SERMONS
Memenangkan Kekuatiran

ON 26 JULY 2015, BY PDT. SONNY WAPLAU

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. (Amsal 3: 5)

Hari-hari ini dunia mengalami goncangan, hanya dengan bersandar dan percaya kepada Tuhan yang dapat memberikan kekuatan bagi kita. Pada kotbah ini, kita akan bicara tentang kekuatiran. Kita semua mengetahui apa itu kekuatiran, setiap daripada kita pasti pernah merasakannya.

Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia. (Amsal 12:25)

Kekuatiran tidak memiliki keuntungan apapun dalam hidup kita, justru memberikan banyak dampak negatif seperti penyakit, tidak dapat merasa bahagia dan sering mengeluh. Hidup dalam kekuatiran dapat membuat otak kita mengeluarkan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh ini, tidak heran banyak penyakit yang disebabkan oleh pikiran-pikiran yang salah atau negatif. Adalah hal yang wajar apabila kita prihatin pada masalah kehidupan kita, tapi kalau berlebihan sampai kita menjadi kuatir, hal itu tidak hanya merugikan kesehatan kita tapi juga berdosa di hadapan Tuhan karena itu mencegah kita hidup di dalam iman bahkan kita mengijinkan iblis untuk menyiksa kita. Beberapa penyebab kekuatiran:
1. Kegagalan mempercayai Tuhan, bahwa Ia sanggup menyelesaikan bermacam-macam perkara dalam hidup kita.
2. Terlalu fokus kepada masalah dalam hidup kita. Kita tidak perlu fokus pada masalah kita, yang penting adalah kita melakukan apa yang kita bisa kerjakan dan serahkan selebihnya kepada Tuhan. Fokuslah pada janji dan apa yang Tuhan bisa kerjakan.

Kita dapat menjadi ahli dalam kuatir karena kita melatihnya dalam kehidupan kita, di satu sisi kita juga dapat melatih diri kita untuk mempercayai Tuhan. Percaya kepada Tuhan harus jadi respon yang terutama saat kita menghadapi segala sesuatu dalam hidup kita. Lewat ayat ini Tuhan memberikan penghiburan 1 Kor 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Kita mengetahui kita tidak boleh kuatir, tapi belum tentu kita melakukan dalam kehidupan kita. Ada beberapa pertanyaan yang perlu kita renungkan:
Berapa banyak masalah yang anda pecahkan dengan kuatir?
Berapa lama anda menghabiskan waktu untuk kuatir tentang hal yang tidak pernah terjadi?
Pernahkan sesuatu menjadi lebih baik akibat kekuatiran terhadap hal tersebut?

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4: 6-7)

Kita bisa menang dari kekuatiran dengan hidup dalam firman Tuhan. Kita harus mengadakan peperangan dengan kuasa iblis, dengan pujian penyembahan, sorak sorai, dan memperkatakan firman Tuhan. Iblis datang untuk mengambil roh-roh kebaikan dan hanya dengan mengandalkan Tuhan-lah kita dapat melepaskan kuasa iblis dalam hidup. Sebab Tuhan tidak pernah memberikan roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kasih. Doa adalah senjata terkuat untuk melawan kuasa iblis, ketika dalam tekanan terbesar kita hanya perlu berdoa dan berserah kepada Tuhan. Janganlah kita kuatir karena Tuhan tidak akan membiarkan kita terjatuh begitu saja. Ada beberapa pilihan dalam hidup, yang pertama, KUATIR ATAU MENYEMBAH. Kuatir hanya akan membuat iblis hidup dalam diri kita, sedangkan menyembah akan membuat kita semakin masuk dalam hadirat Tuhan dan mengalami damai sejahtera. Tuhan menciptakan kita untuk menyembah Dia, kita tidak akan bisa mengatasi semua masalah kehidupan kita jika kita tidak menjadi seorang penyembah. Tuhan selalu baik meskipun kita tidak baik. Yesus ingin kita memiliki hubungan yang dalam dan pribadi dengan kasih yang begitu besar kepada Dia, sehingga kita menyadari bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Jenis hubungan seperti itulah yang membuat kita menjadi penyembah yang benar. Adakah rasa cinta seperti itu di dalam hati kita? Bila belum, mintalah kepada Tuhan. Yang kedua, KUATIR ATAU BERIMAN. Prajurit pada jaman dulu melindungi diri mereka dengan perisai, Efesus 6: 16 berkata “dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat”. Perisai itu dapat berfungsi apabila kita menggunakannya, artinya kita harus melawan iblis dengan ucapan yang diperkatakan, putuskan dengan segera untuk mempercayai Tuhan dan tidak mulai kuatir. Iman yang kita miliki harus diperkatakan untuk mengalami kemenangan. Begitu banyak pahlawan iman yang dapat kita teladani di alkitab, ingatlah bahwa iman itu datang dari pendengaran akan firman. Maka kita harus mengetahui janji-janji apa yang Tuhan sediakan di dalam hidup kita, bacalah dan perkatakan firman Tuhan setiap hari. Yang ketiga, KUATIR ATAU TAAT PADA FIRMAN TUHAN. Mazmur 37: 3-4 berkata “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu”. Poin yang ingin ditekankan dalam bahasan ini adalah tentang melakukan yang baik. Orang yang benar-benar bahagia adalah orang yang mencari dan menemukan cara untuk melayani, melayani orang lain akan membuat kita memiliki tujuan dan gairah dalam kehidupan. Kita tidak lagi terfokus hanya kepada masalah dan diri kita sendiri, sehingga kita bisa menyingkirkan kekuatiran kita. Melakukan yang baik untuk orang lagi juga dapat memberikan kita energi positif. Melayani bisa dimulai dengan hal-hal yang kecil seperti senyuman. Sesungguhnya kita dapat membantu diri kita sendiri dengan cara melakukan yang baik kepada orang lain. Jangan egois dan berfokus untuk memenuhi kebutuhan pribadi kita.

Selaraskan pikiranmu dengan firman Tuhan maka kita akan hidup berbahagia, sukses dan menjadi jendral-jendral dimana pun kita berada.

SELECT SERMON

Perjumpaan Pribadi

6 August 2017 | Harry Yusuf
SELECT SERMON

Hukum yang Terutama

9 July 2017 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Hidup dengan Kelimpahan

9 August 2015 | Pdp. Joshua Sudarsono