SERMONS
Jangan Serupa dengan Dunia

ON 20 MARCH 2016, BY PDT. JALIAMAN SINAGA


Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12: 1-2)

Kalau Tuhan masih mengingatkan atau menegur kita, berarti kita disayangi oleh Tuhan. Mungkin pada awalnya kita merasa tidak enak, tapi hal ini selalu membuat kita menjadi lebih baik. Ayat di atas adalah nasihat Paulus kepada jemaat di Roma. Roma diisi oleh jemaat yang cerdas dan kaya, dengan kasih karunia Tuhan lah Paulus dapat mempertobatkan orang-orang Roma. Kecenderungan orang Roma yang sangat mengandalkan pengetahuan, sehingga banyak hal yang perlu diluruskan lewat teguran Tuhan. Tuhan ingin agar jemaat Tuhan jangan sampai serupa dengan dunia ini, yang dimaksud tidak serupa dunia adalah tidak mengikuti gaya hidup dunia.

Sepadan dengan jemaat di Roma, kita juga sedang hidup di dalam kemajuan ilmu pengetahuan yang begitu pesat akan tetapi dibarengi juga dengan moral manusia yang semakin rusak. Jadi serupa berarti “to be confirmed”, yang dapat juga dikatakan jangan sampai kita menyetujui gaya hidup dunia. Kebenaran tidak didasarkan pada berapa banyak orang yang menyetujui hal tersebut, tapi standar kebenaran kita hanya daripada Alkitab dan tidak bisa dikompromikan. Seringkali kita merasa hal yang disetujui banyak orang adalah hal yang benar, kita perlu kembali lagi kepada Alkitab untuk menilai hal tersebut. Kebenaran itu sesungguhnya adalah pribadi Yesus.

Kenapa jangan serupa dengan dunia ini?
Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. (1 Yohanes 5:19)

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (1 Yohanes 2:15-16)

Pada kesempatan ini kita akan belajar untuk tidak serupa dunia lewat 3 aspek:

1. Kehidupan pribadi. Agar kita tidak serupa dengan dunia ini, kita perlu bersyukur atas segala yang Tuhan sudah berikan kepada kita terutama bersyukur kepada suami, istri, anak, orang tua yang Tuhan sudah berikan. Gaya hidup dunia adalah gaya hidup yang tidak pernah puas terhadap apapun, sehingga bersyukur dan memperkatakan hal yang baik adalah cara untuk menangkal keinginan daging. Kita harus mengerti dengan jelas, bahwa setiap kita berharga di mata Tuhan lebih daripada harta-harta yang ada di dunia ini sebanyak apapun jumlahnya.

2. Kehidupan keluarga. Kehidupan keluarga yang sesungguhnya adalah hubungan antara laki-laki dengan perempuan. Dengan jatuhnya manusia di dalam dosa, persoalan keluarga ini mengalami berbagai macam penyimpangan yang marak kita dengar sebagai LGBT. Kita sebagai orang percaya harus tegas menyatakan kebenaran ini di kehidupan kita. Tidak sedikit juga godaan untuk berselingkuh di dalam hubungan suami dan istri. Kita harus waspada dan senantiasa menjaga jarak dengan lawan jenis apabila sudah memiliki pasangan hidup agar tidak jatuh di dalam dosa perselingkuhan. Dosa akan selalu menggoda kehidupan semua orang percaya, maka dari itu harus dilawan.

3. Kehidupan pekerjaan. Ukuran kesuksesan karir di dunia sekarang seringkali didasari pada seberapa banyak materi yang dimiliki seseorang. Kita harus menyadari bahwa pekerjaan adalah mandat yang Tuhan berikan buat setiap kita, bukannya kita bekerja untuk bisa melanjutkan kehidupan. Apabila kita mengerjakan pekerjaan kita sebagai suatu kepercayaan dan pelayanan yang Tuhan berikan, sudah pasti berkat akan mengikuti kehidupan kita. Jangan sampai kita menaruh materi sebagai prioritas utama dalam pekerjaan kita.

Kita harus terus menyadari bahwa kebenaran kita bukan menurut apa yang dikatakan orang lain, tapi hanya berdasar pada firman Tuhan saja. Tuhan Yesus memberkati.

SELECT SERMON

Memasuki Bulan Pembaharuan

26 March 2017 | Ps. Brigitta Grace Punia
SELECT SERMON

Kita sangat penting bagi Tuhan

24 April 2016 | Ev. Julia Halim
SELECT SERMON

Penyembahan yang Sejati

28 May 2017 | Harry Yusuf