SERMONS
Pribadi Berkarakter Kristus

ON 8 OCTOBER 2017, BY PDT. AGUSTINUS PUSPAWIGUNA

Menjadi pribadi berkarakter Kristus yang penuh kasih dan berdampak

Setiap kita pasti memiliki kerinduan untuk dipakai Tuhan secara dahsyat dan ajaib: untuk jadi jenderalnya Tuhan. Sebelum diangkat naik menjadi seorang jenderal, kita harus menyenangkan hati Tuhan terlebih dahulu dengan cara melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Sebagai hal mendasar dalam Kekristenan, memiliki karakter Kristus adalah kehendak Tuhan atas setiap kita. Pembentukan karakter bukanlah hal yang instan: dibutuhkan proses, pengujian, waktu dan kesetiaan hingga terbentuk sebuah karakter yang luar biasa.

Ef 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita semua adalah buatan Allah, yang diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah tentukan sebelumnya. Tuhan Yesus menciptakan kita karena Ia mempunyai rencana untuk kita. Sebuah benda yang tepah diciptakan, akan menjadi tidak berguna bila digunakan tidak sesuai fungsinya dan tujuan pembuatannya. Seperti itulah hidup kita: harus melakukan pekerjaan baik yang telah Tuhan Yesus siapkan untuk kita sedari awal kita diciptakan.

Karakter Kristus ibarat perlengkapan yang Tuhan siapkan untuk kita. Seperti seorang prajurit yang diperlengkapi dengan senjata untuk berperang, Karakter Kristus merupakan senjata yang telah diberikan pada kita untuk dapat melakukan pekerjaan yang telah Tuhan Yesus siapkan sebelumnya, dan Tuhan Yesus juga sudah mempersiapkan buah atas kesuksesan yang tercapai.

Sebagai orang Kristen, hendaknya kita mengutamakan karakter di atas reputasi. Banyak orang yang ingin dirinya terlihat baik supaya yang melihatnya memberikan komentar positif. Hal tersebut bukanlah karakter, karena diri kita hanya menampilkan apa yang dunia ingin lihat. Karakter adalah bagaimana diri kita sebenarnya dan setulusnya. Karakter merupakan sesuatu yang penting dan akan menentukan perilaku serta tindakan kita: karakter yang luar biasa akan membawa kita mencapai sesuatu yang luar biasa, karena bukan talenta yang akan membuat kita sukses tetapi karakter-lah yang akan membawa kita menuju kesuksesan. Talenta Raja Daud tidak lebih banyak dibandingkan talenta Saul, tetapi Raja Daud bisa menjadi lebih sukses karena karakternya yang lebih baik dari Saul. Karakter-lah yang akan membuat kesuksesan kita langgeng.

Karakter adalah sifat-sifat yang melekat pada kepribadian seseorang. Karakter Kristus adalah sifat-sifat yang melekat pada seseorang yang mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru S’lamat dan mau hidup menurut teladan-Nya. Pembentukan karakter dimulai dari pilihan dan keputusan yang berani kita ambil dalam hidup kita secara terus menerus hingga menjadi kebiasaan yang melekat. Kita sebagai umat pilihan Tuhan diberikan tambahan alat untuk membentuk karakter. Seperti sebuah tiket VIP yang digunakan di dalam taman bermain, Tuhan Yesus memberikan tiket VIP tersebut untuk memudahkan kita dalam proses pembentukan karakter. Karakter umumnya dibentuk oleh tiga hal:

1. Keturunan: Gen bawaan yang berasal dari orang tua.

2. Lingkungan, tradisi: Lingkungan tempat tinggal membawa pengaruh dalam pembentukan karakter.

3. Kebiasaan: Sesuatu yang terus menerus dilakukan dan telah menjadi keyakinan.

Orang Kristen yang mengejar karakter Kristus dalam hidupnya mempunyai dua privilege tambahan dalam proses pembentukan karakter:

1. Firman Allah

Firman Allah mempunyai kuasa untuk mengubah hidup kita seperti taburan benih yang akan terus bertumbuh, Firman Allah tidak akan pernah sia-sia. Kerinduan untuk mempunyai karakter seperti Kristus harus diimbangi dengan asupan Firman Allah yang cukup. Firman Allah merupakan kartu VIP yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita untuk membentuk karakter kita, karena Firman-lah yang sanggup berbicara, membentuk, dan sanggup mengubah karakter kita. Karena itu kita harus memakai Firman tersebut dalam hidup kita untuk mengubah hidup kita, karena Firman mempunyai kuasa untuk mengubah hidup kita.

