SERMONS
Mujizat pada kesempatan yang kedua

ON 20 AUGUST 2017, BY PDT. INDRAWATI KABUL

(Yohanes 21:1-3) Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Mari kita bayangkan suasana hati murid-murid pada saat itu. Setelah Tuhan Yesus meninggal, murid-murid sedang dalam situasi yang sedih dan putus asa. Murid-murid Yesus berada dalam kondisi tidak ada harapan dan merasa masa depannya suram, setelah mereka mempercayakan hidup mereka untuk mengikuti Yesus tapi Yesus harus mati di atas kayu salib. Di masa itu Petrus sebagai salah satu murid kesayangan Tuhan Yesus melakukan kegagalan dengan kembali pergi menangkap ikan. Hari ini mari belajar dari Petrus tentang kegagalan yang dialami, bagaimana Tuhan memulihkan dan mengangkat Petrus dalam kebangkitan rohani yang dahsyat.

Ada 4 kegagalan dalam hidup Petrus:

1. Menyangkal Tuhan Yesus 3 kali
Petrus melakukan hal ini saat Tuhan Yesus akan disalibkan, dia menyangkal Tuhan Yesus karena ketakutan yang dirasakannya.

2. Petrus kembali ke profesi yang lama (kembali ke manusia yang lama)
Setelah Tuhan Yesus meninggal, Petrus yang sudah Tuhan tetapkan menjadi penjala manusia kembali pergi menangkap ikan.

3. Menanggalkan pelayanan
Ada pilihan bagi Petrus untuk menghampiri dan menghibur jiwa-jiwa yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tapi dia tidak melakukannya dan memilih berhenti melayani.

4. Mereka semalam-malaman berusaha menangkap ikan tetapi gagal
Usaha yang dilakukan sekeras apapun mengalami kegagalan.

Ada 4 langkah pemulihan mujizat pada kesempatan yang kedua seperti yang dialami oleh Petrus:

(Yohanes 21:6a) Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”

1. Harus mendengar suara/tuntunan Tuhan kembali
Mungkin dalam kegagalan dan masalah kita, kita sudah pernah mendengar tuntunan Tuhan bahwa kita harus berdoa dan beriman akan kuasaNya. Bahkan kita sudah pernah melakukan semua hal itu tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Pesan Tuhan hari ini, jangan menutup telinga terhadap tuntunan Tuhan itu. Dengarlah kembali dan terus lakukan lagi sampai kairos Tuhan terjadi. Seperti murid-murid yang saat mendengar instruksi untuk menebar jala ke arah kanan, mereka tidak membantah meskipun pasti semalaman mereka sudah lakukan dan gagal.

(Yohanes 21:6b) Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

2. Ayo taat lakukan.
Meskipun rasanya tidak ada hasilnya. Lakukan lagi dan bersikap taat, jangan putus pengharapan. Kesetiaan dalam menunggu waktunya Tuhan pasti mendatang mujizat dan pemulihan.

(Yohanes 21:7) Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

3. Fokus pada sumber berkat
Seringkali saat berdoa kita fokus pada mujizat atau berkat yang kita ingini, padahal harusnya kita fokus kepada sumber dari berkat itu. Fokus kepada pribadi Tuhan dan datanglah kepadanya. Kalau kita tidak fokus pada Yesus sendiri, kita akan dengan mudah kecewa. Orang yang fokus kepada Tuhan akan tetap mendapatkan berkatnya. Tuhan katakan dalam firmanNya, carilah dahuly kerajaan Allah dan kebenaranNya.

(Yohanes 21:10-11) Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”
Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

Kenapa 153 ikan? Jumlah 153 ikan, bicara tentang semua jenis ikan yang ada di danau Galilea. Waktu kita fokus dengan Tuhan dan taat pada firmanNya, semua jenis berkat akan Tuhan berikan. 153 juga bicara tentang the son of God, tanpa anak Allah tidak akan ada mujizat.

(Yohanes 21:15-17) Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Waktu kita cinta pada Tuhan, korelasinya adalah kita akan cinta kepada jiwa-jiwa. Tuhan Yesus memberikan pemulihan yang seutuhnya dengan bertanya 3 kali kepada Petrus, sama dengan jumlah Petrus menyangkal Yesus.

4. Pemulihan hati dan rekomitmen mengasihi Tuhan
Kembali nyatakan kasih kepada Tuhan dan buat komitmen yang baru untuk mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh.

Setelah melalui semua ini ada 4 kebangkitan yang dialami oleh Petrus:

(Kisah Para Rasul 2:41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

1. Jadi alat penuaian jiwa

(Kisah Para Rasul 4:30-31) Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

2. Mujizat terjadi secara luar biasa

(Kisah Para Rasul 10:15) Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

3. Extraordinary breakthrough: ide kreatif, inovatif

4. Promotion as leader: greater capacity

Kesempatan yang kedua masih ada. Datanglah pada Tuhan untuk dipulihkan dan taati firmanNya. Mujizat sudah menanti di dalam hidupmu.

SELECT SERMON

Kesadaran akan Keselamatan

8 May 2016 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Kebebasan Dalam Kristus

26 April 2015 | Pdp. Andi Auric
SELECT SERMON

Belajar dari 7 Jemaat

21 May 2017 | Pdp. Andy Auric