SERMONS
Membuat Perbedaan

ON 4 JUNE 2017, BY PDP. YOSUA SUDARSONO

Seorang anak sedang berjalan bersama ayahnya di pesisir pantai. Sepanjang pesisir tersebut banyak sekali bintang laut yang terdampar ke pasir pantai. Tiba-tiba sang ayah mulai mengambil setiap bintang laut yang ditemui dan melemparkannya kembali ke laut. Anak pun mengajukan pertanyaan pada ayahnya:

“Ayah, apakah yang ayah lakukan akan membuat perbedaan? Ada terlalu banyak bintang laut, dan tidak mungkin ayah bisa mengembalikan semuanya ke laut.”

“Nak, memang apa yang ayah lakukan tidak akan menimbulkan perbedaan bagi pesisir ini. Tapi apa yang ayah lakukan akan mengubahkan hidup seekor bintang laut, dan bintang laut tersebut bisa kembali hidup.”

Seperti cerita di atas, terkadang terbersit pertanyaan serupa di kepala kita: apakah yang kita lakukan akan membawa perubahan? Sering timbul keraguan untuk bertindak karena merasa tindakan kita tidak cukup besar untuk mengubahkan situasi yang ada, atau bahkan mengubahkan dunia. Tapi seperti jawaban sang ayah, sekecil apapun tindakan yang kita lakukan, pasti akan membawa perubahan dan tidak akan menjadi sia-sia.

Anak muda hari-hari ini selalu bergelut dengan kehidupan kampusnya. Ketika datang ke kampus kemudian mengikuti perkuliahan dan segala kegiatan yang ada, mungkin tidak banyak terbersit upaya untuk menwartakan kebenaran Tuhan di kampus sendiri. Tetapi, apakah hari-hari yang kita jalani seperti itu benar-benar sesuai dengan kerinduan Tuhan dan panggilan kita?

Anak-anak muda Tuhan ditempatkan di kampusnya masing-masing bukanlah sebagai suatu kebetulan. Kita diutus ke kampus kita untuk mewartakan kebenaran Tuhan dan menyatakan kasih-Nya kepada teman-teman kita yang belum mengenal-Nya. Kehidupan kampus selalu indentik dengan kebebasan yang ekspresif, gaya hidup yang tidak sehat, pergaulan yang tidak terbatas, dan bahkan slogan-slogan untuk menikmati hidup selama masih muda. Anak muda Tuhan harus menunjukkan cara hidup yang berbeda dan melawan arus tersebut. Anak muda Tuhan harus menjaga hubungan baik dengan Tuhan dan menjalani hidup yang terbaik bagi Tuhan.

Anak-anak muda bagaikan anak-anak panah di tangan pahlawan yang siap dipakai Tuhan untuk menghancurkan musuh. Untuk menjadi seperti itu, dibutuhkan kerendahan dan kerelaan hati untuk mau diproses Tuhan. Anak muda juga merupakan prajurit-prajurit yang berkobar dalam Roh dan militan dalam Tuhan. Kita akan dibentuk, dilatih, dan diajak Tuhan untuk melalui hal-hal yang baru agar karakter kita terbentuk untuk semakin serupa dengan Kristus. Anak-anak Tuhan harus bersatu, dan menyatakan kebenaran-Nya dengan kuasa tubuh Kristus -kuasa kesatuan gereja- sebagai keluarga dalam Tuhan. Dalam Alkitab, tercatat jelas bahwa Allah kita adalah Allah yang bekerja dari generasi ke generasi. Allah tidak berhenti bekerja di satu generasi, melainkan terus melanjutkan karya-Nya yang ajaib pada generasi selanjutnya. Untuk itu, penting sekali bagi anak muda untuk terlibat secara aktif dalam rencana dan rancangan Tuhan agar kemuliaan Tuhan ditegakkan atas seluruh bumi.

Berbaliklah dari dosa dan layanilah Tuhan dengan hidupmu

SELECT SERMON

Belajar dari 7 Jemaat

21 May 2017 | Pdp. Andy Auric
SELECT SERMON

Kemana Gereja ini Harus Melangkah

11 September 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Doa yang Mengubahkan

16 August 2015 | Pdm. Christianto Silitonga