SERMONS
Kasih Di atas Nama Baik dan kekayaan

ON 21 OCTOBER 2015, BY EV. JULIMIN NAGAPUTRA

Banyak dari orang Kristen hanya menjalani kehidupan sehari-hari dengan biasa-bisa, seringkali kita tidak bisa membedakan mana yang penting dan tidak penting untuk dilakukan. Sehingga hidup kita tidak ada bedanya dengan orang yang belum percaya, bahkan ada yang lebih buruk hidupnya.

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN. (Amsal 22:1-2)

Apa yang dicari oleh banyak orang di dalam hidup ini? Ada 3 hal:
1. Nama baik.
2. Posisi/tempat di masyarakat.
3. Kekayaan.
1. Nama baik
Saat bicara tentang nama baik, sampai berapa lama kita dapat membangun nama baik kita untuk berbagai generasi di bawah kita? Apakah selama ini kita memperjuangkan untuk mempertahankan nama baik demi kepentingan diri kita sendiri? Sesungguhnya saat kita bicara tentang nama baik, yang kita bawa dalam hidup kita adalah nama baik Allah kita. Apapun yang kita lakukan, nama Tuhan kita dipertaruhkan dan dinilai orang.
2. Posisi di masyarakat atau pekerjaan yang berhasil yang mengantarkan kepada 3. Kekayaan
Dalam posisi yang tinggi dan paling berhasil sekalipun, pada akhirnya tidak dapat memuaskan manusia. Saat manusia sudah meraih kekayaan di dalam hidupnya, dia akan mencoba untuk mencari cara namanya akan dikenang seperti yang Salomo katakan bahwa, “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, …”
“Dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas”, ternyata Tuhan berkata dalam amsal Salomo bahwa kekayaan itu tidak ada artinya daripada hidup dengan dikasihi orang. Dan lebih jauh lagi dikatakan dalam ayat yang kedua, “Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah Tuhan.” di mata Tuhan orang miskan dan kaya sama-sama baik. Lalu untuk apa kita mengejar kekayaan sedemikian rupa dalam hidup kita? Sebenarnya yang kita perlu adalah hidup berkecukupan. Biarlah kita tetap sadar bahwa hidup kita hanya sementara. Entah itu sakit penyakit, masalah keuangan, dan lain sebagainya, Tuhan sudah menyediakan segala sesuatunya. Pada akhirnya kita akan kembali ke surga dan bersama-sama dengan Dia. Selama kita hidup, fokuslah pada kebaikan Tuhan dan apa yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita. Bagaimana mengaplikasikan hal ini dalam kehidupan berumah tangga? Mari kita baca dari Mazmur 128: 1-6 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel! Dalam ayat di atas dinyatakan jelas, bahwa kita harus takut akan Tuhan. Takut artinya adalah menghormati dan menghargai Tuhan dengan melakukan firmanNya, bukan takut karena tidak mau dihukum. Pada ayat kedua, firman Tuhan mengatakan kita akan berbahagia bila memakan hasil jerih payah. Maka bekerjalah dengan keras dan nikmati hasilnya, jangan kita punya fokus untuk meraih kekayaan dengan cepat. Suami yang bekerja akan memberikan rasa aman dan damai untuk keluarganya. Sebagai keluarga yang takut akan Tuhan, ada 4 hal yang harus dilakukan:

1. Bersyukur dalam hal baik maupun hal yang buruk
2. Tunduk pada kebenaran firman dan melakukannya
3. Bersandar pada Tuhan dalam melakukan peranan di keluarga
4. Jangan merasa iri dengan hasil orang lain tapi bertanggung jawab atas bagian yang Tuhan tentukan

Tuhan memberkati setiap anak-anakNya yang takut, setia dan menghormati Dia. Kita tidak perlu lagi mengejar nama baik, posisi, dan kekayaan, tapi fokuslah melakukan hal yang membuat Tuhan semakin mengasihi kita.

SELECT SERMON

Memenangkan Kekuatiran

26 July 2015 | Pdt. Sonny Waplau