SERMONS
Kemuliaan Tuhan Memenuhi Bumi

ON 5 JULY 2015, BY PDM. GUNANDAR

Apakah kita sungguh percaya bahwa kemuliaan Tuhan akan memenuhi bumi? Kemuliaan Tuhan nampak pada kemenangan kita di dalam Kristus, saat kita bicara tentang kemenangan berarti ada yang dikalahkan, yaitu kuasa iblis. Tujuan hidup kita adalah menyatakan kemuliaan Allah di bumi seperti di surga, karena kita semua berasal dari surga. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, Dia menciptakan kita semua.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1 : 28)

Apakah yang menjadi tujuan Yesus mengambil rupa manusia? Manusia telah kehilangan kekudusan sehingga Yesus datang ke bumi agar manusia menjadi kudus. Allah menciptakan manusia dan memberikan manusia kemenangan untuk bisa mengalahkan musuh (Kejadian 1:27-28). Hidup kita bukan sekedar kaya atau miskin. Orang kaya dan miskin belum tentu dapat mendatangkan kemuliaan Allah di bumi, hanya orang yang berkenan yang bisa. Orang yang berkenan ini dapat kita lihat contohnya lewat kehidupan Yesus. “Bangkit dan menjadi terang” ini level yang harus dicapai dan bila sudah dapat mencapai level ini berarti kita sudah mengerti jika kita hidup di dunia ini merupakan kasih karuna Allah. Karena begitu besar kasih allah akan dunia ini maka Allah menciptakan manusia diciptakannya laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah untuk menaklukan setan. Seringkali kita terjebak untuk hidup hanya mengetahui mana yang baik dan yang jahat. Hanya tau yang mana yang baik dan jahat belum tentu kudus. Kalau kita dari yang kudus sudah tentu baik dan dapat menaklukan setan. Untuk dapat menaklukan setan kita harus kudus. Sejak manusia punya keinginan menjadi seperti Allah, maka saat itu juga tidak ada manusia yang kudus lagi. Jika hanya tahu mana yang baik dan mana yang jahat, maka tidak akan menampilkan gaya hidup yang akan menuju kebinasaan. Adam pertama adalah manusia yang tidak punya kuasa akibat dosa, Yesus adalah adam kedua yang punya kuasa mengalahkan iblis. Kita harus memiliki mental kerajaan. Mental kerajaan adalah kita telah mendapatkan kerjaan Allah dan kebenaranNya. Jika Roh kudus ada di dalam batin kita pikiran dan perasaan kita akan menguatkan kita sehingga pengurapan akan turun akan kita. Akar dari segala sesuatu adalah kasih. Percayalah semua orang yang menerima Allah diberikan otoritas. Kita akan mempunyai hidup yang didasarkan oleh iman. Yesus diberikan agar kita menjadi kudus dan tidak binasa. Untuk menjadi seperti Yesus, manusia harus mengosongkan diri agar Roh kudus dapat memenuhi manusia. Mati dan bangkit dengan Kristus dan menjadi satu denganNya. Menjadi serupa denganNya dalam kematian artinya: segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan (Efesus 4:31). Segala sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Allah harus dibuang. Korintus berkata siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh artinya dia sedang berbicara dengan Allah. Berbahasa roh juga salah satu cara membuat kita kuat di dalam Kristus. Ketahuilah agama dengan segala kesalehannya tetap tidak dapat membelah tabir.

Hendaklah kehidupan kita terus di dalam Kristus, sehingga kita memancarkan kemuliaan Allah di bumi seperti di surga.

SELECT SERMON

Jadilah Berkat Di Mana pun Anda Berada

7 June 2015 | Pdt. Yosep Moro Wijaya
SELECT SERMON

Menjadi Mata Air

17 April 2016 | Pdp. Andi Auric
SELECT SERMON

Hidup yang Berdampak

4 June 2017 | Pdp. Yosua Sudarsono