2. Kepercayaan

Ketika kita percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan untuk menuju hidup yang kekal, maka cara hidup kita akan berbeda dan menghasilkan karakter yang berbeda. Jangan menahan totalitas dalan mengikut Yesus, dan jangan pernah menukar Dia apapun di dunia ini. Carilah Tuhan Yesus dengan segenap hati sehingga bisa mengenal dan percaya bahwa Tuhan Yesus-lah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup.

Ef 6:15-17 (TB) 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Pergunanakanlah setiap kesempatan yang Tuhan Yesus beri dan usahakanlah supaya setiap kita mengerti kehendak Tuhan Yesus. Kita harus memperhatikan: apakah hidup kita sudah lebih baik dari bulan lalu? apakah pengenalan kita akan Tuhan Yesus lebih baik dari waktu lalu?

Pastikan bahwa semakin hari kita semakin baik di dalam Tuhan dengan cara mengusahakan membuat keputusan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Jangan pernah ragu dalam membuat keputusan untuk menolak yang buruk, kita harus berani menolak dan meninggalkan keinginan yang buruk agar kita menjadi semakin disiplin dalam pembentukan karakter yang lebih baik.

Karakter yang kokoh dibentuk berdasarkan pengalaman dan dedikasi. Pegalaman artinya selalu belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, dedikasi berarti disiplin untuk terus melakukan hal-hal yang benar. Pertahankan disiplin dan komitmen kita untuk terus melakukan hal yang benar dan jangan pernah mundur.

1 Tim 4:12 (TB) Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Anak-anak muda harus menjadi teladan bagi orang-orang percaya. Anak muda bukan harus mencari teladan, tetapi anak muda harus menjadi teladan. Kita harus menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan dalam kesucian kita.

1. Menjadi teladan dalam perkataan

Kita harus memperhatikan kembali apa yang kita katakan: apa yang kita ucapkan? apakah lebih banyak hal positif atau negatif? apakah kita masih banyak mengeluh?

Untuk menjadi teladan dalam perkataan, jangan biarkan kita dikuasai oleh keadaan, jangan biarkan perkataan kita bergantung pada keadaan yang kita hadapi. Seperti Paulus yang tetap bersukacita sekalipun berada di dalam penjara, kita pun jangan sampai dikuasai oleh keadaan dan justru harus menang atas keadaan: jangan pernah mengeluh dalam masalah dan tetap mengucap syukur.

2. Menjadi teladan dalam tingkah laku

Jangan pernah menyerah dan kecewa dalam menghadapi keadaan dan masalah yang kita hadapi saat ini, tetap setia bersama Tuhan Yesus, tetap berjalan bersama Tuhan Yesus dan jangan pernah mundur dalam menghadapi masalah.

3. Menjadi teladan dalam kasih

Kasih itu memberi bukan meminta, melayani dan bukan berharap dilayani. Kasih tidak menuntut balas.

4. Menjadi teladan dalam kesetiaan

Tetap setia dalam keadaan tidak enak sekalipun. Tetap setia untuk tidak mengasihani diri dalam keadaan apapun dan tetap hidup sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus inginkan. Terkadang Tuhan Yesus ingin menguji dan melihat kesetiaan kita dengan cara melihat bagaimana respons hati kita dalam keadaan tidak enak. Tuhan Yesus mau kita tetap setia di dalam Dia.

5. Menjadi teladan dalam kesuciaan

Jangan pernah meninggalkan komitmen untuk hidup dalam kebenaran kesuciaan kita. Tetap hidup menurut kebenaran dan jaga kekudusan hidup kita.

Jika kita menjadi teladan, maka kita akan mempunyi karakter yang baik. Karakter kita akan diuji dan akan diperbaiki terus menerus hingga maksimal dan selalu melakukan yang terbaik.

SELECT SERMON

Masalah Membentuk Kita

29 November 2015 | Pdt. Andreas Goei
SELECT SERMON

Keselamatan oleh Kasih Karunia

23 August 2015 | Pdt. Agustinus Puspa Wiguna
SELECT SERMON

Bagaimana Menghadapi Konflik

15 March 2015 | Ps. Elijah Soetopo B.Th