SERMONS
Purpose Driven Life

ON 28 JUNE 2015, BY PDP. FRANK SANTOSA

Kotbah ini diinspirasi oleh buku “Purpose Driven Life” (Rick Warren) yang menanyakan 1 million dollar question, yaitu “Untuk apa aku lahir di dunia ini?” Ini menjadi pertanyaan yang sulit dijawab oleh setiap orang. Jika seseorang menjalani hidupnya tidak sesuai dengan tujuan yang Tuhan telah tentukan, maka hidupnya tidak akan berharga sama sekali. Ketika kita tahu tujuan hidup kita, semuanya menjadi sederhana. Intinya adalah fokus dan tahu tujuan hidup kita maka hidup kita tidak menjadi rumit.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)

Ayat ini berkata setiap kita diciptakan untuk suatu tujuan yang baik, yang telah dipersiapkan oleh Tuhan, didasari ayat ini Pdp. Frank dikirim dalam misi untuk merintis gereja di Bangka. Bagaimana kita dapat tahu dan mengerti tujuan hidup kita?
1. Semua bermulai dari Tuhan. (Kol 1:16)
Pasti segala sesuatunya dimulai dari Tuhan dan kita dapat menemukan tujuan hidup di dalam Tuhan. Banyak manusia tidak menemukan tujuan hidupnya karena dasar pertimbangannya berasal dari dirinya sendiri. Jika kita ingin tahu tujuan kita ada di dunia ini, maka semua harus dimulai dari Tuhan.
2. Kelahiran kita bukan kecelakaan. (Yes 44:2)
Dari kandungan Tuhan yang telah membentuk dan dari kandungan juga Tuhan yang meonolong kita. Saat setiap orang lahir, Tuhan sudah ada dan menemani. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Kita semua bisa ada sampai saat ini karena rancangan Allah.Kelahiran anda bukan kecelakaan tapi menjadi rancangan yang indah bagi Allah. Saat Allah menjadikan setiap kita, Tuhan tidak bermain dadu. Tuhan menjadikan kita dengan penuh harapan. Dengan penuh…… tuhan punya rencana yang baik bagi kita semua.
3. Rencana Tuhan dalam hidup setiap kita tidak pernah gagal dan sia-sia.
4. Mengucap syukur dengan apa yang ada karena kita masih memiliki Tuhan dan Dia masih tetap menjadi Allah kita.
5 Tujuan hidup yang disimpulkan dari alkitab: 1. Kita diciptakan untuk kesenangan Tuhan.
Kita diciptakan untuk menyenangkan hati Tuhan, supaya Tuhan senang dan tersenyum. Penyembahan artinya kita melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Ini tidak berarti Tuhan tidak mengasihi kita sebagaimana adanya, kasih Tuhan sudah begitu besar dan tidak ada yang bisa menandingi-Nya. Akan tetapi, mendapatkan perkenanan dari Tuhan adalah hal yang berbeda. Perkenanan Tuhan dapat kita peroleh saat kita melakukan yang sungguh-sungguh Dia rindukan.
2. Kita diciptakan untuk punya keluarga Allah.
Kita hadir di gereja bukan hanya untuk datang beribadah, tapi juga untuk punya keluarga Allah. Tuhan menciptakan ada kerinduan dalam hati kita untuk punya keluarga Allah, memiliki komunitas. Bagi Tuhan Yesus sekalipun, murid-murid dianggap sungguh-sungguh sebagai saudara bukan sekedar murid. Tertanam bukan soal jadi pengerja di gereja, tapi mempunyai keluarga rohani.
3. Kita diciptakan untuk menjadi serupa dengan Kristus. (Roma 8:29)
Menjadi serupa dengan Kristus, semakin lemah lembut, semakin rendah hati. Proses menjadi karakter Kristus tidak cepat dan mudah. Mungkin sakit dan seakan kita yang harus terus mengalah tapi beginilah yang menjadi proses pembentukan karakter yang harus dijalani.
4. Kita dibentuk untuk melayani Allah. (1 Kor 3:5)
Ini bukan berarti menjadi pengerja atau punya jabatan di gereja. Melayani Tuhan dapat dimulai dengan mengajak orang-orang disekitar kita ke gereja, datang ke gereja dengan hati yang sungguh-sungguh, datang ke gereja dengan tepat waktu, dan sebagian lainnya. Kita diciptakan dengan berbagai talenta. Apa itu talenta? Waktu, bakat, benda, dan segala hal yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Berapapun dan apapun talenta yang Tuhan berikan, bersyukur dan gunakan untuk melayani Tuhan. Jika kita melakukan pelayanan Tuhan dengan sungguh-sungguh kita pasti akan mendapat upah. Sebab Tuhan memperhitungkan segala sesuatunya.
5. Kita diciptakan untuk misi penginjilan, untuk memenangkan jiwa. (Matius 25:14-30)
Di detik saat kita menyerahkan diri kita menerima Tuhan sebagai Juruselamat dan dibaptis, ayat ini sudah berlaku dalam hidup kita “karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus”. Misi yang dimaksudkan di sini adalah hati untuk menginjil, karena pada dasarnya Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menemukan yang terhilang. Penginjilan adalah pelayanan kita untuk orang yang belum percaya. Lewat Amsal 11:30, Tuhan berkata siapa yang memenangkan jiwa adalah orang bijak. Kis 20:24 juga berkata hal yang paling penting adalah menyelesaikan misi penginjilan kita di dunia.
Mari setiap daripada kita bersungguh-sungguh menjalani tujuan hidup yang Tuhan telah tentukan, maka kita akan menyelesaikan kehidupan ini dengan berkemenangan.

SELECT SERMON

Anugerah yang Menyelamatkan

27 March 2016 | Pdp. Joshua Sudarsono
SELECT SERMON

Hikmat dan Pengertian yang Benar

11 October 2015 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Memasuki Bulan Pembaharuan

26 March 2017 | Ps. Brigitta Grace Punia