SERMONS
Masalah Membentuk Kita

ON 29 NOVEMBER 2015, BY PDT. ANDREAS GOEI

Kita semua tentu menemukan masalah di dalam kehidupan kita, tergantung bagaimana cara kita memandang masalah ini menentukan respon kita. Saat kita memandang masalah lewat kacamata Tuhan, kita dapat mengerti melalui masalah kehidupan kita dibentuk menjadi semakin sempurna.

Baca: Markus 1: 35-39

Lewat ayat di atas kita akan belajar bagaimana sikap Yesus menghadapi masalah lewat orang-orang yang mencarinya di Kapernaum. Kalau kita hanya hidup berfokus pada masalah, kita tidak akan berhasil. Melihat masalah dari sisi berbeda, membuat kita mengerti masalah adalah pembentukan diri yang Tuhan ijinkan. Mengapa seringkali kita merasa masalah begitu banyak dan berbeda-beda? Karena setiap masalah membentuk kita dari sisi yang berbeda, hal-hal yang masih kurang dari karakter kita diubahkan lewat masalah tersebut. Ada 3 poin yang harus kita perhatikan untuk menjadikan masalah sebagai pembentukan diri.

Yang pertama, masalah ada supaya kita dibentuk dari sisi DOA. Seperti Yesus yang saat dicari-cari banyak orang di Kapernaum, dia bangun pagi-pagi dan berdoa kepada Bapa. Berdoa tidak hanya untuk datang dengan masalah, tapi untuk menikmati Tuhan, bersyukur kepadaNya atas segala kebaikanNya dan tinggal dekat di dalam Tuhan. Sehingga di dalam masalah itu hubungan kita semakin erat dengan Tuhan, tanpa kita sadari masalah kita akan diselesaikan dengan perkenanan-Nya.

Yang kedua, masalah ada supaya kasih kita diperbesar. Dalam berbagai masalah yang bersinggungan dengan orang lain, Tuhan mengajar kita untuk berfokus memperbesar kapasitas kasih yang dapat kita berikan. Sehingga kita tidak mudah untuk kecewa dan kepahitan, kita diproses untuk membalas kejahatan yang kita rasakan dengan kasih yang lebih besar dan tulus.

Yang ketiga, masalah ada supaya kita tambah setia. Perjalanan hidup kita bersama Tuhan, memiliki tujuan yang besar. Dibalik semua masalah, jangan kita mudah untuk menyerah dan pindah kepada pilihan-pilihan yang bukan jalan Tuhan. Misalnya saja karena kita kecewa dengan orang tertentu dalam satu gereja, kita berpindah-pindah dari satu gereja ke gereja lain. Berlaku juga untuk masalah dalam keluarga kita, kita diminta untuk lebih setia dengan apa yang Tuhan telah tetapkan di hidup kita. Menghindari masalah tidak akan menyelesaikannya, tapi belajar untuk setia akan membuat kita semakin indah di mata Tuhan.

Setiap masalah harus kita selesaikan, tapi jangan sampai hati kita terfokus di masalah tapi lihatlah pembentukan yang Tuhan ijinkan terjadi.

Keselamatan kita pertanggungjawabkan sendiri di hadapan Tuhan, maka dari itu hadapilah segala masalah dengan tidak takut dan gentar. Tuhan memberikan kekuatan untuk berjuang, jangan pernah menyerah. Tuhan Yesus memberkati.

SELECT SERMON

Yesus, Tuhan yang Tidak Pernah Curang

2 August 2015 | Pdt. Benny Gunawan
SELECT SERMON

Second Life

22 October 2017 | Ps. Nathan Nugraha
SELECT SERMON

Kebebasan Jiwa, Roh, dan Fisik

22 May 2016 | Ps. Franky Utana