SERMONS
Kita sangat penting bagi Tuhan

ON 24 APRIL 2016, BY EV. JULIA HALIM

Apakah kita menyadari bahwa setiap kita sangat sangat sangat penting bagi Tuhan? Mari kita renungkan dalam beberapa ayat yang Tuhan katakan berikut ini:

Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? (Mazmur 56: 8)

Lewat ayat diatas, kita dapat melihat bagaimana Tuhan begitu memperhatikan kehidupan kita. Sebagai manusia pernahkah kita menyimpan air mata orang yang kita kasihi? Tuhan sangat perduli akan apa yang terjadi di dalam hidup kita, tidak ada yang dilewati oleh-Nya. Bahkan dikatakan dalam ayat ini, sengsara kita Tuhan yang menghitung-hitung. Tuhan tidak hanya mengingat dan memperdulikan kita, tapi Dia juga Allah yang bertindak dalam hidup kita.

Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Lukas 12: 7)

Tuhan tahu berapa jumlah rambut di kepala kita, ayat ini menunjukkan betapa pentingnya kita bagi Tuhan. Dia perduli pada hal-hal kecil yang bahkan tidak berarti menurut pandangan kita. Tuhan tidak akan pernah melupakan kita, percayalah kita tidak akan dibiarkan jatuh tanpa sepengetahuan-Nya. Mungkin seringkali kita sudah lama berdoa dan berpuasa tetapi Tuhan tidak kunjung menjawab doa kita, yang harus kita lakukan adalah bersabar karena Tuhan sungguh-sungguh tidak pernah melupakan setiap kita.

But let patience have her perfect work, that ye may be perfect and entire, wanting nothing. (Yakobus 1: 4, King James Version)

Dalam ayat ini, dikatakan bahwa kita harus membiarkan kesabaran (patience) mengerjakan pekerjaan yang sempurna (perfect work). Pada saat kita bersabar, Tuhan sedang mengerjakan hal yang sempurna dan akan Dia selesaikan pada waktuNya.

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Matius 6: 25-26)

Mari kita belajar dari burung-burung ini yang tidak pernah menabur dan menuai, tetapi dipelihara oleh Bapa. Maka dari itu kita tidak perlu kuatir terhadap apapun itu, dan mulailah hari kita dengan pujian penyembahan kepada Tuhan. Apabila kita mementingkan waktu-waktu pribadi dengan Tuhan, memuji menyembah dan membaca firman, secara otomatis Tuhan menyediakan apa yang kita makan, minum, dan pakaian kita.

Apabila kita berpikir, kita tidak lagi kuatir mengenai kebutuhan hidup yang utama seperti makan, minum, dan pakaian tapi kita kuatir akan kebutuhan-kebutuhan yang besar seperti pendidikan dan lain sebagainya. Tuhan akan memberi pengertian lewat ayat berikut ini:

Para pengatur pasukan haruslah berbicara kepada tentara, demikian: Siapakah orang yang telah mendirikan rumah baru, tetapi belum menempatinya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang menempatinya. Dan siapa telah membuat kebun anggur, tetapi belum mengecap hasilnya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengecap hasilnya. Dan siapa telah bertunangan dengan seorang perempuan, tetapi belum mengawininya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengawininya. (Ulangan 20: 5-7)

Tuhan tidak hanya peduli pada kebutuhan hidup kita yang utama, Dia juga perduli apakah kita dalam menikmati segala hal yang kita sudah usahakan. Tuhan perduli apakah kita memiliki rumah yang baik, pekerjaan, atau bahkan pasangan hidup.

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6: 34)

Tuhan sangat menyayangi kita, Dia tidak akan membebankan hal yang tidak dapat kita lakukan. Tuhan minta kita untuk setia dalam perkara kecil, apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan perkara kecil? Setia pada perkara kecil adalah setia untuk melakukan yang terbaik atas apa yang Tuhan percayakan hari ini. Tenanglah karena Tuhan mengetahui hari-hari kita dan akan memberikan perkenananNya dalam hidup kita meskipun kita seringkali tidak mengerti kenapa hal-hal buruk kita alami dalam keseharian kita, tapi percaya saja Tuhan akan menjelaskan alasanNya. Kita hanya perlu melewati dengan kesabaran, tanpa mengeluh.

Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya (Zakaria 2: 8)

Kita semua adalah biji matanya Tuhan, kita dilindungi sedemikian rupa dari segala sesuatu yang jahat. Tuhan akan membela kita dari setiap fitnah, kebohongan, kutuk, dan segala hal yang jahat.

Setialah pada apa yang Tuhan percayakan kepada kita, tidak perlu kuatir ataupun mengeluh. Tuhan akan selalu memegang kehidupan kita, menjaga dan melindungi kita karena kita sangat sangat penting bagi Tuhan

SELECT SERMON

Menghadapi Ketakutan

18 June 2017 | Pdt. Aruna Wirjolukito
SELECT SERMON

Mendidik Anak

1 May 2016 | Pdt. Jarot Wijanarko
SELECT SERMON

Uraian Kotbah Pdt. Ir Niko Njotorahardjo

12 July 2015 | Pdt. Agustinus Puspawiguna