SERMONS
Kegerakan Anak Muda

ON 3 SEPTEMBER 2017, BY PDM. HIMAWAN WONGSO

2 Tawarikh 7:15-16 (TB) “Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.”

Pada awal tahun 2000, pak Niko (Gembala Sidang GBI Tanjung Duren) mendapatkan ayat tersebut sebagai penguatan untuk pembangunan SICC. Saat pengumpulan dana untuk pembangunan, jemaat selalu diingatkan bahwa menabur di SICC adalah menabur di ladang yang subur dan akan menerima tuaian yang dahsyat. Hari-hari ini, pak Niko kembali mengajak jemaat menabur untuk acara Empowered 21 Asia dan Global yang akan diadakan 2018. Pernyataan iman yang sama kembali terlontar, bahwa yang menabur akan menuai dengan ajaib. Empowered 21 dipersiapkan sebagai event datangnya bangsa-bangsa yang mengambil “api” dari Indonesia untuk dibawa ke negaranya masing-masing. Dengan iman kita percaya, Pentakosta ke-tiga sedang terjadi, dan Roh Kudus sedang dicurahkan double portion

Kejadian yang diperhitungkan sebagai Pentakosta ke-dua terjadi di Azusa Street, USA pada tahun 1906-1909. Pada saat terjadinya Pentakosta ke-dua, William Seymour bernubuat bahwa kira-kira 100 tahun dari saat itu, akan terjadi pencurahan Roh Kudus besar-besaran (double portion). Meskipun peristiwa Pentakosta tersebut terjadi di USA, namun kenyataannya bangsa Indonesia juga menerima api kebangkitan yang sama. Pada tahun 1908, tepatnya tanggal 20 Mei, pertama kali didirikan organisasi Boedi Utomo yang menjadi motor pergerakan Indonesia untuk bangkit dari penjajahan Belanda. Semangat Boedi Utomo tidak berhenti pada hari yang sekarang kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional itu saja, namun terus menyulut semangat bangsa Indonesia yang diperingati dengan Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945. Ada satu elemen penting yang selalu ada pada setiap momen kebangkitan: anak muda.

Organisasi Boedi Utomo didirikan oleh anak-anak muda. Sumpah Pemuda diikrarkan oleh anak-anak muda dari berbagai suku yang melebur dalam unity untuk Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan dilatarbelakangi oleh peristiwa Rengasdengklok dimana golongan muda yang berapi-api menularkan semangat mereka untuk bangkit dengan cara menculik Soekarno dan Hatta kemudian berunding untuk deklarasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tidak terhenti di Hari Kemerdekaan, reformasi 1998 juga terjadi karena anak-anak muda yang rindu melihat perubahan terjadi atas Indonesia yang terlanjur terjerat dalam permainan politik yang merugikan. Dalam setiap peristiwa besar, anak muda selalu menjadi pernggerak, anak muda selalu menyulut semangat pergerakan yang masif dan berpengaruh besar dalam setiap kesempatannya.

Melihat ke dalam alkitab, raja Daud dinubuatkan untuk menjadi raja pada usia 15 tahun; usia yang sangat belia. Pada usianya yang ke 30, raja Daud akhirnya ditahbiskan menjadi raja; usia yang masih muda untuk menjadi pemimpin suatu bangsa. Tuhan senang memakai anak muda, dan tanpa kita sadari sesungguhnya anak muda punya keunggulan dari generasi lain. Anak muda selalu penuh energi, punya idealisme yang tinggi, dan rela membayar harga untuk Tuhan. Selagi kita muda, semangat untuk terus “mati-matian” cinta akan Tuhan dan “gila-gilaan” di dalam Tuhan lah yang menjaga api kita untuk terus menyala, bahkan menyambar jiwa-jiwa yang lain.

Tentunya kita sudah familiar dengan DNA gereja kita, yakni Restorasi Pondok Daud (restoration of tabernacle of David). Restorasi Pondok Daud adalah prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang mempunyai gaya hidup doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama siang dan malam; dan mau melakukan kehendak Bapa pada zaman ini. Sebagai anak-anak muda dengan DNA Restorasi Pondok Daud, kita wajib membawa transformasi yang nyata. Dimulai dari kita, maukah kita menyerahkan hati kita untuk menjadi prjurit yang seutuhnya? Ketika penyerahan itu terjadi, tidak ada kata mundur dari Tuhan: mari bangkit dan maju, prajurit-prajurit Tuhan!

Anak muda, anak panah di tangan pahlawan

SELECT SERMON

Bebas dari stress

1 November 2015 | Pdt. Yanto Tjahyadikarta
SELECT SERMON

Hari Kenaikan Yesus Kristus

5 May 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Membuat Perbedaan

4 June 2017 | Pdp. Yosua Sudarsono