SERMONS
Prioritas yang Tepat

ON 16 JULY 2017, BY PDT. FENDY TANTONO

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:39-42)

Dalam hidup ini banyak hal yang harus kita kerjakan dan lakukan, tapi kita harus mengerti bahwa hal yang terbaik adalah memiliki hubungan bersama dengan Tuhan. Lewat ayat di atas kita dapat melihat bagaimana Tuhan Yesus sangat mementingkan hubungan dengan Dia dan mengatakan sebagai bagian yang terbaik. Oleh karena itu Tuhan ingin di dalam hidup ini kita memprioritaskan dua hal berikut:

1. Tuhan menyuruh kita datang kepadaNya

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Tuhan menyediakan diriNya bagi setiap kita untuk datang dekat kepadaNya karena telah dijanjikanNya kelegaan bagi setiap kita.

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (1 Yohanes 1:1)

Dari ayat ini kita dapat melihat, Tuhan bukan hanya pribadi yang kita dengar saja atau kita lihat.
Kalau kita hanya mendengar atau melihat tentang Dia, bisa saja sesungguhnya kita tidak dalam posisi dekat dengan Tuhan. Dalam ayat diatas secara jelas dikatakan, “yang telah kamu raba dengan tangan kami”, itu menandakan bahwa kita tidak hanya sekedar mendengar atau melihat tapi sungguh merasakan pribadi Tuhan secara riil di dalam hidup kita.

2. Tuhan ingin kita hidup di dalam Dia

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yohanes 15:4)

Hidup di dalam Tuhan bukanlah hal yang mudah, penuh dengan tantangan apalagi saat kita mengalami hal-hal yang sulit untuk dijalani. Apakah kita masih setia berdoa dan percaya bahwa Tuhan masih ada di dalam setiap kita? Pengorbanan harus dilakukan untuk secara sadar hidup di dalam Dia.

Perjamuan kudus yang kita terima adalah salah satu cara Tuhan untuk mengingatkan bahwa kita tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Saat kita menerima tubuh dan darah Kristus artinya tubuh Tuhan dan darah Tuhan sudah menjadi satu dengan kita, sehingga kita hidup juga di dalam firmanNya.

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mazmur 62:2)

Tuhan tidak hanya ingin kita datang tapi melekat dekat kepadaNya. Kita harus tinggal di dalam Dia, kalau kita tidak tinggal di dalam Tuhan kita akan hidup dalam kekecewaan.

SELECT SERMON

Bebas dari stress

1 November 2015 | Pdt. Yanto Tjahyadikarta
SELECT SERMON

Bagaimana Menghadapi Konflik

15 March 2015 | Ps. Elijah Soetopo B.Th
SELECT SERMON

Hidup yang Berdampak

4 June 2017 | Pdp. Yosua Sudarsono