SERMONS
Second Life

ON 22 OCTOBER 2017, BY PS. NATHAN NUGRAHA

2 Korintus 5:17 (TB) Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Manusia cenderung merindukan sesuatu yang baru di dalam hidupnya. Seperti saat memasuki tahun yang baru, umumnya kita akan berharap agar sesuatu yang baru yang lebih baik akan terjadi di tahun mendatang. Kerinduan akan adanya sesuatu yang baru bisa muncul karena kejenuhan akan apa yang sudah ada. Terkadang di antara kita ada yang merasa bosan dengan kehidupan yang kita jalani, dengan rutinitas yang selalu kita lewati setiap harinya.

Dengan mengetahui kebenaran Firman Tuhan, kita akan menyadari bahwa pertemuan dengan Tuhan Yesus akan membuat hidup kita tidak pernah sama lagi.

Bacaan Lukas 17:11-19

Kusta adalah penyakit menular yang sangat mematikan pada zaman Yesus. Seseorang yang terkena penyakit kusta akan diasingkan dan tinggal di pinggiran yang jauh dari kota: menjalani hidup dengan harapan yang telah hancur. Sesungguhnya generasi zaman sekarang hidup seperti seseorang yang terkena kusta, generasi yang tidak lagi mempunyai cita-cita dan menganggap dirinya terlalu rusak dan hancur. Kesepuluh orang kusta diceritakan bertemu Tuhan Yesus dan memiliki second life, yaitu suatu kehidupan yang baru. Mereka memperoleh segala sesuatu yang baru ketika mereka bertemu dengan Tuhan Yesus. Bagaimana kita dapat memperoleh suatu pemulihan dan suatu permulaan yang baru?

1. Perjumpaan dengan Tuhan akan mengubah kehidupan seseorang

Saat kesepuluh orang kusta memutuskan untuk mendekati Tuhan Yesus, mereka sadar bahwa akan ada harga yang harus dibayar: mereka bisa saja dilempari batu hingga mati. Namun mereka tidak mundur dan tetap maju mendekati Tuhan Yesus sehingga mereka memperoleh pemulihan tersebut. Kusta ibarat dosa yang menular, tidak dapat sembuh, dan ganjarannya adalah maut. Hidup di dalam dosa seperti orang yang terkena kusta: diasingkan dari kekudusan, dan tidak dapat melihat masa depan yang cerah. Namun yang perlu kita sadari, kehendak Allah adalah manusia bisa kembali pada kekekalan dan kekudusan dalam Kristus Yesus. Saat kita bertemu dengan Tuhan Yesus, hidup kita akan dibaharui dan kita akan memperoleh pemulihan dalam hidup kita. Tuhan Yesus mau mati di kayu salib supaya kita yang merupakan orang berdosa dapat mengalami pemulihan, dapat melihat masa depan yang cerah, dan dapat memperoleh kehidupan yang baru. Paulus merupakan seseorang dengan masa lalu yang rusak, tetapi ketika ia bertemu Tuhan Yesus, kehidupannya tidak sama lagi dan berubah drastis dari kehidupan yang lama menjadi kehidupan yang baru. Kehidupan Paulus berubah setelah ia bertemu dengan Tuhan Yesus. Ketika kita ingin kehidupan kita yang lama berubah, maka kita harus mengalami pertemuan secara pribadi dengan Tuhan Yesus.

2. Percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizat

Kesepuluh orang kusta dapat disembuhkan karena mereka percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizat. Ketika kita percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizat, maka iman yang cukup akan memampukan kita menerima pemulihan yang Tuhan berikan.

3. Memiliki gaya hidup memuliakan Allah

Ibrani 3:15 (TB) Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
Diantara kesepuluh orang yang telah mengalami kesembuhan, hanya satu orang yang kembali dan memuliakan Allah. Yang Tuhan Yesus kehendaki dalam kehidupan kita adalah ucapan syukur dalam segala hal, dalam keadaan baik dan dalam keadaan buruk sekalipun. Tuhan Yesus rindu kita menjadi anak-anak yang selalu mengucap syukur.

Yehezkiel 36 :25-27 (TB) Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

SELECT SERMON

Banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih

13 August 2017 | Pdt. Agustinus Puspawiguna
SELECT SERMON

Secret Place

24 September 2017 | Deborah Angelea