SERMONS
Memperoleh Mahkota Kehidupan

ON 24 JANUARY 2016, BY PS. ANDY


Baca “Doa Bapa Kami”: Matius 6:9-13

Doa Bapa kami tidak hanya sekedar kalimat doa tapi juga perintah-perintah yang Tuhan mau menjadi gaya hidup setiap kita. Dalam ayat 13, dikatakan jangan membawa kami ke dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Apakah yang dimaksud pencobaan dalam ayat ini? Jawabannya ada di Yakobus 1: 13-15.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Jadi, sebenarnya pencobaan yang dimaksud adalah yang datang dari keinginan sendiri karena kita diseret dan dipikat oleh keinginan itu. Pada akhirnya apabila pencobaan itu dibuahi dan melahirkan dosa, pada saat dosa itu matang maka lahirlah maut. Sehingga kita dapat melihat bahwa keinginan kita sendiri dapat mendatangkan kepada maut. Maut yang dimaksud di sini tentu saja neraka.

Keinginan yang dimaksud adalah keinginan daging, keinginan yang bukan datang dari Tuhan yaitu dijelaskan di Galatia 5: 17, 19-21 “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -karena keduanya bertentangan- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki … Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.” Keinginan roh adalah semua yang berlawanan dengan keinginan roh, kita harus menyadari dan mengetahui semua itu sehingga pada saat keinginan daging kita muncul kita dapat menyangkalnya dengan firman.

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1: 12)

Yang dimaksud dengan bertahan dalam pencobaan adalah, setiap kita tidak diseret dan dipikat oleh keinginan daging yang menjerumuskan ke maut. Bertahan dalam pencobaan adalah perjuangan yang harus terus menerus kita hadapi sepanjang kehidupan kita. Setiap yang bertahan sampai akhir, akan mendapatkan hadiah dari Tuhan yaitu mahkota kehidupan.

Di dalam kehidupan kita ada pula keinginan yang terlihat baik tapi bukan berasal daripada Tuhan. Di Matius 16: 22-23, Petrus mencegah Tuhan Yesus untuk pergi ke Yerusalem dan mengalami penderitaan, hal ini kelihatannya baik tapi justru Tuhan menghardik Petrus karena itu. Kita dapat mengerti bahwa segala yang bukan berasal dari kehendak Tuhan, hal itu berasal daripada setan meskipun baik dari pandangan manusia.

Seperti Tuhan menghardik Petrus atas keinginannya itu, apakah kita pernah dihardik oleh Tuhan? Atau seringkali kita tidak dapat mendengar hardikan Tuhan karena kita jauh dari Tuhan dan terlalu sibuk dengan kehidupan kita sendiri? Kita perlu belajar banyak dari Matius 5-7, pasal-pasal ini adalah pembelajaran penting tentang bagaimana kita harus hidup dalam mengikut Tuhan Yesus.

Sekarang kita semua hidup dalam perjanjian baru, tidak lagi dalam perjanjian lama. Perjanjian baru lebih menekankan bahwa kita harus memperkuat manusia rohani kita, karena manusia jasmani kita hanya sementara. Di perjanjian lama kita dilarang membunuh, tetapi Tuhan katakan di perjanjian baru agar kita tidak boleh membenci saudara kita. 1 Korintus 6: 3 dikatakan: “Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.” Salah satu desain besar Tuhan dalam hidup kita adalah memerintah bersama dengan Tuhan bahkan menghakimi para malaikat, sehingga kita harus sungguh-sungguh mendandani manusia rohani kita selama hidup di dunia ini.

Keinginan-keinginan daging kita datang dari mata dan telinga kita, kita tidak dapat menghindari semua hal itu datang kepada diri kita tapi kita tidak bisa menjadikan keinginan daging sebagai gaya hidup kita. Kita harus menolak keinginan daging yang menjerumuskan kita dengan firman dan akhirnya mencapai tujuan kita yang terutama yaitu mahkota kehidupan. Penghalang terbesar dalam mengasihi Tuhan adalah diri kita sendiri, maka kita harus berjuang dan bertahan untuk tidak terjerumus dalam keegoisan kita.

Seperti visi gereja kita di tahun 2016: TAHUN PEMBEBASAN YANG SEUTUHNYA, dapat kita alami dengan cara BERTOBAT. Hal ini juga yang akan membebaskan kita dari keinginan daging kita.

SELECT SERMON

Hidup Taat

17 September 2017 | Boyke Pakpahan
SELECT SERMON

Anak Muda Berkarakter Kristus

15 October 2017 | Budiyanto Gunarso