SERMONS
Karakter KRISTUS

ON 22 OCTOBER 2017, BY PDM. BUDIYANTO GUNARSO

Kenapa kita beribadah di hari Minggu ini? Mari kita renungkan bersama-sama apa yang menjadi jawaban setiap kita?

Mungkin ada yang berkata mereka mencari kesembuhan, mencari berkat, takut tidak diterima di surga. Coba kita bayangkan bila semua hal di dalam hidup kita baik dan sukses adanya, tidak perlu baca alkitab, tidak perlu saat teduh tapi saat meninggal masuk surga. Maukah kita mendapatkan hidup seperti itu? Hari ini kita harus sungguh-sungguh mengerti bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.

Tuhan berkata kita akan diselamatkan kalau melewati jalan yang sempit, ini jelas mengatakan bahwa untuk masuk dalam kekekalan butuh perjuangan.

Tema kita bulan ini kita ingin berbicara mengenai karakter. Kita tentu sehari-hari makan, apakah tujuan makan? Tujuan dari makan adalah seharusnya untuk hidup sehat. Kalau kita makan untuk kenyang, kita bisa saja makan hal yang sembarangan dan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Apabila kita makan makanan sehat maka kenyang adalah akibat.

Miskonsepsi ini terjadi juga apabila orang kristen tidak mengerti tujuannya, tujuan kekristenan adalah menjadi serupa dengan Kristus. Sedangkan berkat dari Tuhan adalah akibat dari keserupaan dengan Kristus.

Roma 8:29 (TB) Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Tujuan dari kekristenan kita adalah menjadi serupa Kristus. Sedangkan berkat dan kekayaan adalah akibat dari kekristenan, berkat dan kekayaan itu bukanlah tujuan. Kita tidak mengejar berkat tapi sebaliknya. Karakter kristus itu penting, kita harus menjadi serupa dengan gambaran anaknya.

Gereja adalah bengkel bagi kehidupan rohani kita. Supaya Tuhan membentuk kita serupa dengan dia agar kita masuk dalam tujuan Tuhan. Selagi hari masih siang dan waktu masih ada, mari kita mengejar tujuan hidup yang Tuhan tentukan.

Tuhan datang ke dunia ini bukan hanya sekedar untuk menyelamatkan kita, tapi Dia datang untuk membawa setiap kita ke dalam kemuliaan Tuhan menjadi serupa dan segambar dengan Yesus.

Setiap kita sedang diperhatikan oleh Tuhan dan lingkungan kita. Kristen bukan sekedar agama tapi persekutuan kita bersama dengan Tuhan. Yang seharusnya menjadi role model kita adalah Kristus, bukan dari pribadi-pribadi di dunia.

Galatia 2:20 (TB) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Karakter Kristus :

K : kasih (1 Yoh 4:7-11) harus memancarkan kasih Kristus karena Kristus sudah mengasihi kita.
R : rendah hati (amsal 22:4) belajar rendah hati dan melakukan perkara-perkara yang dianggap rendah.
I : integritas adalah komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran (Ayub 27:6).
S : sabar adalah ketenangan hati dalam menghadapi tekanan.
T : tulus (mazmur 24:4) berarti kita tidak pakai topeng, bersikap apa adanya dan tulus.
U : untuk Tuhan saja hidup saya (Yohanes 4:34).
S : selalu penuh pengampunan. Kita harus selalu melepas pengampunan, jangan menyimpan kepahitan.

Mari kita mencapai tujuan serupa dan segambar dengan Yesus.

SELECT SERMON

Hidup dalam Kebenaran

1 October 2017 | Feba Affan
SELECT SERMON

Saksi Allah yang Hidup

21 June 2015 | Pdt. Daud Sekarmadidjaja