SERMONS
Hikmat dan Pengertian yang Benar

ON 11 OCTOBER 2015, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA

Pastor Message pada awal bulan oktober ini berbicara tentang tahun Yobel yaitu tentang pembebasan. Artinya ada pemulihan yang terjadi dalam kehidupan setiap kita. Segala hal yang jahat maupun baik yang terjadi dalam kehidupan kita hanya sementara.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. (Pengkotbah 3: 1)

Dalam Pengkhotbah 3:1-6 mengatakan bahwa, kita tidak berkuasa atas waktu. Ini mengisyaratkan bahwa semua akan berubah dan yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri. Segala sesuatu harusnya dapat kita nikmati dengan cara bersyukur dan tidak bersungut-sungut tapi pada kenyataannya kita hanya mau yang senang-senang saja. Sekarang ini banyak orang kecewa, tandanya apa? Depresi, frustasi dan stres. Banyak orang kecewa dengan sesamanya bahkan kecewa dengan Tuhan juga. Dengan keadaan dunia yang hari-hari ini berubah begitu cepat dan seolah-olah kita kecapekan mengikutinya membuat kita tidak bisa memprediksi keadaan dunia yang akan datang dan kalau kita tidak mengerti akan rencana Tuhan dan tidak ada dalam kehendak Tuhan, kita pasti akan kecewa. Kalau Tuhan masih memberi kita kehidupan sampai saat ini berarti kita harus mulai terus untuk belajar bersyukur dan menerima setiap keadaan yang kita alami. Bagaimana kita bisa belajar agar tidak mudah kecewa? Dalam Kolose 1 : 9,10, orang yang tidak punya hikmat dan pengertian yang benar tidak dapat mengetahui rencana dan maksud Allah dengan sempurna. Saat kita mengerti apa yang Tuhan inginkan dengan sempurna, segala pengharapan kita tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5: 5)

Firman Tuhan dan Tuhan tidak pernah salah apalagi mengecewakan kita. Kalo kita sampe kecewa berarti kita tidak punya hikmat dan pengertian yang benar. Karena ekspetasi manusia terlalu besar sehingga membuat kita kecewa kepada Tuhan. Yuk bedakan ekspektasi dan harapan. Ekspektasi adalah harapan yang disertai tuntutan. Kalau kita punya ekspetasi yang tinggi maka kekecewaan itu akan datang. Hope adalah harapan yang didalamnya ada rasa berserah. Kekecewaan hanya timbul saat kita punya ekspetasi. Jika kita punya harapan yang sesungguhnya maka kita tidak akan kecewa. Kita harus pahami bahwa didalam harapan ada keberadaan Tuhan tetapi dalam ekspektasi tidak butuh keberadaan Tuhan. Mengapa? Karena saat kita berekspektasi kita hanya memikirkan hal-hal yang harusnya terjadi tanpa campur tangan Tuhan. Sedangkan saat kita menaru harapan, kita benar-benar menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan. Yakobus 4:13-15 berkata, kita harus percaya bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala pengharapan kepada Kristus Yesus. Jika kita mau jadi pemenang yang kita harus tanggalkan adalah beban dan dosa. Dan salah satu beban yang harus ditanggalkan adalah kekecewaan. Kita semua diciptakan dengan tidak memakai ekspetasi dalam hidup kita maka kita tidak akan mudah dikecewakan. Percaya kepada Tuhan karena semua mendatangkan kebaikan. Belajar dari pengalaman dan berubah. Perubahan bisa menjadi guru yang baik dan juga kita rela untuk di rubahkan. Tuhan ingin setiap kita tetap kokoh bagaikan batu karang yang teguh.
SELECT SERMON

Hidup dengan Kelimpahan

9 August 2015 | Pdp. Joshua Sudarsono
SELECT SERMON

Meresponi Ujian Hidup

17 January 2016 | Pdt. Lukito Budiarjo
SELECT SERMON

Bagaimana Membalikkan Keadaan

27 September 2015 | Pdt. Rudi Suhendra