SERMONS
Melakukan Kehendak Bapa

ON 27 AUGUST 2017, BY ALEX SANTOSA

Yohanes 21:17 (TB) “Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Tuhan bertanya hingga tiga kali pada Petrus, apakah Petrus mengasihi Tuhan Yesus. Dari pertanyaan pertama Tuhan menanyakan apakah Petrus mengasihi Tuhan dengan kasih “agape” (kasih tanpa syarat), hingga diturunkan menjadi a“philia” (kasih persaudaraan). Dan dari ketiga kali Tuhan menanyakan ini, Tuhan selalu meminta Petrus untuk menggembalakan domba-domba.

Mengasihi Kristus berarti mau menggembalakan domba-domba-Nya. Begitu banyak domba-domba yang tersesat, yang tidak mengenal Allah atau bahkan tidak pernah mendengar mengenai Karya Keselamatan Kristus. Dengan kata lain, mau menggembalakan domba-domba Kristus berarti mau mempertemukan mereka dengan Gembala Yang Baik, dan berarti mau menginjil untuk jiwa-jiwa.

Menginjil menjadi hal yang terkesan teologis dan tidak mudah untuk dilakukan. Padahal, penginjalan dengan sederhana dapat dilakukan dengan membagikan kesaksian dan pengalaman pribadi yang kita rasakan bersama Tuhan. Namun. kebanyakan dari kita tidak mau menginjil karena beberapa faktor. Di bawah ini adalah tiga faktor penghambat seseorang untuk mau menginjil:

1. Merasa tidak layak
Banyak orang yang merasa, dirinya sendiri masih kotor, masih penuh dosa, dan akhirnya berkata bahwa dirinya tidak layak untuk mewartakan kebaikan Tuhan. Ketika terjebak dalam intimidasi dosa, saat itu juga berbaliklah pada Tuhan dan minta ampun. Setelahnya, jangan mau merasa tertuduh oleh semua dosa masa lalu, melainkan berfokuslah pada Tuhan dan nyatakan bahwa kita mau dipakai Tuhan untuk mewartakan kebenaran-Nya. Saat kita mengucap “ya Tuhan, aku mau” saat itu juga Tuhan melihat kesungguhan hati kita dan akan menyempurnakan kita dan memperlengkapi kita untuk menginjil.

2. Keluarga belum bertobat
Faktor keluarga menjadi faktor lain yang menghambat seseorang untuk menginjil. Ketika kita ditempatkan Tuhan dalam keluarga yang terpecah, yang tidak akur, maupun yang belum mengenal Tuhan, kita cenderung akan merasa belum berkapasitas untuk melakukan penginjilan. Dari titik ini, kita cenderung akan selalu berfokus pada kondisi keluarga, dan mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk mengubah keluarga kita ke kondisi yang lebih baik. Padahal, pemulihan dan keselamatan akan Tuhan berikan bagi setiap anak-anakNya. Dengan kata lain, tanpa perlu terpaku pada kondisi keluarga, pasti akan ada sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi bagi keluarga kita. Maka dari itu, jangan jadikan keluarga sebagai alasan kita untuk tidak mau menginjil, karena melalui kehidupan kita yang berdampak dan berfokus pada Tuhan, akan ada perubahan-perubahan yang termainfestasi dalam keluarga kita.

3. Takut kehilangan teman
Orang dunia yang hidup tanpa mengenal Allah, cenderung tidak terlalu senang membicarakan Tuhan dan bahkan menghindari topik yang menjurus pada pewartaan injil. Oleh karena ini, terkadang kita merasa segan untuk menginjil di lingkungan pergaulan kita. Kita takut, karena kita mambahas Tuhan dan mewartakan kebenaran, kita akan dijauhi dan dikucilkan. Sesungguhnya, sama sekali bukan hal yang mudah untuk mau bergerak dan menginjil dengan risiko kehilangan teman-teman yang kita anggap berharga. Namun, ketika melangkah dan bertekad untuk mengajak teman-teman kita mengenal Tuhan, kita akan dituntun langkah demi langkah. Kita akan mengalami penyertaan Tuhan dan bahkan Tuhan akan memberikan kesempatan-kesempatan pada kita untuk memenangkan jiwa. Asal kita mau mengesampingkan ketakutan dan tetap berpegang pada kebenaran, Tuhan akan jadikan segala sesuatu baik pada waktu-Nya.

Kalahkanlah semua faktor-faktor di atas. Jadilah prajuri-prajurit Tuhan yang memiliki gaya hidup doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama siang dan malam, dan mau melakukan kehendak Bapa pada zaman ini. Dengan demikian, api roh kita akan terus menyala-nyala dan kita akan selalu diisi dengan kerinduan untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan.

Gembalakanlah domba-domba Kristus!

SELECT SERMON

Kesadaran akan Keselamatan

8 May 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Kebebasan Dalam Kristus

26 April 2015 | Pdp. Andi Auric
SELECT SERMON

Perjumpaan Pribadi

6 August 2017 | Harry Yusuf