SERMONS
Menghadapi Ketakutan

ON 18 JUNE 2017, BY PDT. ARUNA WIRJOLUKITO

Mari kita melihat kehidupan Yakub pada Kejadian 32. Judul perikop dari Kejadian 32 (pergumulan Yakub dengan Allah). Yakub adalah salah satu tokoh di alkitab yang diceritakan kehidupannya sejak kecil, kita harus memperhatikan kehidupannya dengan seksama. Nama Yakub memiliki arti penipu.

Pada jaman dahulu tidak punya anak adalah sebuah aib, tapi di jaman sekarang tidak punya anak rohani adalah suatu aib bagi kita orang Kristen. Mari kita lihat kehidupan Yakub, anak lelaki di jaman itu adalah anugerah yang besar dari Tuhan, luar biasanya Yakub memiliki 12 anak lelaki. Tidak hanya memiliki banyak anak lelaki tapi juga kekayaan yang berlimpah dia miliki. Yakub orang yang sangat diberkati oleh Tuhan, hidupnya nyaman dan enak.

Dibalik seorang manusia dengan hidup yang begitu berlimpah kekayaan dan anugerah Tuhan, setiap kita pasti memiliki minimal 1 ketakutan yang tidak pernah ditunjukkan kepada orang lain. Tuhan lah yang paling mengetahui isi hati kita, di hari-hari terakhir ini Tuhan ingin kita terbuka atas segala ketakutan kita kepada Tuhan.

Yakub adalah pribadi yang sangat berani, bahkan dia berani melawan ayahnya, dia berani bekerja keras demi mendapatkan istrinya dan tidak ada ketakutan apabila Yakub harus kehilangan harta bendanya. Satu ketakutan yang tidak banyak orang tahu dari Yakub adalah ketakutannya terhadap kakak kembarnya, Esau.

Ketahuilah bahwa pada masa ini, Tuhan ingin setiap kita menemui ketakutan kita. Seperti Yakub saat menerima kabar mengenai datangnya Esau bersama dengan 400 orang tentara, dia begitu stress dan kawatir orang-orang akan mengetahui kelemahannya. Di saat tertekan itu, Yakub memutuskan untuk memindahkan segala kepunyaannya menyeberangi sungai Yabok. YABOK artinya adalah pengosongan. Seringkali kita mendengar, kita harus membuang hal yang lama dan menerima hal yang baru, tetapi melakukannya bukanlah hal yang mudah karena untuk membuang hal yang lama kita harus menghadapi ketakutan kita.

Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. (Kejadian 32:22)

Saat Tuhan mengajarkan kita, Tuhan akan menyentuh hal yang paling berharga, yang paling kita takuti, atau yang paling kita senangi di dalam kehidupan kita. Maka kita harus belajar untuk tidak mencintai ataupun takut terlalu dalam pada suatu hal atau seseorang dibandingkan dengan Tuhan, karena suatu hari Tuhan akan meminta hal itu dari kita.

Setelah Yakub menyeberangi sungai Yabok, dia bertemu dengan malaikat Tuhan lalu namanya berganti menjadi Israel. Israel memiliki arti, manusia yang bergulat dengan Tuhan. Identitas Yakub berubah menjadi Israel setelah bertemu dengan Tuhan. Identitas adalah hal yang pertama kali diubahkan saat mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Perubahan identitas ini adalah tahap pembenaran/justification.

Setelah menerima perubahan status, Yakub berjalan dan berkata di Kejadian 32 ayat 30-31:

Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.

Pniel artinya adalah wajah Allah. Apabila kita diubahkan oleh Tuhan, maka matahari akan terbit atas kita. Kasih karunia dan berkat Tuhan melimpah bagi setiap kita yang sudah hidup di dalam Tuhan. Tanpa perlu meminta, anak-anak Tuhan pasti diberkati. Kita harus belajar untuk mengatur hidup kita bersama dengan Tuhan dari hal-hal yang paling sederhana. Kalau kita tidak terbiasa menerima mujizat yang sederhana dari Tuhan, saat bertemu dengan masalah yang besar, iman kita akan dengan mudah goyah.

Saat Yakub bertemu dengan Esau, lihatlah kasih karunia Tuhan yang membuat Esau menjadi lembut hatinya terhadap Yakub. Segala kambing domba dan harta telah diberikan Yakub kepada Esau, Esau menolak semua harta tersebut tetapi Yakub memaksa kakaknya untuk menerima dan berkata seperti ini:

Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan akupun mempunyai segala-galanya.” Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya. (Kejadian 33:11)

Orang yang dekat dengan Tuhan akan dapat berkata bahwa dia memiliki segala-galanya. Semua hal yang diperlukan akan didapatkan dari Tuhan di timing yang tepat. Belajarlah untuk hidup di dalam doa dan iman, merancangkan semua kehidupan kita bersama dengan Tuhan.

Untuk menang atas ketakutan kita, kita harus mengosongkan diri dan membuang pegangan yang lama lalu menggantikannya dengan yang baru. Cara untuk itu adalah perjumpaan dengan Tuhan. Setelah kita berjumpa dengan Tuhan, Tuhan akan memberikan identitas baru dan fajar itu menyingsing bagi setiap kita sehingga hidup kita dipenuhi oleh kasih anugerah Tuhan.

SELECT SERMON

Masalah Membentuk Kita

29 November 2015 | Pdt. Andreas Goei
SELECT SERMON

Second Life

22 October 2017 | Ps. Nathan Nugraha
SELECT SERMON

Hidup yang Berdampak

4 June 2017 | Pdp. Yosua Sudarsono