SERMONS
Setia dan Taat Sampai Akhir

ON 15 NOVEMBER 2015, BY PDP. ANDI AURIC

Mengetahui kebenaran firman tidak menjamin kita mampu bertahan dalam iman, apalagi saat kita tidak mengetahui kebenaran itu. Mari kita baca dari Bilangan 33: 1-2: “Inilah tempat-tempat persinggahan orang Israel, setelah mereka keluar dari tanah Mesir, pasukan demi pasukan, di bawah pimpinan Musa dan Harun; Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka:..”

Firman ini bicara tentang 40 tempat persinggahan yang dilewati orang Israel menuju tanah Kanaan yang seharusnya cukup ditempuh dalam jangka waktu 30 hari tapi harus dilalui orang Israel selama 40 tahun. Tempat persinggahan ini bicara tentang hal-hal yang kita lalui dalam hidup kita, seperti tempat kita bekerja sekarang, keluarga kita, pelayanan kita, dan lain sebagainya. Dalam tempat-tempat persinggahan ini kita banyak mengalami pergumulan, tapi jangan kita menyerah sampai kita mencapai tujuan. Ayat dari kitab Bilangan tersebut berhubungan dengan Yosua 4. Lewat firman Tuhan tersebut kita mengetahui bahwa Tuhan menyuruh kita untuk membuat tanda-tanda peringatan di dalam kehidupan kita, tanda peringatan bicara soal saat-saat Tuhan menunjukkan mujizat dan kebaikanNya lewat pergumulan yang kita hadapi.

Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? (1 Kor 3: 1-3)

Poin utama untuk taat dan setia selain dengan senantiasa mengingat kebaikan Tuhan adalah higup sebagai manusia rohani. Kalau kita membangun manusia rohani kita, manusia rohani kita akan kuat, begitu juga sebaliknya dengan manusia daging kita. Ada perbedaan antara pandangan sukses menurut manusia daging dengan manusia rohani kita. Apabila kita merencanakan hidup kita dengan manusia rohani, maka kita akan sukes di mata Tuhan. Definisi sukses menurut Tuhan ada dengan menggenapi panggilanNya, bukan hanya dengan pemikiran manusia tentang hal-hal yang terbaik dan luar biasa. Seperti Yusuf yang setia menjalani visi yang Tuhan berikan lewat mimpi, itulah sukses yang sesungguhnya. Melewati segala tempat persinggahan, dari lubang tempat dia dibuang, menuju ke rumah Potifar, menuju ke penjara sampai akhirnya di istana raja. Juga dalam melalui segala kehidupan kita, kita harus menjalaninya sebagai manusia rohani yang tangguh dalam menghadapi tantangan karena tau akan janji dan rencana Tuhan yang menanti di depan sana. Tanda kita adalah manusia rohani salah satunya adalah, kita tidak mudah merasa iri kepada orang lain yang kehidupannya lebih baik, tetap berjuang dalam keadaan yang berat, tidak mudah untuk kecewa pada Tuhan dan keadaan.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Timotius 4: 7)

Menjadi manusia rohani juga berarti kita hidup memelihara iman sampai pada akhirnya. Memelihara iman berarti dapat melihat kebaikan dalam segala sesuatu yang kita alami, karena seperti yang Tuhan katakana bahwa rancanganNya adalah rancangan yang baik. Saat kita hidup memelihara iman, dalam hal-hal buruk yang kita alami kita dapat bersyukur dan melihat masalah itu dari sisi yang berbeda, serta menemukan peluang lewat keburukan tersebut. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8: 28) Apabila kita menyerahkan kehidupan kita, ayat di atas akan berkuasa sepenuhnya dalam hidup kita.

Untuk melakukan semua ini, hanya ada dua hal yang perlu kita selalu untuk kerjakan yaitu berdoa dan membaca firman.

SELECT SERMON

Mengalami Kuasa Doa

23 July 2017 | Pdt. Benny Gunawan
SELECT SERMON

Anak Muda Berkarakter Kristus

15 October 2017 | Budiyanto Gunarso
SELECT SERMON

Hidup Taat

17 September 2017 | Boyke Pakpahan