SERMONS
Saksi Allah yang Hidup

ON 21 JUNE 2015, BY PDT. DAUD SEKARMADIDJAJA

Setiap orang percaya diundang Tuhan untuk masuk ke dalam perjamuan nikah anak domba, mari kita mempersiapkan diri kita dan bersungguh-sungguh menantikan Tuhan.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Gembala kita mengajak kita untuk selalu penuh dengan Roh Kudus setiap saat, bahkan sampai Tuhan Yesus datang. Roh Kudus begitu penting dalam hidup kita, untuk menjadikan kita SAKSI. Saksi yang dimaksudkan di sini bukan hanya sekedar kata-kata berupa cerita ataupun kesaksian, tetapi HIDUP kita sendiri menunjukkan bahwa Tuhan Yesus nyata di dalamnya. Kita harus sadar bahwa kehidupan kita dilihat oleh orang lain, dan sekecil apapun yang kita lakukan memberikan pengaruh yang begitu besar. Bagaimana cara kita membuktikan Allah kita hidup? Idealnya kita dapat berkata dengan yakin, bahwa orang lain dapat melihat Tuhan lewat kehidupan kita sebagai saksi. Ada dua hal yang harus dimiliki gereja, yaitu kebenaran dan teladan. Hidup kita ini juga adalah bagian dari gereja. Firman Tuhan harus menjadi rhema, rhema adalah firman yang berubah menjadi nyata dalam perbuatan dan kehidupan kita sehari-hari. Amsal 20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
The spirit of man is the lamp of the LORD, searching all the inner depths of the heart. (King James 2000 version)
Roh Kudus dalam ayat di atas, dalam bahasa Ibrani disebut Neshama (נשמה‎) yang berarti kesadaran. Roh Tuhan yang ditaruh di dalam hidup kita, akan menyalakan pelita dalam hati kita. Pelita inilah yang menyadarkan kita untuk melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan firman Tuhan. Kesadaran dari Roh ini, membuat kita tidak lagi memiliki niatan bahkan tidak pernah terpikirkan untuk melakukan hal yang tidak sesuai firman.
Keputusan dalam hidup kita, sebagian besar ditentukan oleh apa yang kita lihat dan kita dengar. Saat ini, di Florida, Amerika dilegalkan untuk membagikan buku mengenai ajaran setan kepada anak-anak kecil. Begitu banyak tanda-tanda akhir jaman yang bisa merusak pikiran kita, bahkan dari anak-anak yang masih muda lewat berbagai macam media seperti game, film, dan public figure. Begitu banyak nilai-nilai yang tidak baik dibagikan secara tersembunyi lewat media tersebut. Kita harus berhati-hati terhadap apa yang kita lihat dan dengar, jangan sampai media dan televisi mengembalakan kehidupan kita. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (Filipi 2:5)
Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. (1 Korintus 2:16)
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:20)
Tuhan mengatakan bahwa kita bisa memiliki pikiran perasaan Kristus, saat kita menerima Tuhan bukan lagi kita yang hidup tapi Yesus yang hidup di dalam kita. Kalau kita biarkan Kristus memerintah kehidupan kita, kuasaNya akan nyata mengubahkan hidup kita.
Untuk menjadi saksi ada 3 hal yang harus kita alami: lahir dari Roh (saat kita menerima Tuhan), dipenuhi Roh (dengan tanda berbahasa Roh), dan dipimpin oleh Roh (setiap saat mengikuti keinginan Roh). Saat kita hidup dalam Roh, gaya hidup kita akan seperti jemaat mula-mula (baca: Kisah Para Rasul 2 : 42-47). Hendaklah hidup kita menjadi kesaksian yang nyata, sehingga kita dapat beroleh kemenangan di hari kedatangan Tuhan.
SELECT SERMON

Saksi Allah yang Hidup

21 June 2015 | Pdt. Daud Sekarmadidjaja
SELECT SERMON

Lihatlah Tuhan, Hampiri Dia

5 April 2015 | Dr. Jakoep Ezra
SELECT SERMON

Bijak Menghadapi Teknologi

4 September 2016 | Pdp. Andy Auric