidup kita itulah yang jadi hal terutama. Bangkitlah menjadi terang, pergi dan jadikan semua bangsa murid Tuhan. Nyatakan bahwa kekristenan kita hidup dan memberi dampak.

SELECT SERMON

Membuat Perbedaan

4 June 2017 | Pdp. Yosua Sudarsono
SELECT SERMON

Arti Sebuah Pekerjaan

8 November 2015 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Setia dan Taat Sampai Akhir

15 November 2015 | Pdp. Andi Auric